SARMMI Dirikan Posko Kemanusiaan di Desa Aek Ngadol untuk Pulihkan Pemukiman

Banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Selatan beberapa hari terakhir meninggalkan kerusakan besar, terutama di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru. Desa ini menjadi salah satu titik terparah akibat luapan Sungai Galoga yang membawa ribuan kayu gelondong dan lumpur tebal. Terjangan banjir menghancurkan organisasi warga, merobohkan rumah, bahkan ada beberapa bangunan yang hilang tanpa jejak. Rumah-rumah yang masih berdiri pun dipenuhi lumpur dengan ketebalan mencapai satu meter, membuat warga tidak dapat kembali menempati kediamannya.

Menangapi kondisi tersebut, SARMMI bergerak cepat dengan mendirikan Posko Kemanusiaan di desa tersebut. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, titik pengumpulan relawan, serta pusat distribusi bantuan bagi warga. Kehadiran posko juga menjadi langkah awal untuk memulai proses pemulihan di wilayah yang paling parah.

Posko SARMMI di Aek Ngadol dikelola oleh gabungan relawan dari berbagai organisasi mahasiswa pecinta alam, antara lain Sapta Pala Jakarta, Mapala UMY, Mapala UMRI, Himdikum UMRI, Kompel UMTS, serta Mapal Stacia UMJ. Kehadiran mereka memperkuat upaya penanganan darurat dan meringankan beban warga yang tengah berjuang menghadapi situasi sulit.

Salah satu program utama di posko tersebut adalah pembersihan rumah warga dari timbunan lumpur. Aktivitas ini dilakukan secara gotong-royong oleh para relawan dan warga setempat. Banyak rumah yang tidak bisa dihuni karena bagian dalamnya dipenuhi lumpur setebal pinggang orang dewasa. Melalui kerja fisik yang intensif, para lawan berupaya mengevakuasi lumpur, memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, serta membersihkan ruangan agar rumah kembali layak ditempati.

Selain membersihkan rumah, relawan juga membantu membuka akses jalan, memperbaiki jalur yang tertutup material banjir, serta mencatat kebutuhan mendesak warga. Kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan perlengkapan kebersihan menjadi prioritas distribusi posko.

Kerja kemanusiaan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi warga yang masih trauma akibat bencana. Kehadiran relawan di desa memberikan harapan baru, terutama bagi mereka yang kehilangan harta benda dan harus memulai kembali kehidupan dari awal.

SARMMI berharap kegiatan pembersihan lumpur dapat mempercepat pemulihan pemukiman. Rumah yang kembali bersih dan layak huni akan membantu warga mengurangi kemandirian di tempat pengungsian serta memungkinkan aktivitas mereka kembali berjalan secara bertahap. Bagi warga yang rumahnya hilang tersapu banjir, pendampingan tetap dilakukan agar mereka mendapatkan bantuan lanjutan.

Melalui posko kemanusiaan ini, SARMMI juga terus mengajak masyarakat luas untuk ikut serta memberikan bantuan. Donasi yang masuk akan disalurkan langsung kepada warga terdampak melalui mekanisme posko agar lebih tepat sasaran. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memperkuat upaya pemulihan di kawasan yang hingga kini masih dalam kondisi darurat.

Aksi SARMMI di Desa Aek Ngadol menunjukkan tingginya solidaritas berbagai pihak dalam membantu korban bencana. Melalui kolaborasi lawan dari berbagai daerah, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif. SARMMI menegaskan komitmennya untuk tetap hadir mendampingi warga hingga kondisi desa dipertahankan tercapai sepenuhnya.

#SARMMI #BanjirBandangSumatera #AksiSosialSARMMI

SARMMI Pusat Kirimkan Relawan ke Lokasi Banjir Bandang Sumatera

Upaya penanganan bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus digencarkan. Pada Senin, 8 Desember 2025, SARMMI Pusat mengirimkan dua relawan tambahan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak. Keberangkatan dilakukan tepat pukul 18.00 WIB dari Jakarta.

Dua relawan tersebut adalah Ahyar Stone dari Mapala UMY dan Muhammad Lutfi Altito dari Sapta Pala. Keduanya berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Pekanbaru sebelum melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Selatan (Tapsel), lokasi yang menjadi salah satu titik parah terdampak banjir bandang. Mereka dijadwalkan singgah terlebih dahulu di Sekretariat Mapala UMRI di Pekanbaru untuk melakukan koordinasi dan persiapan lanjutan.

Setibanya di Tapsel, Ahyar dan Tito akan bergabung dengan tim relawan Mapala UMRI dan Kompel UMTS yang sejak awal kejadian telah berada di lapangan melakukan operasi SAR dan mitigasi terhadap dampak bencana. Kehadiran dua relawan ini menambah kekuatan tim yang telah bekerja menghadapi situasi sulit akibat banjir bandang.

Bencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatera tersebut menimbulkan kerusakan besar dan menyisakan kondisi memprihatinkan. Informasi di lapangan menunjukkan tingginya jumlah korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan aktivitas masyarakat. Di Aceh, empat desa bahkan dilaporkan hilang tersapu banjir, menggambarkan betapa besarnya dampak yang ditimbulkan.

Keberangkatan dua relawan ini dilepas oleh tiga senior Sapta Pala, yakni Isbah Rahman, dan Ida Fitriani, Adin Nugroho dan Nunung dari Stacia dari Bidang Kominfo SARMMI Lita dan Nunung dari Stacia. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya SARMMI untuk memperkuat kehadiran tim di lokasi dan mempercepat pembentukan Posko Kemanusiaan SARMMI di Tapanuli Selatan.

Melalui langkah ini, SARMMI berharap keberadaan para relawan dapat membantu meringankan beban penyintas dan mendukung pemulihan awal di daerah yang terdampak. Donasi yang telah terkumpul dari masyarakat juga akan segera disalurkan langsung kepada penyintas melalui posko kemanusiaan yang sedang dipersiapkan.

SARMMI terus membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini dan berkomitmen melanjutkan pendampingan kemanusiaan di wilayah bencana.

SARMMI Peduli: Aksi Kemanusiaan untuk Sumut, dan Sumbar yang Dilanda Banjir Bandang

Bencana banjir bandang dan longsor telah melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar pada akhir November 2025, menyisakan duka dan kerusakan berat bagi warga di banyak wilayah. Curah hujan ekstrem yang melanda sejak 24 November menyebabkan sejumlah sungai meluap, merendam pemukiman, dan menghancurkan infrastruktur penting.

Di Aceh, curah hujan dan banjir memaksa sembilan kabupaten/kota menetapkan status darurat. Sebanyak 14.235 kepala keluarga — atau sekitar 46.893 jiwa — terdampak, dan 455 KK (±1.497) jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Infrastruktur, jalan, fasilitas umum dan rumah warga rusak, banyak yang terendam hingga tidak bisa terjadi.

Sementara di Sumatera Utara, bencana ini jauh dari enteng. Laporan resmi mencatat 43 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 orang dinyatakan hilang. Akibat longsor dan banjir yang terjadi di 11 kabupaten/kota, lebih dari 1.168 warga harus mengungsi.

Di Sumatera Barat, 12 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor. Sekitar 12.000 jiwa terdampak, termasuk banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan akses kebutuhan dasar. Infrastruktur rusak, rumah terendam — banyak warga kini berjuang keras untuk bangkit kembali.

Melihat skala kerusakan dan penderitaan saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar, kehadiran kepedulian bersama sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, SARMMI membuka pintu donasi bagi siapa saja yang ingin membantu meringankan beban korban. Dana yang dikumpulkan akan difokuskan untuk:

Bantuan darurat: pangan, air bersih, dan kebutuhan mendesak pengungsi.

Pemulihan tempat tinggal dan bantuan perbaikan rumah serta fasilitas umum

Dukungan logistik dan rehabilitasi lingkungan terdampak.

Dengan kontribusi sekecil apapun, Anda sudah membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dari musikbah. Mari buktikan bahwa solidaritas dan kepedulian kita bisa menjadi penolong di saat mereka sangat membutuhkan.

Semoga bantuan kita membawa harapan baru agar mereka bisa kembali bangkit, membangun kembali rumah dan kehidupan, serta pulih dari trauma dan kehilangan. SARMMI peduli, SARMMI hadir untuk kemanusiaan.

 

 

Sumber Informasi :

https://rm.id/

CNN Indonesia

Dan Indonesia

apnews.com

BNPB

 

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah: Di Kegiatan SARMMI, Gerak dan Dakwah Muhammadiyah Sangat Terasa

Mengagetkan. Ternyata lebih dari satu abad yang lalu, Muhammadiyah sudah bergerak di kebencanaan.

  1. Saat Indonesia belum lahir, Muhammadiyah sudah mengirim relawan kemanusiaan ke Blitar, Jawa Timur, guna membantukorban erupsi Gunung Kelud.

Sejarah penting bagi gerakan kerelawanan di Indonesia yang belum banyak diketahui publik itu, diungkap oleh Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Adam Jerusalem, saat menyampaikan sambutan pada acara penutupan Munas SARMMI. Di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Sambutan disampaikan Adam Jerusalem melalui zoom dari Bangkok.

Lebih rinci diceritakan olehnya, pada 20 Mei 1912, tatkalaterjadi erupsi Gunung Kelud yang menelan korban sangat banyak, Pimpinan Pusat Muhamadiyah kala itu, yakni Kyai Sujak di Kauman Yogyakarta, mengambil langkah tegas dan strategis untuk membantu korban erupsi Gunung Kelud.

Peristiwa itu kemudian menginspirasi Kyai Sujak, KH. Ahmad Dahlan dan tokoh lainnya mendirikan suatu badan yang diberinama PKU (Penolong Kesengsaraan Umum).

Gerakan filantropi Muhammadiyah tadi, kemudian melintas batas, jarak, budaya, religi dan batas-batas lainnya.

“Gerakan filatropi Muhammadiyah melintas batas-batas, karenagerak dan dakwah Muhammadiyah secara genuine memangseperti itu,” imbuhnya.

“Gerak dan dakwah Muhammadiyah tidak berhenti padaceramah-ceramah, fiqih, ibadah maupun agenda. Tetapi jugapada kegiatan praktis di masyarakat. Salah satunya adalah memberi pertolongan kepada masyarakat umum,” jelas Adam Jerusalem.

Terhadap kiprah SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) di kebencanaan, Adam Jerusalem yang mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, menilai peran, gerak dan program SARMMI, sangat relevan dengan apa yang duludipikirkan oleh para pendahulu Muhammadiyah.

“Peran SARMMI sangat signifikan dan esensial, karena peranSAR sangat dibutuhkan tatkala terjadi bencana alam, bencana kesehatan, dan bencana kemanusiaan,” terang Adam Jerusalem.

Meski demikian lanjutnya, pergerakan dan program pengurusbaru SARMMI periode 2022-2024, harus bisa lebih progresif, dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya, serta bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah pada khususnya.

SARMMI dengan berbagai kegiatannya, harus pula dapat membuat suatu program untuk meningkatkan kapasitasanggotanya. Capacity building ini terkait dengan memberikan pertolongan-pertolongan dan program-program untuk membantu korban bencana alam.

Tak kalah pentingnya untuk dilakukan SARMMI ke depan kata Adam Jerusalem, adalah membangun kerja sama, kolaborasi, komunikasi, dan kordinasi dengan SAR di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah lebih merekat.

SARMMI adalah lembaga SAR yang bercirikanMuhammadiyah. Hal ini tentu membuat SARMMI berbedadengan lembaga SAR lainnya.

“SARMMI berbeda dengan SAR lain. Di SARMMI gerak dan dakwah Muhammadiyah sangat terasa. Oleh karenanya, semangat kebersamaan antar SAR di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah perlu ditingkatkan dan dikordinasikan,” kata Adam Jerusalem.

“Sehingga manakala terjadi bencana di tempat tertentu, maka bisa dengan cepat simpul-simpul ini dikonsolidasikan, serta digerakan dengan efisien dan itu pasti efektif,” tambahnya.

Kepada peserta Munas SARMMI, Adam Jerusalem berpesan,tatkala terjadi bencana, Persyarikatan Muhammadiyah, kader Muhammadiyah, anggota, simpatisan, dan jamaah Muhammadiyah tak boleh cuma melihat saja. Ini bertentangan dengan apa yang sudah dicontohkan oleh para pendahulu Muhammadiyah.

“Manakala terjadi bencana anggota SARMMI, masyarakat umum, warga Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah, terutaman mahasiswanya harus dapat lincah, cekatan, dantanggap dengan cepat atas bencana tersebut,”pungkas Adam Jerusalem.

Musyawarah Nasional SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (Munas SARMMI) diselenggarakan mulai Jumat hingga Minggu, 5-7 Agustus 2022. Diikuti oleh perwakilan Mapala Muhammadiyah di Indonesia.

Pelaksana Munas adalah Mapsa UMP (Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto).

Salah satu agenda Munas SARMMI adalah memilihkepengurusan untuk periode dua tahun mendatang.

Pada Munas SARMMI yang ketiga ini, Handi Abdullah Muflihdari Mapsa UMP terpilih sebagai Ketua Umum SARMMI Periode 2022-2024. Ridwan Sidiq dari Mapsa UMP sebagai Sekretaris Umum.

Posisi Bendahara Umum SARMMI dijabat oleh Tia Sepiyani, dari CAMP STIE Muhammadiyah Jakarta.

Selain tiga nama di atas, ditetapkan pula empat ketua SARMMI.

Ketua Bidang Operasional dijabat oleh Fadlik Al Iman dari Stacia UMJ. Ketua Bidang Kominfo dijabat oleh Abdurahman dari Mapala UMRI.

Kemudian Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dijabat oleh Arif Romadhoni Setyawan dari Mapala UMY. Terakhir Ketua Bidang Logistik dijabat oleh Farich Fauzi dari UMS.

(Ahyar Stone & Rani Puspina/SARMMI)

Relawan Bencana Alam Wajib Paham HIRADC dan JSA

Prinsip dasar yang harus dikedepan oleh relawan yang terjun kelokasi bencana adalah safety first. Atau utamakan keselamatan.

Agar prinsif dasar tersebut dapat direalisasikan, relawan bencanaalam wajib paham HIRADC (Risk Assesment and Determining Control).

Demikian kata Fadlik Al Iman, saat mengisi Workshop PerlunyaHIRADC & JSA Bagi Relawan. Di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Fadlik merupakan Ketua Bidang Operasional SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia). Dia juga anggota STACIA UMJ, dan pemegang sertifikat HIRADC yang dikeluarkanBNSP.

Tampil pula sebagai narasumber workshop adalah Ahyar Stone. Dia seorang jurnalis, dan telah memimpin Operasi Kemanusiaan SARMMI di sejumlah bencana alam di tanah air.

Diterangkan oleh Fadlik, HIRADC merupakan suatu metodeyang digunakan untuk melakukan identifikasi terhadap bahaya, risiko, dan penentuan pengendalian atas suatu bahaya yang terdapat di lingkungan kerja maupun area rawan bencana.

Para relawan kemanusiaan, terutama relawan SARMMI yang senantiasa memilih lokasi bencana alam yang terpencil danterisolir, harus terlatih dalam melakukan penilaian resiko, sertabagaimana menanggulanginya.

“Di lokasi bencana, tim kemanusiaan SARMMI dikenal publik sebagai relawan garis depan. Meski begitu, semua relawan SARMMI tetap wajib memahami tuntas HIRADS. Hal ini untuk meminimalkan resiko yang mungkin terjadi,” terang Fadlik.

Selain HIRARC tambah Fadlik, para relawan juga wajib paham JSA.

JSA atau Job Safety Analysis, adalah teknik manajemen keselamatan yang fokusnya pada identifikasi bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang dilakukan. Khususnya di lokasi bencana.

“Dengan paham HIRADC dan JSA, maka relawan yang terjun ke lokasi bencana akan diuntungkan oleh dua hal. Yaitu cerdas dalam bertindak, serta kian maksimal membantu korban bencanaalam,” jelas Fadlik.

Guna mengaplikasikan langsung HIRADC dan JSA, Fadlik juga mengajak peserta workshop melakukan beberapa bentuk permainan yang menyenangkan.

Permainan itu, dapat pula dipakai saat relawan SARMMI menyelenggarakan psikososial di lokasi bencana.

Sementara itu, Ahyar Stone menilai, HIRADC dan JSA merupakan kebutuhan dasar bagi relawan bencana alam di Indonesia. Lebih-lebih bagi relawan SARMMI yang cenderung memilih lokasi bencana yang memiliki resiko tinggi.

Di kesempatan ini Ahyar menampilkan film dokumenter timSARMMI saat di terjun di bencana gempa Mamuju Sulawesi Barat, dan gempa Pasaman Sumatera Barat.

“Kendati terjun ke lokasi yang sama-sama dilanda gempa, tetapiyang dilakukan tim relawan SARMMI di Mamuju berbedadengan yang dilakukan di gempa Pasaman,” kata Ahyar.

Perbedaan itu muncul jelas Ahyar, lantaran kebutuhan masing-masing lokasi gempa juga berbeda. Meski demikian, tingkatresiko yang dihadapi relatif sama.

“Tim SARMMI yang terbiasa berada di lokasi bencana yang beresiko tinggi, tetap perlu paham HIRADC dan JSA. Hal ini jug untuk menjaga marwah SARMMI yang terlanjur dikenal masyarakat sebagai relawan garis depan,” pungkas Ahyar.

Workshop Perlunya HIRADC & JSA Bagi Relawan, merupakan salah satu sesi acara Munas SARMMI. Munas diikuti oleh utusan Mapala dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Munas diselenggarakan pada Jumat hingga Minggu, 5-7 Agustus2022. Pelaksana Munas SARMMI adalah Mapsa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (AZ)

(Ahyar Stone & Rani Puspina – SARMMI)

Secara Aklamasi Anggota Mapsa Muhammadiyah Purwokerto Terpilih Menjadi Ketua Umum SARMMI

Anggota Mapsa Mapsa Universitas MuhammadiyahPurwokerto, secara aklamasi terpilih menjadi Ketua UmumSARMMI yang baru. Pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Melalui Surat Ketetapan Nomor :005/KTTP/MUNAS/SARMMI /VIII/2022 Musyawarah Nasional SARMMI memutuskan Handi Abdullah Muflih sebagai Ketua Umum SARMMI Periode 2022-2024.

Terpilihnya Handi Abdullah sebagai Ketua Umum SARMMi, tidak begitu mengagetkan. Pasalnya, sedari awal SARMMI berdiri, yang bersangkutan sudah aktif di kegiatan SARMMI.

Pada kepengurusan SARMMI periode kedua, Handi Abdullah menduduki jabatan Ketua Bidang Operasi SARMMI.

Dalam mengelola putaran organisasi SARMMI, Handi Abdullah bakal didampingi oleh yuniornya dari Mapsa, yakni Ridwan Sidiq yang dipercaya menduduki jabatan Sekretaris UmumSARMMI.

Posisi Bendahara Umum SARMMI dijabat oleh Tia Sepiyani, dari CAMP STIE Muhammadiyah Jakarta.

Selain tiga nama di atas, sidang formatur menetapkan pula empat ketua SARMMI.

Ketua Bidang Operasional dijabat oleh Fadlik Al Iman dari Stacia UMJ. Ketua Bidang SDM dijabat oleh Abdurahman Saleh dari Mapala UMRI.

Kemudian Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dijabat oleh Arif Romadhoni Setyawan dari Mapala UMY. Terakhir Ketua Bidang Logistik dijabat oleh Farich Fauzi dariUMS.

Munas SARMMI (Musyawarah Nasional SAR MapalaMuhammadiyah Indonesia) merupakan forum tertinggi SARMMI. Salah satu agenda Munas adalah memilih kepengurusan untuk periode dua tahun mendatang.

Munas SARMMI yang ketiga ini berlangsung pada Jumathingga Minggu, 5-7 Agustus 2022. Pelaksananya adalah Mapsa Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

(Ahyar & Rani Puspina – SARMMI)

Dipercayai untuk menjadi Penyelenggara Munas SARMMI, Mapsa UMP ditunjuk langsung oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah secara resmimemberi rekomendasi atau penunjukan kepada MapalaSatria Universitas Muhammadiyah Purwokerto (MapsaUMP) sebagai penyelenggara Musyawarah Nasional SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (Munas SARMMI).

Surat Keputusan Majelis Diktilitbang nomor0767/REK/1.3/D/2022. Tertanggal 11 Juni 2022. Telahditerima oleh jajaran pengurus Mapsa UMP.

Menanggapi rekomendasi dari Majelis Diktilitbang, KetuaUmum Mapsa UMP Arif Zaenudin Agus mengakubersyukur dan siap menjalankan amanah dari MajelisDiktilitbang secara maksimal.

Tentu kami merasa bersyukur diberi amanah langsungdari Majelis Diktilitbang sebagai tuan rumah MunasSARMMI. Hal ini menunjukkan Mapsa adalah lembagakemahasiswaan yang terpercaya karena prestasi dankemampuannya,” kata Arif.

Arif menjelaskan pula, surat rekomendasi MajelisDiktilitbang sudah disampaikan ke pihak rektorat UMP.

“Kami sudah menghadap Wakil Rektor BidangKemahasiswaan. Menyampaikan rekomendasi MajelisDiktilitbang, serta melaporkan kesiapan Mapsa untukmenjalankannya secara maksimal,” jelas Arif.

Diungkap oleh Arief, pihak rektorat melalui Wakil RektorBidang Kemahasiswaan mendukung penuh Mapsamenjalankan amanah penting Majelis Diktilitbang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan berpesan pula kepada Mapsa agar menjadi tuan rumah yang baik bagipeserta munas SARMMI dan semua pihak yang diundang, serta tetap menjaga nama besar UMP danMuhammadiyah.

Pesan-pesan pihak rektorat tentu menambah motivasianggota dan pengurus Mapsa. Insya Allah Mapsa akanmenjadi tuan rumah yang baik. Mapsa menyadari bahwaMunas SARMMI sangat penting bagi aktivitaskemanusiaan di tanah air,” terang Arif.

Sementara itu, Sekretaris Umum SARMMI Rinantomenyampaikan, Munas adalah pertemuan dua tahunanSARMMI untuk pergantian pengurus dan menetapkanprogram-program kemanusiaan SARMMI.

Munas yang diselenggarakan di Mapsa UMP pada tanggal5-7 Agustus 2022 mendatang, merupakan MunasSARMMI yang ketiga.

Peserta Munas adalah Pengurus SARMMI dan utusanMahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PTM/A seluruhIndonesia

Untuk Munas di Mapsa, pihak SARMMI dan Mapsa jugaakan mengundang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Majelis Diktilitbang. Rektor/Ketua/Direktur PTMA SeIndonesia. MDMC. BASARNAS. BPBD. KomunitasRelawan Bencana Alam Se-Banyumas. Sispala Se-Banyumas, serta Unit kemahasiswaan di UMP.

Mereka diundang di acara pembukaan dan TalkshowNasional yang akan menampilkan putri-putri Mapala PTM yang telah berkiprah di lokasi bencana sebagai relawangaris depan,” pungkas Rinanto. (Ahyar)

(Ahyar Stone & Rani Puspina – SARMMI)

 

 

Saptapala Jakarta Bantu Korban Gempa Pasaman Peralatan Ibadah

Korban gempa seringkali mengalami kesulitan menjalankan sholat lima waktu. Padahal dalam situasi apapun sholat wajib dilaksanakan.

Hal itu disampaikan anggota istimewa Saptapala Jakarta, Adi Nugroho, melalui sambungan jarak jauh terkait bantuan peralatan ibadah berupa mukena dan sarung ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pada Minggu (12/3/202).

“Bantuan pangan, selimut, terpal dan kebutuhan mendesak lain memang dibutuhkan korban bencana. Meski begitu korban gempa juga membutuhkan peralatan ibadah,” kata Adi Nugroho.

Lantaran itulah jelas Adi Nugroho, bantuan Saptapala Jakarta untuk korban gempa di Pasaman Barat fokus pada peralatan ibadah.

“Saptapala berharap bantuan ini turut mengurangi kesulitan yang dialami korban gempa pasaman barat,” jelas Adi Nugroho.

Bantuan Saptapala dikirim ke Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Relawan kemanusiaan yang mengelola Posko kemanusiaan SARMMI adalah anggota Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurniawan menerangkan bantuan peralatan ibadah dari Saptapala didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian dan ke beberapa masjid dan mushola yang rusak karena gempa.

“Sarung dan mukena kami antar ke tenda pengungsi di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. Serta di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai,” terang Reza Kurniawan.

Bantuan Saptapala juga diantar relawan SARMMI ke pengurus mushola Nurul Hikmah Jorong Pasar Lamo, Mushola Nurul Falah Kampung Lubuk Panjang, serta Masjid Raya Kajai.

Beberapa pengungsi mengaku sarung dan mukena dari Saptapala, sangat membantu mereka beribadah.

“Sarung akan saya pakai sholat lima waktu dan untuk Jumatan. Sedangkan Mukena akan dipakai istri sholat di tenda”. Begitu kata seorang dari mereka.

Ahyar Stone & Rani Puspina (SARMMI)

Peduli Gempa Pasaman, Mapala UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Selain mengirim lima orang relawan ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau) menyalurkan pula bantuan kemanusiaan ke korban gempa yang mengungsi di sejumlah titik.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar pengungsi untuk semua tingkatan usia.

Penyaluran bantuan bekerja sama dengan Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Bergabung pula di Posko kemanusiaan SARMMI adalah relawan dari Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Relawan Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator tim relawan Mapala UMRI, Raja Alpian, menerangkan, bantuan disalurkan langsung ke korban gempa Pasaman Barat yang tinggal di pengungsian.

Bantuan berasal dari donasi masyarakat Pekanbaru yang digalang Mapala UMRI.

“Bantuan yang kami bawa merupakan bantuan masyarakat Pekanbaru. Hal ini juga menunjukkan masyarakat Pekanbaru sangat peduli terhadap korban gempa Pasaman,” terang Raja Alpian.

Ditambahkan oleh Raja Alpian, dia datang ke lokasi gempa bersama empat rekannya, yakni Ananda Aditia, Marfuad, Muhatir, Ferianth Surya Adha.

Selama di Posko Kemanusiaan SARMMI, mereka melakukan psikososial untuk anak-anak. TPA darurat. Mendirikan hunian darurat. Membangun mushola darurat. Membuat emergency toilet. Menyelenggarakan sekolah darurat dan masih banyak lagi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Mapala UMRI Rusdi Harjo, menjelaskan tiap ada kejadian bencana di tanah air, Mapala UMRI senantiasa turut berpartisipasi meringan beban korban bencana dan membantu memulihkan kehidupan mereka.

Bentuk partisipasi Mapala UMRI mulai dari menggalang donasi, menyalurkan bantuan kemanusiaan, hingga mengirim relawan terlatih ke lokasi-lokasi bencana untuk melakukan pendampingan ke korban bencana alam.

“Tujuan melakukan pendampingan agar kehidupan korban bencana pulih seperti sebelum terjadinya bencana,” tutup Rusdi Hardjo. (AS)

Pulihkan Kegiatan Ibadah Korban Gempa. Relawan SARMMI Dirikan Mushola Darurat.

Di kebencanaan, ada banyak hal yang perlu dipulihkan. Termasuk memulihkan kegiatan ibadah korban bencana.

Demikian kata Raja Alpian, kordinator pembangunan rumah ibadah darurat Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah) di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tatkala memulai merobohkan Mushola Nurul Himah yang hancur akibat gempa. (10/3/20222)

Mushola Nurul Himah yang dikerjakan oleh relawan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Dijelaskan oleh Raja Alpian yang merupakan anggota Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau). Akibat gempa Pasaman yang terjadi beberapa waktu lalu, Mushola Nurul Himah meski belum sepenuhnya roboh tetapi mengalami rusak berat. Berbahaya bila tetap digunakan untuk beribadah.

Padahal masyarat Minang dikenal religius dan aktif melaksanakan ibadah berjamaah di surau-surau.

“Bencana gempa tak menyurutkan semangat masyarakat Minang beribadah. Hanya saja aktifitas ibadah berjamaah mereka terhenti karena mushola atau masjid mereka roboh,” jelas Raja Alpian.

Lantaran itulah tambah Raja Alpian, atas permintaan jamaah Mushola Nurul Himah, relawan SARMMI memulai merobohkan mushola.

Seteleh roboh hingga rata dengan tanah, puing-puing Mushola Nurul Himah dibersihkan.

Lalu di lokasi yang sama didirikan mushola darurat dengan memanfaatkan material yang masih bisa dipakai. Seperti kusen, daun pintu, seng dan kasau.

Raja Alpian mengaku belum dapat memprediksi berapa hari dibutuhkan oleh relawan yang dipimpinnya untuk menuntaskan pekerjaan.

Hal itu terkait dengan masih sering hujan, relawan yang terbatas, serta memerlukan material tambahan. Agar mushola darurat dapat berdiri kokoh dan nyaman dipakai warga untuk sholat jamaah di bulan ramadhan.

“Kami butuh bantuan tenaga relawan dan bantuan dalam bentuk lain. Agar mushola segera selesai. Sehingga aktifitas ibadah warga Jorong Pasar Lamo pulih seperti sebelum gempa,” kata Raja Alpian.

Sementara itu, Tirta Ningsih — jamaah yang rumahnya berhadapan dengan Mushola Nurul Himah – menginfokan, Mushola Nurul Himah dapat menampung sekitar 50 orang.

Selain digunakan untuk sholat lima waktu berjamaah, Mushola Nurul Himah juga digunakan untuk pengajian tiap hari rabu, serta untuk anak-anak Jorong Pasar Lamo mengaji.

“Kami sangat berharap Mushola Nurul Himah dapat berdiri kembali. Walaupun masih darurat. Warga Jorong Pasar Lamo butuh mushola untuk ibadah ramadhan,” kata Tirta Ningsih. (AS) (more…)

Selamatkan Pendidikan Siswa Korban Gempa Pasaman. Relawan SARMMI Selenggarakan Sekolah Darurat

Bekerja sama dengan TNI AL Teluk Bayur Padang, relawanSARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) menyelenggarakan kegiatan belajar darurat untuk anak-anakkorban gempa Pasaman Sumatera Barat.

Relawan SARMMI yang terlibat di kegiatan ini adalah empatanggota Mapala UMSB (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat) yakni Amelia Putri Suktan, Junita Tiara, Maisri YesaPutri, Juni Lestari. Serta Muhatir dari Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau).

Diterangkan oleh Amelia, gempa menyebabkan sekolah formal diliburkan. Sementara semangat belajar siswa perlu dijaga. Pendidikan harus diselamatkan. Lantaran itulah relawanmenyelenggarakan sekolah darurat.

“Yang mengikuti sekolah darurat sebanyak 50 siswa SD danSMP. Mereka adalah anak-anak yang menjadi korban gempaPasaman,” terang Amelia. (8/3/2022)

Sekolah darurat diselenggarakan di halaman SD Negeri 2 Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Juga di camp pengungsian yang terletak di tengah perkebunansawit di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. NagariKajai. Pasaman Barat. Di kebun sawit ini pula PoskoKemanusiaan SARMMI berada.

“Materi pelajaran sekolah darurat yang kami berikan muatannyayang ringan-ringan, serta ditambah dengan beberapa permainanedukasi yang menyenangkan,” tambah Amelia.

Pelajaran ringan dan fun game jelas Amelia, sengajadigabungkan karena sekolah darurat juga berfungsi sebagaipendampingan psikososial untuk anak-anak yang merupakankelompok rentan pada bencana alam. (AS)

MAPALA UMRI kirim Relawan ke Bencana Gempa Pasaman Barat

Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau) memangdikenal sebagai Mapala yang senantiasa respon cepat terhadapberbagai bencana di tanah air.

Terhadap bencana gempa magnitudo 6,1 yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMRI mengirim lima orang relawan kemanusiaan. Pada kamis. (3/3/2022

Mereka adalah Ananda Aditia, Marfuad, Raja Alpian, Muhatir, Ferianth Surya Adha.

Di Pasaman Barat, relawan Mapala UMRI bergabung di PoskoKemanusiaan SARMMI (SAR Mapala MuhammadiyahIndonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di camp pengungsiankorban gempa yang terletak di tengah perkebunan sawit  di DesaLubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. Nagari Kajai. PasamanBarat. Sumatera Barat.

Bergabung pula di Posko Kemanusiaan SARMMI adalahrelawan Mapala UMSB (Universitas Muhamadiyah Sumatera Barat) dan Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. (UMY).

Selain mengirim lima relawan tangguh Mapala UMRI jugamengirim bantuan berbagai kebutuhan dasar pengungsi.

Menurut Ketua Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurniawan, lima orang relawan Mapala UMRI tangguh di lokasigempa. Mereka juga kreatif dan memiliki skill individu yang sangat mendukung pergerakan semua relawan yang bergabungdi Posko Kemanusiaan SARMMI.

“Kehadiran relawan SARMMI sangat membantu kami. Merekaadalah andalan kami,” tambah Reza.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum SARMMI di Jakarta, memberi apresiasi tinggi terhadap Mapala UMRI.

“Mapala UMRI selalu respon cepat bila ada kejadian bencana di tanah air. Termasuk bencana gempa di Pasaman,” kata AdriHendra Febriansyah.

“Hendaknya respon cepat yang ditunjukkan Mapala UMRI menjadi inspirasi bagi Mapala lain di Indonesia,” pungkas AdriHendra.