Ketua Komisi 4 DPRD Sumbar Sambut baik Workshop Nasional SARMMI di Padang.


Penanganan bencana alam, mulai dari pencegahan hingga pasca bencana, harus melibatkan semua pihak. Baik Pemerintah di daerah bencana, maupun Pemerinah Pusat, serta kalangan yang peduli bencana alam.

Demikian kata Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Sumatra Barat HM. Nurnas, ST. Ketika menerima kedatangan Ketua Umum Mapala Univ. Muhammdaiyah Sumatra Barat(UMSB) Ahmad Haryono, beserta dua Pengurus Pusat SARMMI, yakni Ahyar Hudoyo, dan Wawan Siswyo.  Di gedung DPRD SUmbar. (27/2)

Turut pula dalam rombongan adalah Ketua Panitia Workshop Nasional Operasi SAR Bencana Alam, Gusti Ramazil Aziz.

Menurut Nurnas, hingga sekarang penanganan bencana alam di Indonesia, belum seideal seperti di Negara lain yang juga merupakan daerah rawan bencana. Ada banyak faktor mengapa di Negara kita belum seperti mereka. Diantaranya adalah kurangnya komunikas antara pusat dengan daerah, serta belum maksimalnya keterlibatan semua pihak.

“Karena itulah pelatihan Nasional yang akan SAR Mapala Muhamadiyah Indonesia selenggarakan di Padang, sangat tepat. Sumatra Barat merupakan daerah paling rawan bencana”, lanjut Nurnas.

“Mudah-mudahan dengan mengundang pihak dari Pusat sebagai pembicara, serta menghadirkan kalangan Mapala dari seluruh Indonesia sebagai peserta, langkah untuk menuju kondisi ideal penanganan bencana alam Indonesia, dapat terwujud”, harap Nurnas.

“Hanya saja kami selaku legislatif, tidak bisa membantu kegiatan ini. Mudah – mudahan pihak eksekutif bisa membantu acara yang sangat baik ini”,

Workshop Nasional Operasi SAR Bencana Alam, akan diselengggarakan pada 25 – 26 Maret 2017. Mapala UMSB akan bertindak sebagai tuan rumah kegiatan perdana tingkat Nasional SAR Mapala Muhamadiyah Indonesia. (AS)

PR. 3 UMSB. Haryadi : Mapala Harus Senantiasa Menjaga Nama Baik Muhammadiyah


Tangguh menghadapi keterbatasan, penuh semangat kebersamaan, cinta tanah air, dan senantiasa menjaga nama baik Muhammadiyah dimanapun berada, merupakan karakter khas anggota Mapala UMSB.  Demikian kata Pembantu Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB), Ir. Haryadi, M. Eng. Dalam sambutannya di acara pelepasan peserta pendidikan dasar (Diklatsar) Mapala UMSB ke 14, di halaman gedung Pasca Sarjana UMSB. (27/2)

Turut hadir dalam acara adalah tiga pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah. Masing – masing Ahyar Hudoyo, Wawan Siswoyo, Ipo Eigha. Para instruktur Pendidikan Dasar. Pengurus Mapala UMSB, dan tamu undangan dari Unit Resimen Mahasiswa, Tapak Suci, Unit Seni, serta unit kemahasiswaan lain di UMSB.

Di kegiatan pecinta alam, lanjut Haryadi, terdapat banyak pelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa. Umpamanya dalam Diklatsar, peserta akan belajar manajemen diri sendiri, yaitu meningkatkan kemampuan mengelola kehidupan pribadi untuk menggapai cita-cita.  Belajar berorganisasi secara baik dan tepat, belajar mengembangkan sikap percaya diri, serta belajar untuk senantiasa bersyukur pada Sang Maha Pencipta.

“Mengikuti  Mapala, berarti belajar hal-hal positif, dan sekaligus mengimplemantasikannya di kehidupan sehari – hari, baik kampus maupun di masyarakat. Saya ucapkan selamat kepada peserta Diklatsar, karena telah memilih Mapala sebagai ajang mengembangkan potensi diri “, kata Haryadi.

Kepada peserta Diklatsar, Haryadi juga berpesan, agar dimanapun berada harus berperilaku sebagaimana layaknya kader Muhammadiyah.

Setelah Diklatsar ananda semua, kata haryadi menyebut ananda bagi peserta Diklatsar, akan menjadi anggota Mapala. Dengan begitu ananda memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi nama baik Muhammadiyah. Di gunung yang sepi, atau di tengah keramaian, ananda harus tetap menunjukan perilaku Muhammadiyah, sebagaimana yang dicontohkan senior kalian di Mapala”, pesan Haryadi.

Usai acara pelepasan, peserta langsung longmarch (jalan jauh) dari kampus menuju hutan Sungai Banget. Koto Tangah. Padang. Menurut ketua Mapala UMSB. Ahmad Haryono. Kawasan hutan bertipe sekunder itu dipilih sebagai lokasi materi lapangan pendidikan dasar, karena ada sungai , banyak tumbuhan yang dapat dimakan, namun tidak ada hewan berbahaya.

Setelah masuk hutan, peserta mendirikan bivouc, atau membuat tempat bermalam dari bahan seadanya tanpa merusak lingkungan hutan. Materi bivouc, kata Haryono, mengajarkan nilai kebersamaan, kreativitas, pantang mengeluh, serta pentingnya berpikir positif dalam segala situasi.

Hari berikutnya peserta akan diberi materi navigasi darat, cara bertahan hidup atau survival, dan materi lain di kegiatan pecinta alam. Selain itu, diberikan pula materi keagamaan yang meliputi teknik mengetahui arah kiblat dengan memanfaatkan tumbuhan hutan, cara berwudhu jika air terbatas, serta sholat dalam kondisi darurat.

“Peserta akan berada di hutan selama enam hari. Selama itu pula mereka tetap menjalankan sholat lima waktu. Nanti, setelah pulang ke rumah, meraka pasti akan tetap rajin sholat. Karena mereka telah membuktikan pada diri sendiri.  Mereka mampu menjaga ibadah walaupun dalam kondisi terbatas dan serba berat. Apalagi jika ibadah di rumah yang serba nyaman. Sholat pasti terasa ringan dilakukan”, demikian kata Haryono. (Ahyar Stone)

Banjir Surut. SAR Mapala Muhammadiyah Akhiri Operasi di Brebes.

0008

Banjir di Kabupaten Brebes sudah surut.  Sekitar 5 000 warga yang semula mengungsi ke sejumlah tempat aman, telah kembali ke rumah.

Terjadinya banjir di Brebes, disebabkan oleh jebolnya empat titik tanggul penahan air sungai Pemali. Tanggul jebol lantaran tidak kuat menahan limpahan air hujan deras yang turun merata di wilayah Brebes (16/2).

Akibatnya, 12 desa di tiga kecamatan yakni Brebes, Jatibarang, dan Wanasari terendam air setinggi setengah hingga satu setengah meter. Ribuan warga dievakuasi ke 10 posko pengungsian. Kini semua pengungsi sudah meninggalkan posko pengungsian.

“Karena situasi mulai kondusif, hari ini kami menyudahi Operasi SAR di Brebes”, demikian keputusan Kordinator Lapangan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, Nurdin Leasy, di halaman Posko Penanggulangan Banjir Gedung DPRD Kabupaten Brebes (21/2)

SAR Mapala Muhammadiyah, kata Nurdin,  tiba pada hari kedua bencana. Disamping menyisir desa-desa terdampak banjir, Tim SAR Mapala Muhammadiyah juga mendata  kesehatan dan kebutuhan warga selama berada di pengungisan, mencermati kondisi tanggul sungai Pemali, serta sistem penanganan bencana banjir di Brebes.

0003

“Sekarang masih musim hujan. Tanggul yang jebol hendaknya segera diperbaiki secara permanen agar lebih kokoh dari sebelumnya. Bila perbaikan cuma bersifat darurat, sangat rawan kembali jebol dihantam luapan hujan”, papar Nurdin.

“Untuk ke depan, managemen kebencanaan di Brebes tampaknya harus dirapikan lagi. Sehingga semua pihak yang terkait penanganan bencana, terkordinir dan sinergis”, demikian kata Nurdin yang berpengalaman mengikuti operasi SAR di berbagai bencana alam di tanah air.

Sependapat dengan Nurdin, seorang anggota tim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yang berasal dari Mapala Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cicih Handika berujar, semua pihak khususnya dari instansi Pemerintah di Brebes, hendaknya dalam menangani bencana alam, ada kordinasi dan pertukaran informasi agar semuanya upadate informasi terkini di lapangan.

“Tetapi kita percaya, manajemen kebencanaan di Brebes ke depannya pasti lebih baik. Pihak – pihak terkait di Brebes pasti belajar banyak dari banjir ini”, kata Cicih berharap. (AS)

Hujan Deras Usai Pilgub. Ciliwung Meluap. Camp STIEM Kirim Tim Siaga.

E1

Tidak seperti warga lainnya di Ibukota yang masih dilanda euforia pasca Pemilihan Gubernur Jakarta, warga kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, harus lebih awal menyudahi suasana pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Hujan deras mulai mengguyur saat warga pulang dari TPS, dan sebagian sedang menonton hitung cepat (quick count) hasil Pilgub melalui televisi. Pukul sebelas malam, hujan tambah deras. Selokan di kampung Pulo yang dikenal sebagai daerah banjir tidak dapat menampung tumpahan air dari langit.

Kondisi itu diperparah dengan luapan air dari sungai Ciliwung yang letaknya hanya beberapa meter dari Kampung Pulo. Akibatnya,  sejak dinihari tadi Kampung Pulo beserta pemukiman – pemukiman di tepi Ciliwung, terendam air.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, Camp STIE Muhammadiyah Jakarta, mengirim Tim Siaga guna memantau situasi banjir di Kampung Pulo dan sekitarnya. Tim ini beranggoakan Elis Farwati, Almuntahanah, Ahmad Fauzan, dan Firhan Saefa Jamil.

Turut bergabung dalam tim adalah dua orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa di STIE Muhammadiyah Jakarta. Masing-masing Rizki Ramadhan dari Tapak Suci (TS), serta Zulham Efendi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

27

Tim yang dipimpin Elis Farwati ini tiba di lokasi banjir sejak Kamis pagi (16/2). Tim akan berada disana hingga situasi dianggap kondusif.

Dari lokasi banjir, Elis mengabarkan,  ketinggian maksimal air mencapai pinggang orang dewasa. Transportasi terganggu. Tidak ada korban jiwa. Tidak ditemukan rumah rusak parah. Tim Siaga Camp juga tidak mendapati warga terserang penyakit akibat banjir. Kendati demikian, aktivitas perekonomian warga sempat lumpuh.

44

Diwartakan pula oleh Elis, menjelang sore, air berangsur-angsur surut. Warga langsung membersihkan rumah, dan memberesi peralatan elektronik yang rusak lantaran tidak sempat diselamatkan tatkala air masuk rumah. Beberapa toko kebutuhan sehari-hari terlihat mulai buka.

“Sambil bersih-bersih rumah, warga tetap waspada. Mendung pekat yang memayungi Ibukota, bisa saja tiba-tiba menjadi hujan deras, dan kembali menyebabkan banjir. Jika itu terjadi, aksi bersih-bersih mereka pasti bakal sia-sia”, demikian kata Elis yang juga merupakan Pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia. (AS)

Banjir Mulai Surut. Warga Pandeglang Butuh Bantuan Pangan

1

“Banjir yang sekarang melanda desa Teluk Lada sangat parah dibanding tahun-tahun sebelumnya”, demikian informasi dari tim operasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, Azka Abdul Mujib, dari Teluk Lada. Kecamatan Sobang. Pandeglang (15/2)

Desa Teluk Lada, papar Azka, sebenarnya sudah menjadi pelanggang tetap banjir kiriman sungai Cileman. Hanya saja sekarang ini, desa yang dihuni lebih dari 900 jiwa ini benar-benar terendam air. Aktivitas warga lumpuh total.

Dilaporkan oleh Azka, akibat banjir “yang tidak biasanya” ini, selain Teluk Lada, desa-desa lain di Kecamatan Sobang juga terendam air muntahan sungai Cileman. Semua tempat terendam.

 “Di desa lain banjir mulai surut. Tetapi untuk Teluk Lada, belum”, lanjut Azka.

Akibat hujan turun dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pandeglang pada 10 Februari lalu, sebelas kecamatan di Pandeglang terendam air. Ketinggian air mencapai setengah hingga satu meter.

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia menurunkan dua SRU (Search Rescue Unit) secara bersamaan ke Pandeglang. Selain Azka yang memimpin kekuatan dari Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang. Terdapat pula Cicih Handika yang memimpin pasukan dari Mapala Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dilaporkan oleh Cicih dari desa Sukaresmi. Kecamatan Sukaresmi, terdapat lebih dari 32 desa terdampak banjir di wilayah kecamatan Sukaresmi. 14 diantaranya paling parah.

“Tidak ada korban jiwa di Sukaresmi. Tetapi banjir telah mengakibatkan ratusan hektar sawah gagal panen. Infrastrukutr banyak yang tidak berfungsi. Selain itu, perabot milik warga banyak yang rusak. Beberapa rumah roboh”, ujar Cicih menjelaskan.

“Sekarang yang dibutuhkan warga adalah bahan pangan, air bersih, makanan bayi, seragam sekolah anak-anak, alat kebersihan, dan peralatan dapur, dan bantuan kesehatan”, lanjut cicih mengabarkan kebutuhan warga.

2

Sama halnya dengan Cicih, Azka juga melaporkan, warga desa Teluk Lada, dan desa-desa tetangga juga membutuhkan bantuan medis, dan kebutuhan sehari-hari berupa pangan, air, perlengkapan bayi dan anak-anak, serta alat-alat masak dan kebersihan.

Sejak SRU diberangkatkan ke Pandeglang, kantor pusat SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia di Solo, telah menggalang bantuan. Baik berupa donasi tunai, maupun barang kebutuhan warga.

“ Bantuan langsung dikirim ke lokasi SRU berada. Walaupun tidak banyak, namun cukup meringankan beban korban banjir”, begitu kata Bendahara Umum  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, Aris Munandar di Solo (Ahyar Stone)

Gerak Cepat Stacia Ke Banjir Pandeglang

IMG-20170212-WA0004

Bencana alam dapat terjadi kapan, dan dimana saja. Tim SAR yang baik adalah yang senantiasa mampu memberikan reaksi cepat terhadap semua bencana alam yang terjadi.

Sadar dituasi demikian, Ketua Umum Mapala Stacia Universitas MuhammadiyahJakarta (UMJ), Arif Pranoto, beberapa saat usai mendengar kabar terjadi banjir disertai longsor di 11 kecamatan di kabupaten Pandeglang. Banten. Langsung menggelar rapat kilat dewan pengurusnya.

Dari rapat mendadak yang dilangsungkan di Sekretariat STACIA UMJ. Cirendeu. Ciputat. (11/2) didapat kesimpulan : Stacia UMJ akan mengirim tim ke lokas bencana. Sejurus kemudian Arif Pranoto menghubungi pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia yang berada di Solo. Jawa Tengah.

Kepada Ketua Divisi Operasional SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia, Wawan Siswoyo, Arif Pranoto menyampaikan, Stacia  UMJ akan mengirim dua anggotanya. Cicih Handika selaku kordiantor, dan Windi Marwati.

IMG-20170212-WA0003

“Mereka yang mewakili Stacia UMJ menjadi tim pionir SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia. Fokus area-nya di kecamatan Sukaresmi. Pandeglang”, terang Arif Pranoto.

Oleh Wawan Siswoyo, pergerakan cepat Stacia UMJ, diinformasikan secara terbuka ke beberapa Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seputaran DKI dan Tangerang. Gayung bersambut. Seorang senior Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang, Kusnaedi, mengabarkan Mahesa akan memberangkatkan seorang anggotanya, Azka Abdul Mujib.

Mapala Alpiniste STIE Acmad Dahlan,  akan mengirim anggotanya mengikuti operasi SAR gabungan ini.

 “Seperti Mahesa, anggota Alpiniste yang ke lapangan akan berkordinasi dengan Stacia”, kata mantan Ketua Alpiniste, Eka Paldi mengabarkan.

Rencananya, tim gabungan yang dipimpin Cicih Handika, akan bekerja mulai 12 hingga 18 Februari 2017. Selain untu pencarian dan penyelamatan, tim juga akan melakukan pengumpulan data (assesmen).

Data yang didapat, akan dihimpun Pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia. Kemudian dibagikan ke masyarakat umum melalui media sosial.

Terhadap gerak cepatnya, Arif Pranoto menerangkan, Ini sesuai dengan visi SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia sebagai garda depan Muhammadiyah. “Agar Muhammadiyah senantiasa hadir di secepatnya untuk memberikan solusi di setiap masalah kemanusiaan di tanah air”, demikian kata Arif Pranoto.

CAMP Gelar Edukasi Bencana “Don’t natural disaster

Hingga hari ini beberapa titik di Jakarta masih langganan banjir. Sayangnya tidak semua warga Ibukota memahami cara yang baik dan benar menyelamatkan korban banjir.

Sadar situasi itu, Civitas Academica Muhammadiyah Pecinta Alam (CAMP) STIE Muhammadiyah Jakarta bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), gerak cepat mengedukasi warga melalui seminar penanggulangan bencana berthema, “Don’t natural disaster continues’.

Hadir sebagai pembicara di acara yang diselenggarakan di Aula Serba Guna Kampus II STIE Muhammadiyah Jakarta, 4 Februari 2017, adalah Sony Maulan SH. Ahmad Nur Iman, dan Lesmana Fajar Ginting.

MUn CAMP 1

Dihadapan peserta seminar yang berasal dari kalangan Mapala, Sispala, PMR. Hizbul Wathan, serta penggiat kebencanaan, ketiga pakar diatas bergantian menyampaikan konsep pengurangan bencana, tindakan pertolongan pada tanggap siaga bencana sesuai kapasitas dan teknik membawa korban secara baik dan benar, serta hal lain yang terkait dengan teknik Search and Rescue (SAR)

Dengan mengikuti seminar ini, kata ketua panitia seminar, Almumtahanan, diharapkan tumbuh sikap peduli yang kuat terhadap sesama, terutama dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di sekitar kita. (Elis Farwati)

Dahlan Rais Mampir Ke SARMMI

“Di Mapala Muhammadiyah tidak boleh terjadi musibah seperti di kampus lain”, demikian pesan Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais. Ketika mampir ke sekretariat SARMMI di Jl. Dr. Wahidin Kota Solo.

Dahlan Rais juga menyempatkan mengimami sholat magrib di mushola SARMMI. “Tetaplah bersemangat”, demikian komentar Dahlan Rais usai mendengar penjelasan kiprah SARMMI di beberapa lokasi bencana alam di tanah air.

Kedatangan orang penting di Muhammadiyah, segera menjadi perbincangan hangat di grup WA SARMMI. Berbagai komentar positif bermunculan.
Anggota Mapala Univ. Muhammadiyah Riau, Taufik Maulana, menulis, “Inya Allah, siap melaksanakan amanah pak Dahlan”.

Anggota Mapala Univ. Muhammadiyah Maluku Utara, Fadillah Amir, menulis, “Titip salam buat Ayahanda Ketua. Siap selalu bersemangat”.

Anggota Hukum dan Advokasi SARMMI.  Dr. Achmad Cholidin, SH. M.Hum. menulis kenangannya, “Salam untuk pak Dahlan. Saat gugatan ke MK berkenaan sengketa Pilkada. Saya yang damping beliau di MK”. (AS)

Rektor UMS. Sofyan Anif SAR Mapala adalah Aset Persyarikatan

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yang merupakan badan di Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, adalah asset Persyarikatan yang harus dijaga dan dikembangkan. Demikian kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surakrta (UMS), Sofyan Anif. Ketika menerima kunjungan Pengurus SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Di  Gedung Siti Walidah UMS. (13/1)

Di pertemuan ini, dari SARMMI adalah Dewan Pengarah drg. Edy Karyadi, MM., MDSc. Ketua Umum Slamet Widodo. Sekretaris Umum Ahyar Hudoyo. Ketua  Divisi Operasional Wawan Siswoyo. Serta pengurus lainnya yang masing-masing   Rinanto,  Farich Fauzi Ahmad, Arief Prakasa dan Zwaeb Laibe.

Disamping itu, lanjut Sofyan Anif, SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia dengan kegiatan kemanusiaannya, merupakan jawaban yang tepat terhadap tudingan miring segelintir orang yang kurang memahamai persoalan pendidikan.

Muhammadiyah papar Sofyan Anif, telah banyak berbuat untuk masyarakat, namun masih ada saja segelintir orang menuding Muhammadiyah sebagai lembaga profit semata. Anggapan ini mereka sandarkan pada biaya kuliah yang mahal di Perguruan-perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Tentunya anggapan itu tidak benar, terang Sofyan Anif.  Tidak semua biaya kuliah di PTM, mahal. Di Universitas berkualitas terbaik biayanya relatife tinggi, namun sebanding dengan mutu yang didapat mahasiswa.

Terhadap penilaian tersebut, lanjut  Sofyan Anif, tidak perlu ditanggapi gusar. Cukup dijawab dengan semakin rajin mengedepankan kegiatan-kegiatan sosial dari mahasiswa.

“Misalnya melalui kegiatan kemanusiaan yang dilakukan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia. Ini merupakan jawaban paling tepat”, tegas Sofyan Anif. (AS)

Pembantu Ketua 3 STIE Muhammadiyah Jakarta, Imam Suprapta, SE. MM “SARMMI Bagus Untuk Mapala Muhammadiyah”

“Mapala Camp sangat rajin mengadakan kegiatan, dan kegiatannya membanggakan kampus”, demikian kata Pembantu Ketua 3 STIE Muhammadiyah Jakarta,  Imam Suprapta, SE. MM. Ketika menerima Ketua Umum dan Sekretaris Umum SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Slamet Widodo, dan Ahyar Hudoyo. Di Sekretaris Camp STIE Muhammadiyah Jakarta Selatan.

CAMP2

Turut hadir dalam pertemuan yang bersahaja itu Ketua umum Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta, Arif Pranoto, beserta seniornya  Fauzan Habib Rachmatullah. Ketua Umum Camp Umbar Lelono Setyo Prayogo. Beberapa anggota muda dan senior Camp Irchamsyah. Serta dua pengurus SARMMI asal Camp. Masing-masing Elis Farwati dari Divis pengembangan SDM, dan Tia Septiyani Divisi Komunikasi dan Informasi.

Saking rajinnya, laporan kegiatan lama belum saya terima, mereka sudah mengajukan proposal kegiatan baru”, seloroh Imam Suprapta, yang disambut gelak tawa peserta pertemuan.

Di pertemuan itu, Ketua Umum SARMMI Slamet Widodo menjelaskan, organisasi yang dipimpinnya merupakan Sekretariat Bersama potensi SAR Mapala di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Dengan berhimpun di wadah besar dibawah naungan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Potensi SAR di Mapala akan semakin tangguh, besar, dan kian responsif terhadap berbagai bencana alam di tanah air.

“Majelis Diktilitbang memproyeksikan SARMMI menjadi ujung tombak Muhammadiyah di bencana alam, sehingga Muhammadiyah senantiasa hadir lebih cepat memberikan solusi terhadap masalah kemanusiaan’, kata Slamet Widodo.

“Semua kegiatan SARMMI selalu diberitahukan dan dilaporkan ke pimpinan Majelis Diktilitbang. Personil beserta nama Mapala yang mengikuti operasi SARMMI juga disampaikan ke Majelis Diktilitbang”, terang Slamet Widodo.

Terhadap SARMMI, Imam Suprapta menilai positif, “Apalagi berada dibawah Majelis Diktilitbang, SARMMI menjadi kuat. Ini bagus untuk perkembangan kegiatan pecinta alam di kampus-kampus Muhammadiyah”.

Masih di pertemuan itu, senior Camp, Irchamsyah yang biasa disapa Gembel, berpesan kepada pengurus SARMMI, sebagai pengurus periode pertama, mereka harus benar-benar tahan banting, rela berkorban, menjaga kesolidan dan tetap berpandangan ke jauh depan untuk membawa Mapala di Muhammadiyah agar lebih berkembang dan diperhitungankan di Republik ini.

“Hambatan pasti ada, namun dengan sikap optimis dan berpikir positif, Insya Allah segala hambatan akan surut’, demikian pesan Gembel. (Fafa)

SARMMI berdampak Positif untuk Mapala di Muhammadiyah

Alpiniste

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) hanyalah asosiasi, atau Sekretariat Bersama (Sekber) potensi SAR Mapala di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia. Bukan meleburkan semua potensi SAR Mapala PTM ke wadah tunggal bernama SARMMI, demikian kata Sekretaris Umum SARMMI, Ahyar Hudoyo, di kunjungannya ke Sekretariat Mapala Alpiniste STIE Achmad Dahlan Jakarta. (29/1)

“Sebagai Sekber, SARMMI tidak memerintahkan Mapala PTM mengikuti Operasi SAR. Melainkan sekedar memberitahu. Mapala boleh ikut atau tidak mengikuti operasi SARMMI. Bagi Mapala yang ikut, SARMMI mengharapkan mereka memaka atribut Mapala-nya. Agar terlihat keberagaman kita”, jelas Ahyar

Selain operasi SAR, lanjut Ahyar, kegiatan SARMMI adalah mengadakan pelatihan bersertifikat, terutama di daerah – daerah yang rawan bencana. Sehingga ke depan semakin banyak anggota Mapala PTM yang memiliki sertifikat yang qualified. Dalam waktu dekat, SARMMI akan mengadakan pelatihan Nasional SAR bencana alam di Sumatra Barat. Yang jadi tuan rumah adalah Mapala Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB).

“Potensi bencana di Sumatra Barat, sangat besar. Sementara skill SAR teman-teman kita di Sumatra masih tergolong rata-rata. Dengan pelatihan itu, diharapkan kualitas mereka kian mumpuni, sehingga siap menjadi pionir bila ada bencana di Sumatra, dan Mapala UMSB mampu menjadi tuan rumah bila SARMMI nantinya menggelar operasi skala besar yang melibatkan banyak Mapala PTM di Sumbar’, kata Ahyar.

Dalam pertemuan di Alpiniste itu, mantan Ketua Umum Mapala Alpiniste STIE Achmad Dahlan Jakarta, Eka Paldi mengaku telah mengetahui SARMMI sejak akan dideklarasikan di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Desember tahun lalu

 “Karena sibuk di kegiatan Alpiniste, saya selaku Ketua Umum tidak bisa ke Solo’, kata Eka Paldi yang biasa dipanggil Oplak.

Menurut Oplak, SARMMI berdampak positif untuk Mapala di Muhammadiyah seluruh Indonesia. Dengan operasi SAR yang dikordinir SARMMI kekuatan Mapala Muhammadiyah menjadi tambah kokoh. Nama-nama Mapala yang ikut operasi tidak akan tenggelam, justru akan naik. Semua Mapala juga memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin operasi SAR skala besar.

“Dengan operasi SAR bersama, silaturahmi kita dalam berbuat baik bakal kian erat. Ini bagus bagi kita Mapala di PTM yang kemana-mana mengemban dakwah Muhammadiyah’, lanjut Oplak.

Sependapat dengan Oplak, seorang pendiri Alpiniste, Darussalam, mengatakan sangat banyak manfaat positif berdirinya SARMMI bagi Mapala PTM se Indonesia. Atas dasar itulah,  Darussalam merencanakan menyediakan ruangan di kampus STIE AD yang bisa dipakai sebagai Sekretariat SARMMI untuk Mapala PTM di Rayon DKI, Banten, dan Jawa Barat.

“Membantu perkembangan SARMMI berarti kami turut berpartisipasi langsung membangun kemajuan sesama Mapala PTM. Sekretariat SARMMI berada di kampus STIE AD secara langsung juga akan membuat adik-adik saya terbiasa siaga, sigap dalam bertindak, dan gesit membangun komunikasi di cakupan yang luas”, lanjut Darussalam, senior Alpiniste pemegang Nomor Induk Anggota ALP-001.

“Saatnya kita bersatu dalam wadah yang menasional. Sehingga Mapala PTM menjadi kekuatan besar yang benar-benar diperhitungkan oleh siapapun”, demikian kata Darussalam. (AS)

Aidul Fitri : “Utamakan keselamatan, Ikuti Prosedur”

 aidul

“Jangan sampai muncul kekerasan di Mapala Muhammadiyah. Apalagi sampai merenggut korban jiwa”, demikian pesan anggota Hukum dan Advokasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Dr. Aidul Fitriciada Azhari SH. M.Hum.

Ditemui Sekretaris Umum SARMMI, Ahyar Hudoyo,  di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jakarta (27/1). Aidul Fitriciada yang juga Ketua Komisi Yudisial menambahkan, dalam berkegiatan di Mapala, keselamatan dan prosedur standar tidak boleh diabaikan.

“Kegiatan SAR di Mapala sangat positif. Sekaligus menunjukan ke masyarakat bahwa pecinta alam peduli pada sesama manusia. Agar berjalan baik, dalam operasinya, SARMMI harus selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti standard operation prosedure’, demikian kata Aidul Fitri. (AS)