AHASS Motor UMS dan SARMMI Bantu Korban Banjir Bengawan Solo

1

Banjir surut tidak berarti persoalan langsung berakhir. Masalah yang diakibatkan banjir sangat banyak. Termasuk kerusakan sepeda motor. Dalam rangka meringankan beban korban banjir Bengawan Solo, AHASS Motor Univ. Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) mengadakan bakti sosial berupa  service gratis sepeda motor, di Wonorejo. Pranan. Polokarto. Sukoharjo. Jawa Tengah.

3

Menurut Ketua AHASS Motor UMS DR. Supriyono, kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian AHASS Motor UMS terhadap problem masyarakat pasca banjir Bengawan Solo.

Senada dengan itu, Ketua pelaksana Bakti Sosial Service Gratis  Amin Sulistyanto, ST. Menerangkan, “Kendati sehari-hari kami di AHASS Motor UMS bergerak di jalur bisnis, namun membantu masyarakat korban bencana alam, juga menjadi prioritas kami”, papar Amin yang juga merupakan dosen Fakultas Teknik UMS.

2

Service gratis yang dilaksanakan pada 20 dan 27 Desember 2016, diakui oleh warga  Pranan, sangat membantu mereka. “AHASS Motor UMS telah meringankan beban kami, semoga lain waktu mereka bisa bakti sosial lagi disini”, harap warga Pranan. (AS)

UMS dan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia Kerjasama Bantu Korban Banjir Garut

“UMS sangat prihatin dengan penderitaan warga Garut korban banjir. UMS memiliki komitmen untuk meringankan penderitaan mereka”, demikian kata Wakil Rektor I UMS. Dr. Muhammad Da’i Msi. Apt. Dalam sambutannya di acara serah terima bantuan UMS untuk Garut yang diselenggarakan di Rektorat UMS (27/9)

Bantuan UMS berbentuk uang tunai Rp. 50 juta dipercayakan kepada Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Muhammadiyah Indonesia untuk menyalurkannya ke Garut. Bantuan diterima langsung oleh Ketua SAR Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia, Slamet Widodo yang didampingi Sekerataris Umum Ahyar Hudoyo, Bendahara Umum Aris Munandar, dan tim Operasonal SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia Edy Setiawan yang berasal dari Mapala Univ. Muhammadiyah Jogjakarta.

1-pr-1-ums

Lebih jauh Muhammad Da’i yang didampingi Kepala Sekretariat Rektorat UMS. Moh. Nafi, mengatakan, bantuan UMS dipercayakan kepada SAR  Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia. “Anggota Mapala memiliki karakter yang tangguh, dapat bergerak cepat, dan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Bantuan UMS yang dsalurkan melalui SAR Mapala Muhammadiyah tentu akan tepat waktu, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akurat”, demikian kata Muhammad Da’i.

Sementara Ketua SAR Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia, Slamet Widodo dalam sambutannya mengatakan, “Sumbangan UMS yang dititipkan pada kami, merupakan amanat yang harus segera disampaikan kepada korban banjir Garut. Sepulang acara ini, kami langsung bergerak agar dapat secepatnya tiba di Garut”.

Disampaikan pula oleh Slamet Widodo, Tim dari Solo yang akan dikirim ke Garut membawa bantuan UMS, secara Nasional merupakan tim ketiga SAR Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia.

6

“Tim pertama berasal dari potensi SAR Mapala di perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta, Tangerang, dan Sukabumi. Tim pertama dikordinir oleh Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta, dan Camp STIEM Jakarta. Tim kedua dari Lampung yang dikordinir oleh Mapasanda STIEM Kalianda Lampung Selatan,” kata Slamet.

“Bantuan UMS bertepatan dengan selesainya status tanggap darurat bencana tahap pertama.  Sesuai dengan pengumuman Pemerintah, tahap kedua dimulai hari ini hingga 5 Oktober 2016. Bantuan UMS sangat dibutuhkan untuk mengisi tahap kedua karena sebagian tim rescue dan relawan sudah berangsur-angsur meninggalkan Garut. Bantuan UMS berada di moment yang tepat”, demikian kata Slamet Widodo.

Tiga Hari Pasca Banjir Bengawan Solo Warga Telah Beraktivitas Normal

Tiga hari pasca meluapnya sungai Bengawan Solo, aktivitas warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai berangsur normal.  Terik matahri yang menyinari solo sepanjang selasa (21/6/) dimanfaatkan warga menjemur perabotan dan perlengkapan di halaman rumahnya.

banjir-solo-1

“Tenda-tenda yang didirikan secara swadaya oleh warga di beberapa titik di tanggul bengawan solo sudah mulai dibongkar. Warga berangsur-angsur menempati rumahnya dan beraktivitas seperti sebelum banjir”, demikian terang Kordinator tim Update Data Terkini SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SAR MPA MI )Wely Lesmana di kampung Ngemplak, Kelurahan Gadingan.

Menurut Warga ngemplak Waluyo (67 th) banjir kali ini tergolong besar.

“Saya lahir di Kampung ini. Setelah banjir besar tahun 1966, 2007, banjir malam minggu kemarin termasuk besar. Rumah saya hampir hanya terlihat atapnya. Banjir terjadi karena air kiriman dari hulu dan meluapnya anak sungai Bengawan Solo”, cerita Waluyo yang ketika air bah datang mengungsikan keluarganya di tenda yang didirikan tepat di depan rumahnya yang hanya beberapa meter dari sungai Bengawan Solo.

Pemandangan serupa juga tampak di pemukiman warga tepi Kali Pepe Solo. “Di Sangkrah, Pucang Sawit, aktivitas warga juga mulai normal. Namun hendaknya warga yang bermukin di bantaran dan pinggiran anak Bengawan tetap waspada. Anomali bisa saja membuat hujan deras kembali turun”, lanjut Wely Lesmana yang merupakan anggota Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta.

pasca-banjir-solo

Kali Pepe yang melintasi kota Solo merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo. Malam minggu lalu Kali Pepe meluap. Ratusan KK mengungsi karena rumahnya digenangi air dengan ketinggian yang bervariasi.

Everything you need to know about the presidential debate

A group advocating the rights of veterans from Iraq and Afghanistan are on the Hill this week to press lawmakers on issues ranging from disability care to high rates of unemployment.

Iraq and Afghanistan Veterans of America, the largest organization for veterans of the wars, will host a series of events as a part of their Storm the Hill campaign this week, culminating in Thursday’s release of their legislative agenda for 2010.

Top priorities include improving the claims processing system for disabled veterans, addressing the suicide epidemic among service members and improving the Veterans Affairs Department’s health care services for women.

This is the fifth annual trip for the group, which was founded in 2004. Starting Monday, the veterans will form teams named for the military alphabet — Alpha, Bravo, Charlie, etc. — and will meet with more than 100 lawmakers to discuss their issues.

The veterans were originally scheduled to meet with Rep. John Murtha (D-Pa.), a Marine veteran of the Vietnam War, who died Monday.

Siaga SARMMI di Suwanting Merbabu

“Perjalanan turun sama pentingnya dengan perjalanan mendaki”, demikian pesan Edmund Hillary. Sayangnya Afri Deki (26 th) lupa dengan petuah legenda Everest itu. Akibatnya mahasiswa semester akhir Sejarah Kebudayaan Islam UIN Jogjakarta ini harus turun dari gunung Merbabu dengan cara yang tidak lazim.

Afri yang mendaki Merbabu bersama tiga temannya dari Jogjakarta, memulai drama pendakiannya dari jalur Suwanting. Sawangan. Magelang (16/8). Rombongan kecil ini tiba di puncak Merbabu pagi hari menjelang upacara bendera 17 Agustus dimulai (17/8). Tak lama usai upacara, Afri beserta tiga sohibnya meninggalkan puncak Merbabu, dan berbaur dengan pendaki lain yang juga berniat turun ke desa Suwanting.

posko-umy

Di perjalanan empat sekawan itu terpisah. Dua teman Afri masing-masing Jaim dan Iyanda telah jauh di depan. Menyadari situasi ini, apalagi kabut mulai datang dan mendung kian gelap, Afri melanjutkan perjalanan turunnya dengan berlari.

Ada beberapa jalur pendakian di Merbabu. Namun dari semua jalur itu, Suwanting merupakan jalur yang paling sulit. Tidak seperti jalur lainnya yang di beberapa bagian terdapat area datar dan sedikit landai, sepanjang jalur Suwanting mulai dari masuk desa Suwanting hingga puncak Merbabu, semua medannya menanjak. Menuruni jalur Suwanting dengan berjalan saja sudah berbahaya. Apalagi dengan berlari di jalur yang hari itu licin karena usai diguyur hujan lebat seperti yang dilakukan Afri.

desa-suwanting-berkabut

Memasuki kawasan hutan Manding, mendadak paha Afri kram. Kini, jangankah untuk berlari, berjalan pun Afri kesulitan. Mahasiswa kelahiran Bengkulu itu agaknya pantang menyerah. Ditemani seorang temannya, Aziz, Afri, kendati dengan langkah tertatih – tatih dan beberapa kali nyaris terjerambab, melanjutkan perjalanan turunnya.

Hujan yang kembali mengguyur jalur Suwanting, membuat Afri berada dalam kesulitan besar. Akibat memaksa diri berjalan dalam kondisi tidak fit, ditambah suhu dingin yang mengigit, kedua kaki Afri menjadi tak bisa digerakan. Jempol kakinya membiru. Badannya menggigil hebat. Kesadarannya menurun. Afri terkena gejala hyphotermia level sedang.

lembah-lempong

Beberapa saat usai mendapat informasi musibah yang dialami Afri, Tim Siaga SAR Suwanting yang merupakan gabungan pemuda desa Suwanting dan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI), bergegas menuju lokasi Afri. Afri kemudian dievakuasi ke tenda tim Siaga SAR Suwanting. Disini tubuh Afri dihangatkan dengan selimut tebal. Diberi asupan energi dan nutrisi. Seorang personil SARMMI dari Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta, Noval memberikan perawatan medis pra rumah sakit.

Setelah kondisi Afri mulai membaik. Pukul sebelas malam, Noval bersama dua personil SARMMI lainnya, Bayu dan Antok dari Mapala Univ. Muhammadiyah Riau, serta seorang pemuda Suwanting, Eko, mulai membawa Afri turun dengan cara ditandu. Sementara personil yang lain, Supomo, Kirun, Wahyu, Zainal, Tilit, Aris, dan Muspaidi menjadi penunjuk jalan sekaligus sebagai tim cadangan.

Diakui Noval, memanggul tandu di jalur Suwanting sangat sulit. Kondisi medan yang licin membuat tim tidak dapat bergerak cepat. “Jika tidak ekstra hati – hati, bisa saja kami nanti yang ditandu”, seloroh Noval.

Pukul satu dinihari (18/8) tim evakuasi memasuki kawasan lembah Mitoh. Disini Afri kembali menggigil. Tandu diturunkan. Setelah dibungkus dengan kantong tidur, serta diberi asupan nutrisi dan energy, Afri mulai membaik, dan kembali ditandu.

Di ujung lembah Mitoh, tim Siaga SAR Suwanting yang terdiri dari Umar, Badai, Rambat, Iyana, Qarim, dan Wandi telah menunggu. Keenamnya merupakan tim bantuan yang naik dari Base Camp Induk untuk memberikan bantuan di ujung lembah Mitoh. Afri diminumi air hangat. Diberi makanan secukupnya. Seorang ahli terapi dari Suwanting, Rambat, melakukan terapi. Usai diterapi, Afri dapat melangkah, dan bisa dipapah hingga ke lembah Ngrijan.

Memapah Apri rupanya tidak dapat dilanjutkan. Kecuraman etape Ngrijan – Lembah Cemoro sangat riskan memapah Afri. Ditandu juga tidak memungkinkan. Indri, Celsi, dan Umar, lantas bergantian menggendong Afri.

Pukul setengah empat dinihari, tim evakuasi tiba di Pos I Lembah Lempong. Dari sini Afri dipapah menuju jalan beton yang merupakan batas hutan dengan area ladang sayuran warga Suwanting. Untuk mempercepat perjalanan ke Base Camp, Afri dinaikan sepeda motor, diapit oleh Eko dan Badai.

Di Base Camp, Afri ditangani oleh John Lempo, Arif, dan Eka. Dari pemeriksaan yang dilakukan ketiga personil SARMMI yang berasal dari Mapala Univ. Muhammadiyah Jogjakarta (UMY) diketahui, kondisi Afri sudah cukup, dan tidak memerlukan bantuan medis yang serius.

Arif menyayangkan keputusan Afri berlari menuruni jalur Suwanting. Namun Arif percaya, kejadian buruk ini akan menjadi pelajaran penting bagi Afri di pendakiannya di masa akan datang, “Setiap puncak selalu mengajarkan sesuatu” ujar Arid menyitir kata-kata penjelajah kenamaan Inggris Sir Mc. Coy.

Terhadap kegesitan dan kegigihan warga Suwanting menolong pendaki yang mengalami peristiwa buruk di Merbabu, Arif yang memilik pengalaman panjang mengikuti operasi SAR skala besar di banyak daerah, mengaku sangat kagum. Semangat warga Suwanting untuk menjadikan jalur sulit Suwanting aman bagi siapa saja,  juga pantas didukung.

“SARMMI yang merupakan Sekretariat Bersama (Sekber) SAR di Mapala Muhammadiyah Se Indonesia, memiliki tanggungjawab moral untuk mendukung warga Suwanting”, kata Arif.

Lebih jauh Arif menceritakan, SARMMI sudah sering datang ke Suwanting. Siaga SAR di Suwanting ini merupakan tindak lanjut silaturahmi SARMMI. Yang berpartisipasi di Tim SARMMI Siaga Suwanting adalah Mapala UMY. Mapala UMRI, dan Stacia UMJ. Tim kecil yang didukung Hammock Akira Mata ini, dilepas oleh Wakil Ketua Mapala UMY, di kampus UMY. SARMMI Siaga Merbabu bersama warga Suwanting selama tiga hari.

“Kami prediksi, Suwanting yang baru dibuka dua tahun, akan menjadi jalur idaman pendaki Merbabu. Jalurnya yang sulit, namun memilik pemandangan cantik, serta sikap ramah penduduk Suwanting, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki dari manapun”, kata Arif.

Senada dengan Arif, seorang pendaki dari kelompok Napala Jakarta, Een Rohayani yang ke Merbabu bersama suami, dan tiga anak mereka, mengakui pula keelokan pemandangan jalur Suwanting, dan keramahan warganya

“Kami sekeluarga benar – benar mendapat pengalaman istimewa mendaki Merbabu. Jalur Suwanting memang sulit. Tetapi itu sebanding dengan pemandangannya yang cantik. Penduduknya yang ramah, membuat ketiga anak kami terkesan. Ini bagus untuk melatih mereka berinteraksi sosial. Pendaki yang ingin mendapat nuansa berbeda, pasti akan mendaki Merbabu melalui Suwanting”, papar Een menerangkan.

Pencarian Pendaki Swiss di Semeru Diperpanjang 3 Hari

MALANG-Pencarian pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux, yang diduga tersesat dan hilang di Gunung Semeru, diperpanjang selama tiga hari ke depan, terhitung mulai dari tanggal 15 hingga 18 Juni. Creaux diketahui mendaki Semeru sejak Jumat, 3 Juni, dan dilaporkan hilang pada Selasa sore, 7 Juni 2016.

img-20160614-wa0011

Memasuki hari kesepuluh sejak open operasi SAR, tim rescue yg terdiri dari berbagai potensi SAR yang kini melakukan pencarian di kawasan Gunung Semeru, belum menemukan adanya titik terang keberadaan warga negara Swiss tersebut.

“Makanya operasi SAR diperpanjang selama tiga hari ke depan, terhitung dari hari Rabu,.Juni, kemarin”, ungkap Farid Fauzy Ahmad, salah seorang anggota tim rescue yang diturunkan oleh SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia untuk melakukan pencarian terhadap Creaux.

Mapala Stacia dan Mapala UMY yang tergabung dalam SARMMI ini mengabarkan, saat ini pencarian dikonsentrasikan pada beberapa titik yang diduga kuat dilalui oleh Creaux, yakni sepanjang Tawangsongo dan Kalimati. Tim SAR juga melakukan penyisiran menuju puncak melalui sisi kanan Arcopodo.

Selain melakukan penyisiran di darat, Basarnas yang menjadi penanggung jawab operasi SAR tersebut, juga menurunkan dron untuk mengoptimalkan pencarian melalui udara.(ZL)