Kategori: Kegiatan

Dipercayai untuk menjadi Penyelenggara Munas SARMMI, Mapsa UMP ditunjuk langsung oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah secara resmimemberi rekomendasi atau penunjukan kepada MapalaSatria Universitas Muhammadiyah Purwokerto (MapsaUMP) sebagai penyelenggara Musyawarah Nasional SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (Munas SARMMI).

Surat Keputusan Majelis Diktilitbang nomor0767/REK/1.3/D/2022. Tertanggal 11 Juni 2022. Telahditerima oleh jajaran pengurus Mapsa UMP.

Menanggapi rekomendasi dari Majelis Diktilitbang, KetuaUmum Mapsa UMP Arif Zaenudin Agus mengakubersyukur dan siap menjalankan amanah dari MajelisDiktilitbang secara maksimal.

Tentu kami merasa bersyukur diberi amanah langsungdari Majelis Diktilitbang sebagai tuan rumah MunasSARMMI. Hal ini menunjukkan Mapsa adalah lembagakemahasiswaan yang terpercaya karena prestasi dankemampuannya,” kata Arif.

Arif menjelaskan pula, surat rekomendasi MajelisDiktilitbang sudah disampaikan ke pihak rektorat UMP.

“Kami sudah menghadap Wakil Rektor BidangKemahasiswaan. Menyampaikan rekomendasi MajelisDiktilitbang, serta melaporkan kesiapan Mapsa untukmenjalankannya secara maksimal,” jelas Arif.

Diungkap oleh Arief, pihak rektorat melalui Wakil RektorBidang Kemahasiswaan mendukung penuh Mapsamenjalankan amanah penting Majelis Diktilitbang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan berpesan pula kepada Mapsa agar menjadi tuan rumah yang baik bagipeserta munas SARMMI dan semua pihak yang diundang, serta tetap menjaga nama besar UMP danMuhammadiyah.

Pesan-pesan pihak rektorat tentu menambah motivasianggota dan pengurus Mapsa. Insya Allah Mapsa akanmenjadi tuan rumah yang baik. Mapsa menyadari bahwaMunas SARMMI sangat penting bagi aktivitaskemanusiaan di tanah air,” terang Arif.

Sementara itu, Sekretaris Umum SARMMI Rinantomenyampaikan, Munas adalah pertemuan dua tahunanSARMMI untuk pergantian pengurus dan menetapkanprogram-program kemanusiaan SARMMI.

Munas yang diselenggarakan di Mapsa UMP pada tanggal5-7 Agustus 2022 mendatang, merupakan MunasSARMMI yang ketiga.

Peserta Munas adalah Pengurus SARMMI dan utusanMahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PTM/A seluruhIndonesia

Untuk Munas di Mapsa, pihak SARMMI dan Mapsa jugaakan mengundang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Majelis Diktilitbang. Rektor/Ketua/Direktur PTMA SeIndonesia. MDMC. BASARNAS. BPBD. KomunitasRelawan Bencana Alam Se-Banyumas. Sispala Se-Banyumas, serta Unit kemahasiswaan di UMP.

Mereka diundang di acara pembukaan dan TalkshowNasional yang akan menampilkan putri-putri Mapala PTM yang telah berkiprah di lokasi bencana sebagai relawangaris depan,” pungkas Rinanto. (Ahyar)

(Ahyar Stone & Rani Puspina – SARMMI)

 

 

Saptapala Jakarta Bantu Korban Gempa Pasaman Peralatan Ibadah

Korban gempa seringkali mengalami kesulitan menjalankan sholat lima waktu. Padahal dalam situasi apapun sholat wajib dilaksanakan.

Hal itu disampaikan anggota istimewa Saptapala Jakarta, Adi Nugroho, melalui sambungan jarak jauh terkait bantuan peralatan ibadah berupa mukena dan sarung ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pada Minggu (12/3/202).

“Bantuan pangan, selimut, terpal dan kebutuhan mendesak lain memang dibutuhkan korban bencana. Meski begitu korban gempa juga membutuhkan peralatan ibadah,” kata Adi Nugroho.

Lantaran itulah jelas Adi Nugroho, bantuan Saptapala Jakarta untuk korban gempa di Pasaman Barat fokus pada peralatan ibadah.

“Saptapala berharap bantuan ini turut mengurangi kesulitan yang dialami korban gempa pasaman barat,” jelas Adi Nugroho.

Bantuan Saptapala dikirim ke Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Relawan kemanusiaan yang mengelola Posko kemanusiaan SARMMI adalah anggota Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurniawan menerangkan bantuan peralatan ibadah dari Saptapala didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian dan ke beberapa masjid dan mushola yang rusak karena gempa.

“Sarung dan mukena kami antar ke tenda pengungsi di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. Serta di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai,” terang Reza Kurniawan.

Bantuan Saptapala juga diantar relawan SARMMI ke pengurus mushola Nurul Hikmah Jorong Pasar Lamo, Mushola Nurul Falah Kampung Lubuk Panjang, serta Masjid Raya Kajai.

Beberapa pengungsi mengaku sarung dan mukena dari Saptapala, sangat membantu mereka beribadah.

“Sarung akan saya pakai sholat lima waktu dan untuk Jumatan. Sedangkan Mukena akan dipakai istri sholat di tenda”. Begitu kata seorang dari mereka.

Ahyar Stone & Rani Puspina (SARMMI)

Peduli Gempa Pasaman, Mapala UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Selain mengirim lima orang relawan ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau) menyalurkan pula bantuan kemanusiaan ke korban gempa yang mengungsi di sejumlah titik.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar pengungsi untuk semua tingkatan usia.

Penyaluran bantuan bekerja sama dengan Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Bergabung pula di Posko kemanusiaan SARMMI adalah relawan dari Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Relawan Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator tim relawan Mapala UMRI, Raja Alpian, menerangkan, bantuan disalurkan langsung ke korban gempa Pasaman Barat yang tinggal di pengungsian.

Bantuan berasal dari donasi masyarakat Pekanbaru yang digalang Mapala UMRI.

“Bantuan yang kami bawa merupakan bantuan masyarakat Pekanbaru. Hal ini juga menunjukkan masyarakat Pekanbaru sangat peduli terhadap korban gempa Pasaman,” terang Raja Alpian.

Ditambahkan oleh Raja Alpian, dia datang ke lokasi gempa bersama empat rekannya, yakni Ananda Aditia, Marfuad, Muhatir, Ferianth Surya Adha.

Selama di Posko Kemanusiaan SARMMI, mereka melakukan psikososial untuk anak-anak. TPA darurat. Mendirikan hunian darurat. Membangun mushola darurat. Membuat emergency toilet. Menyelenggarakan sekolah darurat dan masih banyak lagi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Mapala UMRI Rusdi Harjo, menjelaskan tiap ada kejadian bencana di tanah air, Mapala UMRI senantiasa turut berpartisipasi meringan beban korban bencana dan membantu memulihkan kehidupan mereka.

Bentuk partisipasi Mapala UMRI mulai dari menggalang donasi, menyalurkan bantuan kemanusiaan, hingga mengirim relawan terlatih ke lokasi-lokasi bencana untuk melakukan pendampingan ke korban bencana alam.

“Tujuan melakukan pendampingan agar kehidupan korban bencana pulih seperti sebelum terjadinya bencana,” tutup Rusdi Hardjo. (AS)

Pulihkan Kegiatan Ibadah Korban Gempa. Relawan SARMMI Dirikan Mushola Darurat.

Di kebencanaan, ada banyak hal yang perlu dipulihkan. Termasuk memulihkan kegiatan ibadah korban bencana.

Demikian kata Raja Alpian, kordinator pembangunan rumah ibadah darurat Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah) di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tatkala memulai merobohkan Mushola Nurul Himah yang hancur akibat gempa. (10/3/20222)

Mushola Nurul Himah yang dikerjakan oleh relawan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Dijelaskan oleh Raja Alpian yang merupakan anggota Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau). Akibat gempa Pasaman yang terjadi beberapa waktu lalu, Mushola Nurul Himah meski belum sepenuhnya roboh tetapi mengalami rusak berat. Berbahaya bila tetap digunakan untuk beribadah.

Padahal masyarat Minang dikenal religius dan aktif melaksanakan ibadah berjamaah di surau-surau.

“Bencana gempa tak menyurutkan semangat masyarakat Minang beribadah. Hanya saja aktifitas ibadah berjamaah mereka terhenti karena mushola atau masjid mereka roboh,” jelas Raja Alpian.

Lantaran itulah tambah Raja Alpian, atas permintaan jamaah Mushola Nurul Himah, relawan SARMMI memulai merobohkan mushola.

Seteleh roboh hingga rata dengan tanah, puing-puing Mushola Nurul Himah dibersihkan.

Lalu di lokasi yang sama didirikan mushola darurat dengan memanfaatkan material yang masih bisa dipakai. Seperti kusen, daun pintu, seng dan kasau.

Raja Alpian mengaku belum dapat memprediksi berapa hari dibutuhkan oleh relawan yang dipimpinnya untuk menuntaskan pekerjaan.

Hal itu terkait dengan masih sering hujan, relawan yang terbatas, serta memerlukan material tambahan. Agar mushola darurat dapat berdiri kokoh dan nyaman dipakai warga untuk sholat jamaah di bulan ramadhan.

“Kami butuh bantuan tenaga relawan dan bantuan dalam bentuk lain. Agar mushola segera selesai. Sehingga aktifitas ibadah warga Jorong Pasar Lamo pulih seperti sebelum gempa,” kata Raja Alpian.

Sementara itu, Tirta Ningsih — jamaah yang rumahnya berhadapan dengan Mushola Nurul Himah – menginfokan, Mushola Nurul Himah dapat menampung sekitar 50 orang.

Selain digunakan untuk sholat lima waktu berjamaah, Mushola Nurul Himah juga digunakan untuk pengajian tiap hari rabu, serta untuk anak-anak Jorong Pasar Lamo mengaji.

“Kami sangat berharap Mushola Nurul Himah dapat berdiri kembali. Walaupun masih darurat. Warga Jorong Pasar Lamo butuh mushola untuk ibadah ramadhan,” kata Tirta Ningsih. (AS) (lebih…)

Selamatkan Pendidikan Siswa Korban Gempa Pasaman. Relawan SARMMI Selenggarakan Sekolah Darurat

Bekerja sama dengan TNI AL Teluk Bayur Padang, relawanSARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) menyelenggarakan kegiatan belajar darurat untuk anak-anakkorban gempa Pasaman Sumatera Barat.

Relawan SARMMI yang terlibat di kegiatan ini adalah empatanggota Mapala UMSB (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat) yakni Amelia Putri Suktan, Junita Tiara, Maisri YesaPutri, Juni Lestari. Serta Muhatir dari Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau).

Diterangkan oleh Amelia, gempa menyebabkan sekolah formal diliburkan. Sementara semangat belajar siswa perlu dijaga. Pendidikan harus diselamatkan. Lantaran itulah relawanmenyelenggarakan sekolah darurat.

“Yang mengikuti sekolah darurat sebanyak 50 siswa SD danSMP. Mereka adalah anak-anak yang menjadi korban gempaPasaman,” terang Amelia. (8/3/2022)

Sekolah darurat diselenggarakan di halaman SD Negeri 2 Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Juga di camp pengungsian yang terletak di tengah perkebunansawit di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. NagariKajai. Pasaman Barat. Di kebun sawit ini pula PoskoKemanusiaan SARMMI berada.

“Materi pelajaran sekolah darurat yang kami berikan muatannyayang ringan-ringan, serta ditambah dengan beberapa permainanedukasi yang menyenangkan,” tambah Amelia.

Pelajaran ringan dan fun game jelas Amelia, sengajadigabungkan karena sekolah darurat juga berfungsi sebagaipendampingan psikososial untuk anak-anak yang merupakankelompok rentan pada bencana alam. (AS)

Dampingi Korban Gempa Pasaman Sumbar, Relawan SARMMI dan Mapala UMSB Dirikan Posko Kemanusiaandi Perkebunan Sawit.

Merespon gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di KabupatenPasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMSB (UniversitasMuhammadiyah Sumatera Barat), memberangkatkan 17 relawankemanusiaan ke lokasi gempa.

Mereka adalah Reza Kurniawan, Hendra Fajar Quma’at, DefriDeta A., Chaidir Ali, Zena Desvita Putri Nengsi, Hari sabar, Mhd. Alim Saputra, Hasanul Lutfi, Aldi Sofyan, Amelia PutriSuktan, Candra putra, Khori Ik Al ain, Maisri Yesa Putri, Perwira Erlangga, Wendy melandry, Juni Lestari

Di Pasaman Barat mereka mendirikan posko kemanusiaan di Desa Lubuak Panjang Jorong Kampung Alang Nagari Kajai,Kecamatan Talamau. Pada Rabu. (2/03/2022).

Pengoperasian posko kemanusiaan bekerja sama dengan timkemanusiaan dari SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Menurut Kordinator Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurnawan, dipilihnya di Desa Lubuak Panjang sebagai lokasiposko karena camp pengungsian di sini berada di perkebunansawit yang tergolong terpencil.

“Warga korban gempa yang mengungsi di sini sebanyak 500 jiwa lebih. Kondisi mereka sangat mengenaskan. Itulah alasankami mendirikan Posko Kemanusiaan, untuk melakukan pendampingan,” terang Reza.

Ditambahkan oleh Reza, sejak hari pertama berada di tengahpengungian, mereka langsung melakukan assessment untukmemutahirkan data. Mendistribusikan bantuan kebutuhan dasarpengungsi. membuat tempat belajar darurat dan pelayananselama masa tanggap darurat, Juga menyelenggarakanpsikososial untuk kelompok rentan.

Senada dengan Reza, Amelia Putri Suktan menjelaskan, selainkegiatan di atas,para relawan juga sedang menyiapan kegiatanlainnya. Yang relevan kondisi pengungsi. Sekaligus menunggukedatangan 5 relawan kemanusiaan dari Mapala UniversitasMuhammadiyah Riau (UMRI) dan relawan SARMMI dariJogjakarta.

“Kami perlu tambahan personil, karena kami merencanakanbanyak kegiatan,” tambah Amel.

Dijelaskan pula oleh Amel, perkebunan sawit tempat korbangempa mengungsi masih banyak hewan berbisa. Salah satunyaadalah ular. Para relawan berencana gotong royong bersamawarga untuk menangkal hewan berbisa.

“Prinsif kerja relawan di posko kemanusiaan adalahmemberikan rasa aman terhadap korban gempa  yang berada di pengungsian di sekitar Posko SARMMI. Memberikan rasa amanterhadap mereka, adalah prioritas utama,” pungkas Amel. (RN)

 

By Rinanto

Mapasanda MRI dan Sispala Melakukan Galang Dana Untuk Korban Erupsi Semeru

Melalui aksi sosial, “Mari Berdonasi Untuk Saudara Kita Korban Erupsi Semeru”. Mapasanda STIE MuhammadiyahKalianda, bersama Sispala SMK Negeri 2 Kalianda danMasyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan penggalangandana untuk dikirim ke Lumajang. Jawa Timur.

Penggalangan dana diselenggarakan selama tiga hari. Dari 10 hingga 12 Desember 2021.

“Cara kami menggalang dana dengan menggelar pertunjukanmusik dan turun ke jalan,” kata Sekretaris Kalianda, RekaIndriani.

Pagelaran musik jelas Reka, diselenggarakan di Pantai KeduWarna Kalianda. Lampung Selatan.

Sementara aksi turun ke jalan dilakukan di beberapa titik lampumerah di Kalianda. Juga di kawasan Pemda, di lokasi wisatakuliner Dermaga Bom, pusat-pusat keramaian. dan secara door to door.

Sebagian hasil penggalangan dana diserahkan ke ACT.

Sebagian lagi dikirim ke Posko Kemanusiaan SAR MapalaMuhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Posko SARMMI berada di Dusun Umbul Sari. Desa SumberMujur. Candipuro. Lumajang. Jawa Timur.

Oleh SARMMI, donasi hasil penggalangan Mapasanda, MRI, Sispala SMK Negeri 2 Kalianda, dibelanjakan kebutuhan dasarpengungsi, peralatan makan, peralatan masak, serta kebutuhan khusus kelompok rentan.

“Mewakili korban erupsi Semeru, saya ucapkan terima kasihkepada Mapasanda, MRI, Sispala SMK Negeri 2 Kalianda, yang telah berjuang luar biasa untuk menggalang donasi,” ucap KetuaPosko SARMMI untuk Erupsi Semeru, Zeni Nurhidayah Rizkia.

Bantuan dari mereka, lanjut Zeni, langsung diserahkan kekorban erupsi Semeru yang tinggal di titik-titik camp pengungsian. (AS)

Pecinta Alam Se-Maluku Utara Peduli Korban Erupsi Semeru

Mengusung semangat mulia, “Peduli Semeru,” seluruh pecintaalam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pecinta AlamSe-Maluku Utara (FKPA-MU). Beramai-ramai menggalangdonasi untuk korban erupsi Semeru.

Aksi simpatik penggalangan donasi, mereka lakukan di beberapatitik lampu merah di Kota Ternate, serta di sejumlah tempatstrategis lainnya.

Menurut Kordinator Lapangan Peduli Semeru, Kasim S Rope, tatkala para pecinta alam di Kota Ternate mendengar kabargunung Semeru erupsi, mereka semua berduka cita.

“Rasa duka cita mendalam, kami ujudkan dengan sama-samaturun ke jalan. Menggalang donasi masyarakat,” terang Kosim.

Diterangkan oleh Kosim yang merupakan anggota KPA KapitaGalela, donasi yang terkumpul lumayan banyak. Hal inimenunjukan warga Maluku Utara juga memiliki kepeduliantinggi terhadap nasib korban erupsi Semeru di Lumajang, JawaTimur.

“Kami pecinta alam berterima kasih kepada warga Maluku Utara, karena telah ikut berpartisipasi langsung meringankankorban Erupsi Semeru,” imbuhnya.

Donasi yang terkumpul dikirim ke Posko Kemanusiaan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Dusun Umbul Sari. Desa Sumber Mujur. Kec. Candipuro. Lumajang. Jawa Timur.

Turut bergabung di posko SARMMI adalah tim relawan dariMapsa Univ. Muhammadiyah Purwokerto. Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. Stacia Univ. MuhammadiyahJakarta. Camp STIE Muhammadiyah Jakarta.

Juga relawan yang berasal dari Mahapala Univ. Mercu BuanaYogyakarta. Himatala Binawan Univ. Binawan Jakarta. Saptapala Jakarta. Santri Ponpes Al Mukmin Kota Solo.

Oleh relawan di Posko kemanusiaan SARMMI, donasi “PeduliSemeru FKPA-MU” Dibelanjakan berbagai kebutuhan dasarpengungsi. Diantaranya sembako dan kebutuhan khususkelompok rentan.

Sebagian lagi dibelanjakan peralatan makan, perlengkapandapur, alat pertukangan dan alat pertanian.

Barang bantuan diantar langsung ke pengungsi korban erupsiSemeru, mulai hari selasa siang (14/12/2021)

Korban erupsi Semeru ada yang mengungsi di rumah saudara, di gedung sekolah, dan di beberapa rumah warga Desa SumberMujur yang dipinjamkan ke pengungsi secara cuma-cuma.

Sekelompok warga yang mendapat bantuan “Peduli SemeruFKPA-MU,” mengaku beryukur sekaligus berterima kasihmendapat perhatian dari warga Maluku Utara.

Senada dengan itu, Ketua Posko Kemanusiaan SAMMI, ZeniNurhidayah Rizkia, memberi respek tinggi terhadap kepedulianrekan-rekan sesama pecinta alam di Maluku Utara.

“Kekompakan pecinta alam di Maluku Utara, layak kita acungijempol. Mereka pantas menjadi teladan bagi kita pecinta alam di tanah air,” tutup Zeni. (AS)

Tokoh Muhammadiyah Apresiasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) Yang Mendampingi Pecinta Alam di Timor Leste

Ormas terbesar di Indonesia Muhammadiyah, kembali menunjukan kiprah Internasionalnya. Kali ini melalui Mapala (Mahasiswa Pecinta alam) yang bergabung di SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia), yang melakukan pendampingan jangka panjang bidang pecinta alam dan kegiatan kemanusiaan pada organisasi pecinta alam Gerhana di Timor Leste yang bernama Associação Gerhana-Explora no Prezerva Natureza, Timor Leste.

Terhadap pendampingan SARMMI, tokoh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, Ms. Mengakui apresiatif dan mendukung.

Apresiasi disampaikannya saat membuka Webinar Internasional yang mengupas pecinta alam sebagai pendidikan karakter di era milenial. Webinar diikuti oleh Mapala dari berbagai kota di Indonesia serta pecinta alam di Timor Leste yang merupakan target utama kegiatan. (25/9/2021)

Webinar Internasional diselenggarakan oleh SARMMI dan Associação Gerhana. Kegiatan ini adalah realisasi perdana SARMMI mendampingi Associação Gerhana guna mengembangkan kegiatan pecinta alam dan mempelopori berdirinya kegiatan SAR di Timor Leste.

Bagi Prof. Bambang yang merupakan ketua Dewan Pembina SARMMI, adalah langkah tepat bagi Associação Gerhana menggandeng SARMMI sebagai pendamping. Bakal banyak pengetahuan penting dan pengalaman berharga yang dapat dipetik.

“SARMMI ini organisasi SAR yang tangguh dan mandiri. Meski tidak dibantu pemerintah tetapi daya juang SARMMI di lokasi bencana sangat tinggi. Pengalaman panjang SARMMI terjun ke lokasi bencana di berbagai daerah Indonesia, dapat dijadikan sebagai bahan belajar bagi pecinta alam di Timor Leste,” katanya.

Prof. Bambang juga berharap agar Webinar Internasional ini bermanfaat secara luas dan memotivasi. “Harapan saya, pendampingan SARMMI dapat memicu semangat saudara-saaudara di Timor Leste untuk beraktivitas di bidang kemanusiaan dan pecinta alam,” demikian kata Prof. Bambang. (*)(Ahyar Stone Mapala UMY/ Rani Puspina Mapala UMRI/SARMMI)

Kelompok Stacia Hijau yang Mengubah Desa Kami (Bagian 2. Habis)

Salah satu dermaga yang dibangun KSH di tepi sungai Cisadane, desa Tanjung Burung.

Mobil yang ditumpangi tiga pengurus Kelompok Stacia Hijau (KSH), baru saja masuk halaman posko tabur mangrove KSH desa Tanjung Burung, kecamatan Teluk Naga, Tangerang. Bocah-bocah yang sedang bermain disana langsung menyapa.

“Om Fatih, om Roy, mbak Dine, kok lama nggak kesini?” tanya seorang bocah.

“Tiga hari lalu om kesini sayang,” jawab lelaki yang dipanggil om Roy.

Seolah tak hirau kebenaran jawaban Roy, bocah-bocah itu berebut menyalami tiga pengurus KSH yang masing-masing Moh. Al Fatih, Roy Nurdin, dan Dine.

Usai menyalami, sekelompok bocah usia SD itu kembali melanjutkan aktivitasnya. Ada yang main petak umpet, membaca, dan main tebak-tebakan benda di genggaman di tangan. Mereka sangat ceria.

“Anak-anak, remaja, dan para orang tua di desa ini, sangat dekat dengan kami. Tetapi kedekatan ini tidak dibangun dalam sehari. Perlu waktu yang tidak sebentar,” kata Roy Nurdin sambil menurunkan barang bawaan dari mobil.

Fatih kemudian mengisahkan sedikit latar belakang KSH berkiprah di Desa Tanjung Burung.

“Awalnya Stacia hanya berniat fokus menyelamatkan kawasan muara dengan cara menanam mangrove. Tetapi semakin jauh melangkah kami melihat masalah disini sangat kompleks dan saling berkaitan,” terang Fatih.

Menanam mangrove lanjut Fatih, juga harus menyertakan kegiatan konservasi, penanganan sampah, serta pemberdayaan ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Sungai Ciliwung juga harus dinormalisasi.

Semua persoalan itu harus ditangani menyeluruh dan berkesinambungan. Akan percuma rajin menanam mangrove tetapi abai terhadap sampah.

Sampah adalah musuh tanaman mangrove, karena sering menyangkut di mangrove muda yang baru ditanam lalu menyeretnya ke laut lepas.

“Kompleksitas itulah yang membuat keluarga besar Stacia kian termotivasi, dan itulah dasar dibentuknya KSH,” kata Fatih.

Untuk sampai ke lokasi penanam mangrove di muara Cisadane, KSH perlu memiliki dermaga dan sarana fisik lainnya.

KSH lantas membangun dermaga, aula, mushola, MCK dan sarana lain di tepi sungai Ciliwung yang berada di wilayah desa Tanjung Burung.

“Lambat laun kami dengan warga saling kenal. Sekarang hubungan KSH dengan warga desa Tanjung Burung sangat akrab dan saling memberi manfaat,” lanjut Fatih.

Hari itu, tiga pengurus KSH hendak mengecek tanaman mangrove mereka di muara sungai Cisadane. Marbawi dan dua temannya sudah menyiapkan perahu untuk membawa mereka kesana.

Perahu yang dikemudikan Marbawi, suara mesinnya sangat berisik. Tetapi lajunya lambat. Sampah yang memenuhi sungai Cisadane menjadi penghambat perjalanan mereka.

Berkali-kali Marbawi mematikan mesin perahu. Lalu temannya yang berada di belakang perahu, jongkok untuk mengambil sampah yang menyangkut di baling-baling.

“Lihatlah sampai yang hanyut di sungai Cisadane. Tiap hari jumlahnya bisa berton-ton. Bayangkan bila setahun, berapa ton sampah masuk ke laut?” kata Roy Nurdin sambil menunjuk segala macam benda buangan dari warga hulu sungai.

“Dari Tanjung Burung ke muara, normalnya setengah jam. Tapi kalau sampah banyaknya seperti ini, perjalanan bisa lebih lama,” timpal Marbawi.

Sepanjang perjalanan, Roy Nurdin menceritakan, dua tahun lebih KSH berkiprah, sedikit banyak telah membawa hasil. Namun mereka belum puas, karena gagasan besar yang hendak diujudkan belum tercapai sepenuhnya.

“Salah satu target besar kami adalah menjadikan kawasan tabur mangrove sebagai objek wisata edukasi. Para pengunjung dapat sekaligus menikmati alam, mendengar suara burung liar, mengerti perlunya penyelamatan kawasan muara, serta ikut menanam mangrove di lahan yang disediakan,” kata Roy Nurdin.

Sementara itu, disela-sela kesibukannya menjalankan mesin perahu, sesekali Marbawi menyapa nelayan berperahu besar yang berpapasan dengan mereka.

Menurut Marbawi, nelayan berperahu besar itu pulang dari menangkap ikan di laut. Sedangkan yang berperahu kecil, menangkap ikan di sungai Cisadane. Kehadiran perahu kecil itu baru terlihat sekitar setengah tahun terakhir.

“Lihat nelayan berperahu kecil itu. Saya kenal. Sudah bertahun-tahun tak terlihat. Baru sekarang dia menangkap ikan lagi. Ini membuktikan sungai Cisadane mulai ada ikannya. Dulu tidak ada ikan, karena kawasan mangrove rusak parah,” ujar Marbawi.

Kawasan yang ditanami mangrove oleh KSH adalah delta di Muara Cisadane yang luasnya belasan hektar. Delta ini menurut Fatih, adalah bukti bahwa reklamasi pantai yang terjadi secara alamai, justru lebih dahsyat dari reklamasi buatan manusia.

“Daratan itu terbentuk dari lumpur gunung di daerah hulu yang hanyut, kemudian menyatu dengan ratusan ton sampah yang telah memenuhi sungai,” kata Fatih memjelaskan.

Di kawasan tabur mangrove, KSH sudah membangun dermaga perahu, pondok, dan fasilitas lain untuk pembibitan mangrove. Areal sungai dekat dermaga dipasang pagar bambu untuk melindungi mangrove muda yang baru ditanam dari terjangan sampah.

Cara itu ternyata sangat efektif, karea berfungsi pula untuk menahan sampah agar tak memasuki area pembibitan, dan lahan-lahan yang hendak ditanami mangrove.

Sesampanya di kawasan tabor mangrove, Fatih langsung meninjau pohon-pohon mangrove yang pertama kali ditanam KSH. Lebih dari dua tahun lalu kata Fatih, kawasan ini hanya genangan air yang dipenuhi sampah. Kini kawasan itu sudah hijau, karena mangrove yang ditanam KSH sudah besar-besar.

“Burung juga sudah bersangkar di pohon-pohon mangrove. Kepiting dan udang sudah banyak. Ini menandakan kawasan yang tadinya kritis sekarang, sekarang habitatnya sudah mulai pulih,” ungkap Fatih.

Sebenarnya terang Fatih, dulu kawasan ini tak semuanya kritis. Ada beberapa bagian yang ditumbuhi mangrove ukuran besar. Tetapi ditebangi petani tambak karena menganggap hutan mangrove adalah habitat burung.

“Burung-burung memangsa bibit ikan di tambak. Bagi petani burung itu adalah predator,” kata Fatih.

Untuk itulah KSH memberi pemahaman ke petani tambak agar tidak menebang pohon mangrove. Mengusir burung dapat dilakukan dengan cara membuat orang-orangan seperti petani di sawah. Nantinya burung akan mencari ikan di sungai.

Agar kelangsungan hidup burung terjaga, RTM melarang pengunjung menembak burung.

Menanami belasan hektar kawasan di muara Cisadane, tentu butuh biaya besar. Biaya jelas Roy Nurdin, berasal dari swadaya pengurus KSH, dermawan, dan dengan mengundang siapa saja yang tertarik menanam mangrove di area khusus.

Proses membuat area khusus, dimulai dari pengeringan genangan air, lalu diuruk. Setelah menjadi pulau kecil, KSH mengundang beberapa pihak untuk menanaminya. Pulau kecil itu akan diberi nama yang penanamnya.

“Salah satu pulau kami dinamai Niriwest Island, karena artis terkenal Nirina Zubir dan temannya memesan pulau untuk mereka tanami,” jelas Roy Nurdin.

Pembuatan pulau kecil dikerjakan oleh anggota RTM. Bibit mangrove yang ditanam juga berasal dari anggota RTM.

“Selain mengubah kawasan kritis di muara menjadi hutan mangrove dan mengembalikan fungsi alaminya, KSH secara langsung juga memberi manfaat ekonomi bagi warga Tanjung Burung. Seperti dengan membeli bibit mereka dan memberi insentif pembuatan pulau kecil itu,” lanjut Roy Nurdin.

Keterangan Roy Nurdin dibenarkan oleh Marbawi, malah kata Marbawi dengan adanya kawasan tabur mangrove KSH, Mereka juga dapat menyewakan perahu ke wisatawan dan menyediakan souvenir. Anggota RTM juga berencana membuat kuliner khas desa Tanjung Burung yang berasal dari olahan mangrove.

“Buah mangrove jenis pidada bisa dibuat bolu. Mangrove jenis api-api buahnya bisa untuk dodol dan onde-onde. Potensi ini akan kami garap serius. Agar berhasil tentu saja kami perlu pendampingan dari KSH,” jelas Marbawi.

Hari telah senja. Saat rombongan KSH bersiap-siap meninggalkan muara, terdengar teriakan merdu sepasang burung yang saling kejar di dahan mangrove api-api.

Bisa jadi itu ekspresi kegirangan mereka menyambut anaknya yang baru menetas dan bakal hidup tenteram disana.

Kawasan mangrove KSH memang untuk rumah anak dan cucu pasangan burung yang berbahagia itu.
(Ahyar Stone. 23/1/2019)

 

Fasilitas untuk pengunjung.
Niriwest Island milik artis terkenal Nirina Zubir
Sebelah kanan Fatih, kelompok mangrove KSH yang berumur dua tahun lebih.
Salah satu fasilitas untuk pengunjung yang dibangun KSH.
Roy Nurdin memeriksa bibit mangrove.
Dilindungi pagar bambu, mangrove muda bisa tumbuh baik karena dilindungi dari terjangan sampah yang hanyut di sungai Cisadane.
Pagar bambu yang didirikan KSH untuk melindungi mangrove muda dari sampah.
Fatih tiba di dermaga KSH di muara Cisadane. Diikuti Marbawi.
Dermaga tabur mangrove KSH di muara sungai Cisadane.
Setelah lama tak kelihatan, nelayan ini kembali menangkap ikan di sungai Cisadane.
Sampah yang memenuhi sungai Cisadane, menghambat perjalanan perahu nelayan.

Kelompok Stacia Hijau yang Mengubah Desa Kami (Bagian 1)

Anggota RTM sedang main musik marawis dan protokol acara.
Anggota RTM sedang main musik marawis dan protokol acara.

Malam itu rumah Abdul Ghofur dipenuhi warga desa Tanjung Burung. Tenda terpal yang didirikan di halaman rumahnya juga dipadati warga. Tamu yang tak kebagian tempat karena datang terlambat, terpaksa duduk di kursi yang diatur berjejer memanjang di kedua sisi jalan raya di depan rumah permanen bercat putih itu. Kediaman Abdul Ghofur ramai tamu karena ia menyelenggarakan walimatus safar.

Walimatus safar adalah tradisi sebagian umat Islam di Indonesia untuk melepas calon jamaah haji atau umroh. Ghofur – demikian lelaki paruh baya itu biasa disapa — menyelenggarakannya karena beberapa hari lagi akan ibadah umroh bersama keluarganya.

Tadi telah dilantunkan salawat yang dipimpin seorang ustad, pertunjukan musik marawis oleh sekelompok remaja, kemudian ceramah agama oleh kyai desa Tanjung Burung. Sekarang adalah acara utama walimatus safar.

Anak-anak desa Tanjung Burung, pulang sekolah bermain di halaman posko tabur mangrove KSH
Anak-anak desa Tanjung Burung, pulang sekolah bermain di halaman posko tabur mangrove KSH

Semua tamu berdiri bersisian membentuk barisan panjang meliuk-liuk tak terputus. Ghofur yang mengenakan kemeja putih sederhana, diiringi keluarganya, berjalan menghapiri tamu-tamunya. Rombongan kecil itu dipimpin seorang ustad yang berjalan paling muka.

Kepada setiap tamunya, Ghofur melakukan ritual yang sama : menyalami, memeluk, pamitan, mohon restu, minta maaf sambil mendo’akan tamunya agar diberi Allah SWT rejeki dan kemudahan untuk melaksanakan ibadah umroh.

Dermaga yang dibangun KSH untuk lokasi penanaman mangrove di muara Cisadane. Dermaga ini dipakai juga oleh nelayan yang hendak melaut, dan tempat anak-anak bermain.
Dermaga yang dibangun KSH untuk lokasi penanaman mangrove di muara Cisadane. Dermaga ini dipakai juga oleh nelayan yang hendak melaut, dan tempat anak-anak bermain.

Mengiringi ritual bersahaja itu, semua tamu melantunkan salawat. Seorang yang berjalan dekat Ghofur, sesekali melempar bunga mawar ke atas yang jatuhnya diarahkan ke Ghofur yang sedang memeluk tamu. Beberapa tamu yang dipeluk Ghofur tampak meneteskan air mata. Suasana religius bercampur haru sangat terasa.

“Panitia pelaksana walimatus safar di rumah bang Ghofur adalah Remaja Tabur Mangrove,” kata Marbawi.

“Yang menjadi protokol dan main music marawis juga anggota Remaja Tabur Mangrove,” tambah Ubay, rekan Marbawi. Dua pemuda ini adalah pengurus Remaja Tabur Mangrove (RTM).

Marbawi dan Ubay lantas bergantian menerangkan, RTM kata mereka, adalah komunitas yang beranggotakan muda-mudi desa Tanjung Burung, kecamatan Teluk Naga, Tangerang. Komunitas ini dipelopori oleh Ghofur yang sekarang menyelenggarakan walimatus safar. Ia juga dipercayai menjadi ketua RTM.

“RTM didirikan tiga tahun silam. Saat itu kegiatannya hanya menanam mangrove di muara sungai Cisadane,” ujar Marbawi.

Kala itu terang Marbawi, hanya bang Ghofur yang memiliki pengetahuan tentang menanam mangrove. Pengalaman dan pengeahuan anggota RTM lain masih terbatas. Dukungan warga yang sangat minim juga membuat upaya RTM menanam mangrove sering menemui kendala, sehingga tak banyak lahan kitis di muara Cisadane yang berhasil mereka hijaukan.

“Situasi itu berubah ketika Kelompok Stacia Hijau datang ke desa kami,” ungkap Marbawi.

Kelompok Stacia Hijau (KSH) didirikan oleh Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Awalnya hanya bertujuan menyelamatkan kawasan pantai di muara Cisadane dengan cara menanam mangrove.

Tetapi semakin jauh melangkah, mereka sadar, menanam mangrove berarti juga harus menyertakan program konservasi, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan ekonomi dan budaya warga setempat. Semua ini harus ditangani menyeluruh, berkesinambungan dan tuntas.

KSH kemudian mendirikan home base di desa Tanjung Burung. Pada peristiwa itulah RTM dan KSH bertemu. Lalu bermutualisme.

“KSH datang ke desa kami hampir tiga tahun lalu. Mereka langsung membimbing RTM,” kenang Marbawi.

“Dari KSH kami menjadi mengerti cara berorganisasi dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan,” tambah Ubay.

Menurut Marbawi dan Ubay, kadang-kadang anggota RTM diajak KSH ke Kampus UMJ dan menginap di rumah anggota senior Stacia. Disana kata keduanya, anggota RTM diskusi panjang lebar tentang banyak hal bersama pengurus KSH. Hasil diskusi, mereka sampaikan ke anggota RTM lainnya. Mereka jadi sama-sama tercerahkan.

KSH juga memotivasi kami untuk gemar membaca dan rajin-rajin membuka internet untuk memperluas pengetahuan. Sekarang hampir semua anggota RTM tahu jenis-jenis mangrove, paham cara menanamnya dan mengerti nilai ekonominya.

Akrab dengan KSH membuat RTM tambah maju. Kegiatan RTM tak lagi sekedar menanam mangrove, tetapi bertambah dengan mendirikan taman bacaan, melahirkan kelompok musik marawis, mengedukasi masyarakat, dan sebagainya, Termasuk sebagai tenaga siap kerja ketika warga desa Tanjung Burung punya gawe, seperti menjadi panitia walimatus safar Ghofur tadi.

“Sekarang RTM telah berhasil mendirikan enam taman bacaan, dan akan terus kami tambah. Sehingga nanti semua warga Tanjung Burung terutama anak-anak, memiliki pengetahuan luas sebagai bekal masa depan mereka,” terang Marbawi.

Warga Sholat di Mushola yang dibangun KSH. Mushola ini tepat di pinggir sungai Cisadane
Warga Sholat di Mushola yang dibangun KSH. Mushola ini tepat di pinggir sungai Cisadane

Posko KSH yang dibangun di pinggir kali Cisadane, kata Marbawi juga difungsikan warga sebagai ruang publik. Disana ada kamar mandi, sarana mencuci, mushola, dermaga, ruang baca, aula serba guna, menara, kursi-kursi dan halaman bersih yang nyaman. Semua itu boleh dimanfaatkan warga.

Posko KSH juga digunakan aparat desa untuk menerima tamu dari luar, termasuk menerima kunjungan pejabat pemerintah.

Di posko KSH, setiap pagi anak-anak mandi dan ibu-ibu mencuci. Siangnya anak-anak pulang sekolah main disana. Sorenya banyak warga yang bercengkrama di Posko KSH. Malam hari posko juga ramai didatangi warga.

“Dulu sesama warga sini kurang akrab, tetapi sejak ada posko KSH yang berfungsi pula sebagai ruang publik, warga akhirnya sering bertemu di posko KSH. Awalnya saling sapa, lalu saling kenal. Sekarang hubungan warga disini sangat akrab dan kompak. Ini membuat kami mudah menjalankan program untuk memajukan desa kami,” kata Marbawi.

“Kepada KSH, warga Tanjung Burung sangat berterima kasih, karena KSH yang mengubah desa kami menjadi lebih baik, berpengetahuan, kompak, ramah lingkungan, dan dikenal orang luar. Semua ini menjadi bekal untuk menyongsong masa depan desa kami,” kata Marbawi menyudahi kisah nyatanya.
(Ahyar Stone. 23/1/19)

SARMMI dan Mitra Sinerginya Resmi Mengakhiri Operasi Kemanusiaan di Desa Kunjir Lampung Selatan

Sabtu malam, 22 Desember 2018, terjadi tsunami di Selat Sunda. Beberapa jam pasca tsunami, SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) menggelar operasi SAR dengan mengirim SRU (Search Rescue Unit) ke desa Kunjir, kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Operasi SAR dikordinir oleh personil Mapasanda STIE Muhammadiyah Kalianda, Lampung Selatan.

SRU bersama warga setempat berhasil menemukan tiga korban meninggal dunia, mengevakuasi warga yang luka-luka, serta membantu menyingkirkan puing-puing bangunan.

Setelah menyelesaikan operasi SAR. Tanggal 27 Desember 2018, SARMMI menyelenggarakan operasi kemanusiaan dengan mendirikan posko relawan kemanusiaan yang _focus area_ di desa Kunjir. Operasi kemanusiaan dikordinir oleh Pengurus Pusat SARMMI.

Selain desa Way Muli, desa Kunjir – dua desa ini bersebelahan dan sama-sama berada di bibir pantai pesisir Lampung Selatan — adalah desa yang paling parah kena tsunami Selat Sunda. Inilah alasan SARMMI menyelenggarakan secara serial operasi SAR dan operasi kemanusiaan di desa Kunjir.

Pada perkembangannya, terdapat 26 tim relawan dari berbagai lembaga yang bergabung sebagai mitra sinergi SARMMI di posko relawan kemanusiaan. Mitra sinergi adalah model kerja sama setara untuk saling menguatkan. Mereka adalah :

Stacia Univ. Muh (UM) Jakarta. HW UMJ. Camp STIEM Jakarta. Mapsa UM Purwokerto. Mapala UMY. Keluarga besar Malimpa UM Surakarta. Mapala UMRI. Mapala UM Sumatera Barat. Mapasanda STIEM Kalianda. Umpala UM Lampung. Mohuyula UM Gorontalo. Mapala Sekabuten Asahan. Mapanjala FH Univ. Pajajaran Bandung.

KAUMY Lampung. Akbid Wirabuana Metro. Relawan UM Metro. Crisis Centre Fak. Psikologi UM Lampung. MDMC Lampung Selatan. MDMC Pekanbaru. Lazismu Pekanbaru. MDMC Sumatera Barat.

Waskita Divisi 6 Palembang. Fanindo Lampung. YLKI Pekanbaru. Jembatan Kebaikan Ummah Pekanbaru. Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI).

Melihat kondisi desa Kunjir yang beranjak kondusif, tanggal 31 Januari 2019, SARMMI dan mitra sinerginya secara resmi mengakhiri operasi kemanusiaan di desa Kunjir. Dengan demikian segala aktivitas di posko relawan kemanusiaan di desa Kunjir dinyatakan selesai.

Selama 35 hari menyelenggarakan operasi kemanusiaan di desa Kunjir, kegiatan yang diselenggarakan SARMMI dan mitra sinerginya adalah sebagai berikut :

1. Siaga SAR 24 Jam
Diselenggarakan untuk mengantisipasi bencana susulan. Mengirim informasi kondisi terkini desa Kunjir kepada pihak-pihak yang memerlukan. Mengedukasi warga tentang kebencanaan. Juga melatih warga desa Kunjir menjadi relawan kemanusiaan dengan cara melibatkan beberapa orang warga Kunjir sebagai anggota posko relawan kemanusiaan.

2. Siaga Medis 24 Jam
Selain _stand by_ di posko untuk melayani warga yang datang berobat, tim medis proaktif mendatangi warga desa Kunjir yang memerlukan pertolongan medis segera. Mengadakan penyuluhan kesehatan. Melakukan pusat kesehatan masyarakat keliling (Puskel), yakni  door to door mengecek kesehatan warga desa Kunjir dan warga desa lain. Serta memberikan pelatihan singkat kepada keluarga korban luka tentang cara merawat luka secara baik dan benar sesuai prosedur medis.

3. Dapur Umum 24 jam
Dibuka untuk melayani kebutuhan konsumsi semua orang. Baik pengungsi, sesama relawan, aparat, maupun masyarakat umum yang melewati desa Kunjir. Setiap hari menunya berbeda. Bentuk layanan adalah makan dan minum di tempat, tetapi diperbolehkan bagi yang memerlukan untuk dibawa pulang.

4. Pendampingan Psiko Sosial
Ditujukan untuk siswa SD, SMP dan SMA. Pendampingan psiko sosial dilakukan di halaman sekolah dan ruang terbuka di sekitar posko. Teknis pendampingan adalah fun game, membaca, menggambar, mewarnai, mendongeng, mengobrol santai, pemutaran film layar tancap dan sebagainya.

Bentuk lain layanan adalah proaktif mengunjugi (door to door) warga yang memerlukan pendampingan psiko sosial. Siaga 24 jam. Untuk semua jenis kelamin dari segala tingkatan usia.

5. Pengajian Akbar
Diselenggarakan dua kali ba’da sholat isya’ di Masjid Nurul Iman Desa Kunjir. Selain itu, setiap malam diselenggarakan pula tausiah ba’da maghrib dan ba’da subuh. Jama’ahnya adalah warga desa Kunjir dari segala tingkatan usia.

Guna kelancaran jama’ah beribadah, untuk Masjid Nurul Iman diberikan pula bantuan berupa donasi tunai, Al Qur’an, mukena, sarung dan ambal.

6. TPA Darurat

Difokuskan untuk anak-anak. Diselenggarakan setiap hari usai maghrib, di posko relawan kemanusiaan. Setiap anak diberi pula bantuan berupa mukena anak, peci, Iqra’ dan Alqur’an. Usai operasi kemanusiaan, pengelolaan TPA darurat dikembalikan kepada ustad yang sebelum tsunami, mengajar ngaji di Masjid Nurul Iman.

7. Emergency Barbershop
Yakni layanan cukur rambut gratis untuk korban tsunami. Untuk pria dewasa, remaja dan anak-anak. Namun, karena di desa kunjir dan di desa-desa tetangga belum ada jasa cukur rambut yang buka, beberapa orang yang bukan korban tsunami juga cukur rambut di _Emergency Barbershop_ ini. Baik korban tsunami maupun yang bukan, dilayani sama baiknya. Mereka mengaku sangat puas.

8. Hunian Darurat
Berbentuk barak pengungsian dari bahan dasar bambu dan atap terpal model doome. Di dalam barak terdapat delapan bilik untuk delapan KK. Masing-masing bilik dilengkapi penerangan, sarana untuk mengecas HP, kipas angin, dispenser, dan tempat tidur berbahan utama tripleks tebal.
Diluar bilik disediakan dapur, amben untuk duduk bersama dan fasilitas umum lainnya.

9. Emergency Toilet Air Hangat Alami
Dibangun dengan memanfaatkan sumur airn hangat alami milik warga yang rumahnya hilang karena tsunami.

Terdiri dari tiga bilik. Selain untuk toilet, dapat pula dipakai untuk mandi, mencuci, dan sebagainya.

Emergency toilet ini sangat membantu para relawan dan dermawan yang ke desa Kunjir, aparat yang gotong royong, dan masyarakat umum yang hendak buang air dan mencuci muka. Karena pasca tsunami, di desa Kunjir tak ada lagi fasilitas umum seperti ini.

10. Distribusi Bantuan Kebutuhan Pengungsi
Bantuan yang diberikan berupa sembako, air mineral, peralatan sekolah, perlengkapan ibadah, peralatan masak, alat makan minum, selimut, kasur, karpet alas tidur, dispenser, kipas angin, sandal jepit, pakaian baru, sisir, payung, pemotong kuku, perlengakapan balita, kebutuhan khusus wanita, dan masih banyak lagi.

Dengan selesainya operasi kemanusiaan di desa Kunjir, kepada semua pihak yang telah berdoa, membimbing, menasehati, membantu serta mendukung operasi kemanusian ini, SARMMI dan mitra sinerginya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Semoga perbuatan baik mereka dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, dan segala yang dikerjakan SARMMI dan mitra sinerginya untuk korban tsunami di desa Kunjir, juga menjadi amal jariah mereka.

(Ahyar Stone)