Kategori: Congress

Peduli Gempa Pasaman, Mapala UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Selain mengirim lima orang relawan ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau) menyalurkan pula bantuan kemanusiaan ke korban gempa yang mengungsi di sejumlah titik.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar pengungsi untuk semua tingkatan usia.

Penyaluran bantuan bekerja sama dengan Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Bergabung pula di Posko kemanusiaan SARMMI adalah relawan dari Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Relawan Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator tim relawan Mapala UMRI, Raja Alpian, menerangkan, bantuan disalurkan langsung ke korban gempa Pasaman Barat yang tinggal di pengungsian.

Bantuan berasal dari donasi masyarakat Pekanbaru yang digalang Mapala UMRI.

“Bantuan yang kami bawa merupakan bantuan masyarakat Pekanbaru. Hal ini juga menunjukkan masyarakat Pekanbaru sangat peduli terhadap korban gempa Pasaman,” terang Raja Alpian.

Ditambahkan oleh Raja Alpian, dia datang ke lokasi gempa bersama empat rekannya, yakni Ananda Aditia, Marfuad, Muhatir, Ferianth Surya Adha.

Selama di Posko Kemanusiaan SARMMI, mereka melakukan psikososial untuk anak-anak. TPA darurat. Mendirikan hunian darurat. Membangun mushola darurat. Membuat emergency toilet. Menyelenggarakan sekolah darurat dan masih banyak lagi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Mapala UMRI Rusdi Harjo, menjelaskan tiap ada kejadian bencana di tanah air, Mapala UMRI senantiasa turut berpartisipasi meringan beban korban bencana dan membantu memulihkan kehidupan mereka.

Bentuk partisipasi Mapala UMRI mulai dari menggalang donasi, menyalurkan bantuan kemanusiaan, hingga mengirim relawan terlatih ke lokasi-lokasi bencana untuk melakukan pendampingan ke korban bencana alam.

“Tujuan melakukan pendampingan agar kehidupan korban bencana pulih seperti sebelum terjadinya bencana,” tutup Rusdi Hardjo. (AS)

Pulihkan Kegiatan Ibadah Korban Gempa. Relawan SARMMI Dirikan Mushola Darurat.

Di kebencanaan, ada banyak hal yang perlu dipulihkan. Termasuk memulihkan kegiatan ibadah korban bencana.

Demikian kata Raja Alpian, kordinator pembangunan rumah ibadah darurat Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah) di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tatkala memulai merobohkan Mushola Nurul Himah yang hancur akibat gempa. (10/3/20222)

Mushola Nurul Himah yang dikerjakan oleh relawan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Dijelaskan oleh Raja Alpian yang merupakan anggota Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau). Akibat gempa Pasaman yang terjadi beberapa waktu lalu, Mushola Nurul Himah meski belum sepenuhnya roboh tetapi mengalami rusak berat. Berbahaya bila tetap digunakan untuk beribadah.

Padahal masyarat Minang dikenal religius dan aktif melaksanakan ibadah berjamaah di surau-surau.

“Bencana gempa tak menyurutkan semangat masyarakat Minang beribadah. Hanya saja aktifitas ibadah berjamaah mereka terhenti karena mushola atau masjid mereka roboh,” jelas Raja Alpian.

Lantaran itulah tambah Raja Alpian, atas permintaan jamaah Mushola Nurul Himah, relawan SARMMI memulai merobohkan mushola.

Seteleh roboh hingga rata dengan tanah, puing-puing Mushola Nurul Himah dibersihkan.

Lalu di lokasi yang sama didirikan mushola darurat dengan memanfaatkan material yang masih bisa dipakai. Seperti kusen, daun pintu, seng dan kasau.

Raja Alpian mengaku belum dapat memprediksi berapa hari dibutuhkan oleh relawan yang dipimpinnya untuk menuntaskan pekerjaan.

Hal itu terkait dengan masih sering hujan, relawan yang terbatas, serta memerlukan material tambahan. Agar mushola darurat dapat berdiri kokoh dan nyaman dipakai warga untuk sholat jamaah di bulan ramadhan.

“Kami butuh bantuan tenaga relawan dan bantuan dalam bentuk lain. Agar mushola segera selesai. Sehingga aktifitas ibadah warga Jorong Pasar Lamo pulih seperti sebelum gempa,” kata Raja Alpian.

Sementara itu, Tirta Ningsih — jamaah yang rumahnya berhadapan dengan Mushola Nurul Himah – menginfokan, Mushola Nurul Himah dapat menampung sekitar 50 orang.

Selain digunakan untuk sholat lima waktu berjamaah, Mushola Nurul Himah juga digunakan untuk pengajian tiap hari rabu, serta untuk anak-anak Jorong Pasar Lamo mengaji.

“Kami sangat berharap Mushola Nurul Himah dapat berdiri kembali. Walaupun masih darurat. Warga Jorong Pasar Lamo butuh mushola untuk ibadah ramadhan,” kata Tirta Ningsih. (AS) (lebih…)