Hujan Deras Usai Pilgub. Ciliwung Meluap. Camp STIEM Kirim Tim Siaga.

E1

Tidak seperti warga lainnya di Ibukota yang masih dilanda euforia pasca Pemilihan Gubernur Jakarta, warga kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, harus lebih awal menyudahi suasana pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Hujan deras mulai mengguyur saat warga pulang dari TPS, dan sebagian sedang menonton hitung cepat (quick count) hasil Pilgub melalui televisi. Pukul sebelas malam, hujan tambah deras. Selokan di kampung Pulo yang dikenal sebagai daerah banjir tidak dapat menampung tumpahan air dari langit.

Kondisi itu diperparah dengan luapan air dari sungai Ciliwung yang letaknya hanya beberapa meter dari Kampung Pulo. Akibatnya,  sejak dinihari tadi Kampung Pulo beserta pemukiman – pemukiman di tepi Ciliwung, terendam air.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, Camp STIE Muhammadiyah Jakarta, mengirim Tim Siaga guna memantau situasi banjir di Kampung Pulo dan sekitarnya. Tim ini beranggoakan Elis Farwati, Almuntahanah, Ahmad Fauzan, dan Firhan Saefa Jamil.

Turut bergabung dalam tim adalah dua orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa di STIE Muhammadiyah Jakarta. Masing-masing Rizki Ramadhan dari Tapak Suci (TS), serta Zulham Efendi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

27

Tim yang dipimpin Elis Farwati ini tiba di lokasi banjir sejak Kamis pagi (16/2). Tim akan berada disana hingga situasi dianggap kondusif.

Dari lokasi banjir, Elis mengabarkan,  ketinggian maksimal air mencapai pinggang orang dewasa. Transportasi terganggu. Tidak ada korban jiwa. Tidak ditemukan rumah rusak parah. Tim Siaga Camp juga tidak mendapati warga terserang penyakit akibat banjir. Kendati demikian, aktivitas perekonomian warga sempat lumpuh.

44

Diwartakan pula oleh Elis, menjelang sore, air berangsur-angsur surut. Warga langsung membersihkan rumah, dan memberesi peralatan elektronik yang rusak lantaran tidak sempat diselamatkan tatkala air masuk rumah. Beberapa toko kebutuhan sehari-hari terlihat mulai buka.

“Sambil bersih-bersih rumah, warga tetap waspada. Mendung pekat yang memayungi Ibukota, bisa saja tiba-tiba menjadi hujan deras, dan kembali menyebabkan banjir. Jika itu terjadi, aksi bersih-bersih mereka pasti bakal sia-sia”, demikian kata Elis yang juga merupakan Pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia. (AS)

Banjir Mulai Surut. Warga Pandeglang Butuh Bantuan Pangan

1

“Banjir yang sekarang melanda desa Teluk Lada sangat parah dibanding tahun-tahun sebelumnya”, demikian informasi dari tim operasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, Azka Abdul Mujib, dari Teluk Lada. Kecamatan Sobang. Pandeglang (15/2)

Desa Teluk Lada, papar Azka, sebenarnya sudah menjadi pelanggang tetap banjir kiriman sungai Cileman. Hanya saja sekarang ini, desa yang dihuni lebih dari 900 jiwa ini benar-benar terendam air. Aktivitas warga lumpuh total.

Dilaporkan oleh Azka, akibat banjir “yang tidak biasanya” ini, selain Teluk Lada, desa-desa lain di Kecamatan Sobang juga terendam air muntahan sungai Cileman. Semua tempat terendam.

 “Di desa lain banjir mulai surut. Tetapi untuk Teluk Lada, belum”, lanjut Azka.

Akibat hujan turun dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pandeglang pada 10 Februari lalu, sebelas kecamatan di Pandeglang terendam air. Ketinggian air mencapai setengah hingga satu meter.

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia menurunkan dua SRU (Search Rescue Unit) secara bersamaan ke Pandeglang. Selain Azka yang memimpin kekuatan dari Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang. Terdapat pula Cicih Handika yang memimpin pasukan dari Mapala Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Dilaporkan oleh Cicih dari desa Sukaresmi. Kecamatan Sukaresmi, terdapat lebih dari 32 desa terdampak banjir di wilayah kecamatan Sukaresmi. 14 diantaranya paling parah.

“Tidak ada korban jiwa di Sukaresmi. Tetapi banjir telah mengakibatkan ratusan hektar sawah gagal panen. Infrastrukutr banyak yang tidak berfungsi. Selain itu, perabot milik warga banyak yang rusak. Beberapa rumah roboh”, ujar Cicih menjelaskan.

“Sekarang yang dibutuhkan warga adalah bahan pangan, air bersih, makanan bayi, seragam sekolah anak-anak, alat kebersihan, dan peralatan dapur, dan bantuan kesehatan”, lanjut cicih mengabarkan kebutuhan warga.

2

Sama halnya dengan Cicih, Azka juga melaporkan, warga desa Teluk Lada, dan desa-desa tetangga juga membutuhkan bantuan medis, dan kebutuhan sehari-hari berupa pangan, air, perlengkapan bayi dan anak-anak, serta alat-alat masak dan kebersihan.

Sejak SRU diberangkatkan ke Pandeglang, kantor pusat SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia di Solo, telah menggalang bantuan. Baik berupa donasi tunai, maupun barang kebutuhan warga.

“ Bantuan langsung dikirim ke lokasi SRU berada. Walaupun tidak banyak, namun cukup meringankan beban korban banjir”, begitu kata Bendahara Umum  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, Aris Munandar di Solo (Ahyar Stone)

Gerak Cepat Stacia Ke Banjir Pandeglang

IMG-20170212-WA0004

Bencana alam dapat terjadi kapan, dan dimana saja. Tim SAR yang baik adalah yang senantiasa mampu memberikan reaksi cepat terhadap semua bencana alam yang terjadi.

Sadar dituasi demikian, Ketua Umum Mapala Stacia Universitas MuhammadiyahJakarta (UMJ), Arif Pranoto, beberapa saat usai mendengar kabar terjadi banjir disertai longsor di 11 kecamatan di kabupaten Pandeglang. Banten. Langsung menggelar rapat kilat dewan pengurusnya.

Dari rapat mendadak yang dilangsungkan di Sekretariat STACIA UMJ. Cirendeu. Ciputat. (11/2) didapat kesimpulan : Stacia UMJ akan mengirim tim ke lokas bencana. Sejurus kemudian Arif Pranoto menghubungi pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia yang berada di Solo. Jawa Tengah.

Kepada Ketua Divisi Operasional SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia, Wawan Siswoyo, Arif Pranoto menyampaikan, Stacia  UMJ akan mengirim dua anggotanya. Cicih Handika selaku kordiantor, dan Windi Marwati.

IMG-20170212-WA0003

“Mereka yang mewakili Stacia UMJ menjadi tim pionir SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia. Fokus area-nya di kecamatan Sukaresmi. Pandeglang”, terang Arif Pranoto.

Oleh Wawan Siswoyo, pergerakan cepat Stacia UMJ, diinformasikan secara terbuka ke beberapa Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seputaran DKI dan Tangerang. Gayung bersambut. Seorang senior Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang, Kusnaedi, mengabarkan Mahesa akan memberangkatkan seorang anggotanya, Azka Abdul Mujib.

Mapala Alpiniste STIE Acmad Dahlan,  akan mengirim anggotanya mengikuti operasi SAR gabungan ini.

 “Seperti Mahesa, anggota Alpiniste yang ke lapangan akan berkordinasi dengan Stacia”, kata mantan Ketua Alpiniste, Eka Paldi mengabarkan.

Rencananya, tim gabungan yang dipimpin Cicih Handika, akan bekerja mulai 12 hingga 18 Februari 2017. Selain untu pencarian dan penyelamatan, tim juga akan melakukan pengumpulan data (assesmen).

Data yang didapat, akan dihimpun Pengurus Pusat SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia. Kemudian dibagikan ke masyarakat umum melalui media sosial.

Terhadap gerak cepatnya, Arif Pranoto menerangkan, Ini sesuai dengan visi SAR Mapala Muhammadiyah  Indonesia sebagai garda depan Muhammadiyah. “Agar Muhammadiyah senantiasa hadir di secepatnya untuk memberikan solusi di setiap masalah kemanusiaan di tanah air”, demikian kata Arif Pranoto.

CAMP Gelar Edukasi Bencana “Don’t natural disaster

Hingga hari ini beberapa titik di Jakarta masih langganan banjir. Sayangnya tidak semua warga Ibukota memahami cara yang baik dan benar menyelamatkan korban banjir.

Sadar situasi itu, Civitas Academica Muhammadiyah Pecinta Alam (CAMP) STIE Muhammadiyah Jakarta bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), gerak cepat mengedukasi warga melalui seminar penanggulangan bencana berthema, “Don’t natural disaster continues’.

Hadir sebagai pembicara di acara yang diselenggarakan di Aula Serba Guna Kampus II STIE Muhammadiyah Jakarta, 4 Februari 2017, adalah Sony Maulan SH. Ahmad Nur Iman, dan Lesmana Fajar Ginting.

MUn CAMP 1

Dihadapan peserta seminar yang berasal dari kalangan Mapala, Sispala, PMR. Hizbul Wathan, serta penggiat kebencanaan, ketiga pakar diatas bergantian menyampaikan konsep pengurangan bencana, tindakan pertolongan pada tanggap siaga bencana sesuai kapasitas dan teknik membawa korban secara baik dan benar, serta hal lain yang terkait dengan teknik Search and Rescue (SAR)

Dengan mengikuti seminar ini, kata ketua panitia seminar, Almumtahanan, diharapkan tumbuh sikap peduli yang kuat terhadap sesama, terutama dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di sekitar kita. (Elis Farwati)

Dahlan Rais Mampir Ke SARMMI

“Di Mapala Muhammadiyah tidak boleh terjadi musibah seperti di kampus lain”, demikian pesan Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais. Ketika mampir ke sekretariat SARMMI di Jl. Dr. Wahidin Kota Solo.

Dahlan Rais juga menyempatkan mengimami sholat magrib di mushola SARMMI. “Tetaplah bersemangat”, demikian komentar Dahlan Rais usai mendengar penjelasan kiprah SARMMI di beberapa lokasi bencana alam di tanah air.

Kedatangan orang penting di Muhammadiyah, segera menjadi perbincangan hangat di grup WA SARMMI. Berbagai komentar positif bermunculan.
Anggota Mapala Univ. Muhammadiyah Riau, Taufik Maulana, menulis, “Inya Allah, siap melaksanakan amanah pak Dahlan”.

Anggota Mapala Univ. Muhammadiyah Maluku Utara, Fadillah Amir, menulis, “Titip salam buat Ayahanda Ketua. Siap selalu bersemangat”.

Anggota Hukum dan Advokasi SARMMI.  Dr. Achmad Cholidin, SH. M.Hum. menulis kenangannya, “Salam untuk pak Dahlan. Saat gugatan ke MK berkenaan sengketa Pilkada. Saya yang damping beliau di MK”. (AS)

Rektor UMS. Sofyan Anif SAR Mapala adalah Aset Persyarikatan

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yang merupakan badan di Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, adalah asset Persyarikatan yang harus dijaga dan dikembangkan. Demikian kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surakrta (UMS), Sofyan Anif. Ketika menerima kunjungan Pengurus SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Di  Gedung Siti Walidah UMS. (13/1)

Di pertemuan ini, dari SARMMI adalah Dewan Pengarah drg. Edy Karyadi, MM., MDSc. Ketua Umum Slamet Widodo. Sekretaris Umum Ahyar Hudoyo. Ketua  Divisi Operasional Wawan Siswoyo. Serta pengurus lainnya yang masing-masing   Rinanto,  Farich Fauzi Ahmad, Arief Prakasa dan Zwaeb Laibe.

Disamping itu, lanjut Sofyan Anif, SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia dengan kegiatan kemanusiaannya, merupakan jawaban yang tepat terhadap tudingan miring segelintir orang yang kurang memahamai persoalan pendidikan.

Muhammadiyah papar Sofyan Anif, telah banyak berbuat untuk masyarakat, namun masih ada saja segelintir orang menuding Muhammadiyah sebagai lembaga profit semata. Anggapan ini mereka sandarkan pada biaya kuliah yang mahal di Perguruan-perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Tentunya anggapan itu tidak benar, terang Sofyan Anif.  Tidak semua biaya kuliah di PTM, mahal. Di Universitas berkualitas terbaik biayanya relatife tinggi, namun sebanding dengan mutu yang didapat mahasiswa.

Terhadap penilaian tersebut, lanjut  Sofyan Anif, tidak perlu ditanggapi gusar. Cukup dijawab dengan semakin rajin mengedepankan kegiatan-kegiatan sosial dari mahasiswa.

“Misalnya melalui kegiatan kemanusiaan yang dilakukan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia. Ini merupakan jawaban paling tepat”, tegas Sofyan Anif. (AS)

Pembantu Ketua 3 STIE Muhammadiyah Jakarta, Imam Suprapta, SE. MM “SARMMI Bagus Untuk Mapala Muhammadiyah”

“Mapala Camp sangat rajin mengadakan kegiatan, dan kegiatannya membanggakan kampus”, demikian kata Pembantu Ketua 3 STIE Muhammadiyah Jakarta,  Imam Suprapta, SE. MM. Ketika menerima Ketua Umum dan Sekretaris Umum SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Slamet Widodo, dan Ahyar Hudoyo. Di Sekretaris Camp STIE Muhammadiyah Jakarta Selatan.

CAMP2

Turut hadir dalam pertemuan yang bersahaja itu Ketua umum Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta, Arif Pranoto, beserta seniornya  Fauzan Habib Rachmatullah. Ketua Umum Camp Umbar Lelono Setyo Prayogo. Beberapa anggota muda dan senior Camp Irchamsyah. Serta dua pengurus SARMMI asal Camp. Masing-masing Elis Farwati dari Divis pengembangan SDM, dan Tia Septiyani Divisi Komunikasi dan Informasi.

Saking rajinnya, laporan kegiatan lama belum saya terima, mereka sudah mengajukan proposal kegiatan baru”, seloroh Imam Suprapta, yang disambut gelak tawa peserta pertemuan.

Di pertemuan itu, Ketua Umum SARMMI Slamet Widodo menjelaskan, organisasi yang dipimpinnya merupakan Sekretariat Bersama potensi SAR Mapala di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Dengan berhimpun di wadah besar dibawah naungan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Potensi SAR di Mapala akan semakin tangguh, besar, dan kian responsif terhadap berbagai bencana alam di tanah air.

“Majelis Diktilitbang memproyeksikan SARMMI menjadi ujung tombak Muhammadiyah di bencana alam, sehingga Muhammadiyah senantiasa hadir lebih cepat memberikan solusi terhadap masalah kemanusiaan’, kata Slamet Widodo.

“Semua kegiatan SARMMI selalu diberitahukan dan dilaporkan ke pimpinan Majelis Diktilitbang. Personil beserta nama Mapala yang mengikuti operasi SARMMI juga disampaikan ke Majelis Diktilitbang”, terang Slamet Widodo.

Terhadap SARMMI, Imam Suprapta menilai positif, “Apalagi berada dibawah Majelis Diktilitbang, SARMMI menjadi kuat. Ini bagus untuk perkembangan kegiatan pecinta alam di kampus-kampus Muhammadiyah”.

Masih di pertemuan itu, senior Camp, Irchamsyah yang biasa disapa Gembel, berpesan kepada pengurus SARMMI, sebagai pengurus periode pertama, mereka harus benar-benar tahan banting, rela berkorban, menjaga kesolidan dan tetap berpandangan ke jauh depan untuk membawa Mapala di Muhammadiyah agar lebih berkembang dan diperhitungankan di Republik ini.

“Hambatan pasti ada, namun dengan sikap optimis dan berpikir positif, Insya Allah segala hambatan akan surut’, demikian pesan Gembel. (Fafa)

SARMMI berdampak Positif untuk Mapala di Muhammadiyah

Alpiniste

SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) hanyalah asosiasi, atau Sekretariat Bersama (Sekber) potensi SAR Mapala di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia. Bukan meleburkan semua potensi SAR Mapala PTM ke wadah tunggal bernama SARMMI, demikian kata Sekretaris Umum SARMMI, Ahyar Hudoyo, di kunjungannya ke Sekretariat Mapala Alpiniste STIE Achmad Dahlan Jakarta. (29/1)

“Sebagai Sekber, SARMMI tidak memerintahkan Mapala PTM mengikuti Operasi SAR. Melainkan sekedar memberitahu. Mapala boleh ikut atau tidak mengikuti operasi SARMMI. Bagi Mapala yang ikut, SARMMI mengharapkan mereka memaka atribut Mapala-nya. Agar terlihat keberagaman kita”, jelas Ahyar

Selain operasi SAR, lanjut Ahyar, kegiatan SARMMI adalah mengadakan pelatihan bersertifikat, terutama di daerah – daerah yang rawan bencana. Sehingga ke depan semakin banyak anggota Mapala PTM yang memiliki sertifikat yang qualified. Dalam waktu dekat, SARMMI akan mengadakan pelatihan Nasional SAR bencana alam di Sumatra Barat. Yang jadi tuan rumah adalah Mapala Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB).

“Potensi bencana di Sumatra Barat, sangat besar. Sementara skill SAR teman-teman kita di Sumatra masih tergolong rata-rata. Dengan pelatihan itu, diharapkan kualitas mereka kian mumpuni, sehingga siap menjadi pionir bila ada bencana di Sumatra, dan Mapala UMSB mampu menjadi tuan rumah bila SARMMI nantinya menggelar operasi skala besar yang melibatkan banyak Mapala PTM di Sumbar’, kata Ahyar.

Dalam pertemuan di Alpiniste itu, mantan Ketua Umum Mapala Alpiniste STIE Achmad Dahlan Jakarta, Eka Paldi mengaku telah mengetahui SARMMI sejak akan dideklarasikan di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Desember tahun lalu

 “Karena sibuk di kegiatan Alpiniste, saya selaku Ketua Umum tidak bisa ke Solo’, kata Eka Paldi yang biasa dipanggil Oplak.

Menurut Oplak, SARMMI berdampak positif untuk Mapala di Muhammadiyah seluruh Indonesia. Dengan operasi SAR yang dikordinir SARMMI kekuatan Mapala Muhammadiyah menjadi tambah kokoh. Nama-nama Mapala yang ikut operasi tidak akan tenggelam, justru akan naik. Semua Mapala juga memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin operasi SAR skala besar.

“Dengan operasi SAR bersama, silaturahmi kita dalam berbuat baik bakal kian erat. Ini bagus bagi kita Mapala di PTM yang kemana-mana mengemban dakwah Muhammadiyah’, lanjut Oplak.

Sependapat dengan Oplak, seorang pendiri Alpiniste, Darussalam, mengatakan sangat banyak manfaat positif berdirinya SARMMI bagi Mapala PTM se Indonesia. Atas dasar itulah,  Darussalam merencanakan menyediakan ruangan di kampus STIE AD yang bisa dipakai sebagai Sekretariat SARMMI untuk Mapala PTM di Rayon DKI, Banten, dan Jawa Barat.

“Membantu perkembangan SARMMI berarti kami turut berpartisipasi langsung membangun kemajuan sesama Mapala PTM. Sekretariat SARMMI berada di kampus STIE AD secara langsung juga akan membuat adik-adik saya terbiasa siaga, sigap dalam bertindak, dan gesit membangun komunikasi di cakupan yang luas”, lanjut Darussalam, senior Alpiniste pemegang Nomor Induk Anggota ALP-001.

“Saatnya kita bersatu dalam wadah yang menasional. Sehingga Mapala PTM menjadi kekuatan besar yang benar-benar diperhitungkan oleh siapapun”, demikian kata Darussalam. (AS)

Aidul Fitri : “Utamakan keselamatan, Ikuti Prosedur”

 aidul

“Jangan sampai muncul kekerasan di Mapala Muhammadiyah. Apalagi sampai merenggut korban jiwa”, demikian pesan anggota Hukum dan Advokasi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI). Dr. Aidul Fitriciada Azhari SH. M.Hum.

Ditemui Sekretaris Umum SARMMI, Ahyar Hudoyo,  di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jakarta (27/1). Aidul Fitriciada yang juga Ketua Komisi Yudisial menambahkan, dalam berkegiatan di Mapala, keselamatan dan prosedur standar tidak boleh diabaikan.

“Kegiatan SAR di Mapala sangat positif. Sekaligus menunjukan ke masyarakat bahwa pecinta alam peduli pada sesama manusia. Agar berjalan baik, dalam operasinya, SARMMI harus selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti standard operation prosedure’, demikian kata Aidul Fitri. (AS)

Dirut LAZISMU Andar Nubowo, DEA. “Sangat menarik bila SARMMI bergabung di Muhammadiyah Aid”

“Sangat menarik bila SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia bergabung di Muhammadiyah  Aid”, demikian komentar Direktur Utama LAZIZMU, Andar Nubowo, DEA. Usai mendengar sejarah, visi dan misi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) yang disampaikan bergantian oleh Slamet Widodo, dan Ahyar Hudoyo di kantor Pusat LAZIZMU Jakarta. (26/1)

Program Muhammadiyah Aid terang Andar, adalah inisiatif Muhammadiyah untuk membantu masalah-masalah kemanusiaan Internasional seperti bencana alam, kelaparan, konflik social dan peperangan.

“Saya pernah mendaki gunung, jadi saya tahu ketangguhan, kesigapan, dan solidaritas para pecinta alam. Mereka sudah terbiasa berada di situasi ekstrim. Mengkolaborasikan SARMMI dengan lembaga yang sudah ada di Muhammadiyah  Aid. Membuat Muhammadiyah AID kian menarik”, lanjut Andar.

Menanggapi Andar, Ketua Umum SARMMI, Slamet Widodo, mengatakan, sebagai organisasi yang bergerak di bidang SAR model kerja SARMMI adalah datang terlebih dahulu di setiap bencana alam untuk melakukan pencarian (Search), menyelamatkan (Rescue), dan melakukan pendataan (Assessment).

“Dengan model kerja seperti itu, SARMMI tidak akan bentrok kerja dengan lembaga lain yang ada di Muhammadiyah AID. Tidak akan tumpang tindih. Yang muncul justru sinergi”, kata Slamet Widodo.

Disamping untuk Muhammadiyah Aid, Andar juga merencanakan kerjasama dengan SARMMI dalam bentuk kerjasama permanen antar lembaga, atau kerjasama ad hooc, yaitu kerjasama jangka pendek di setiap ada bencana alam di tanah air.

“Apapun model kerjasama yang digagas LAZISMU, kami siap mensukseskannya. SARMMI terbiasa berada di lokasi bencana tersulit, terparah, terjauh, terlupakan, dan yang terpinggirkan. Operasi SARMMI selalu membawa manfaat langsung bagi masyarakat, dan senantiasa mengedepankan dakwah Muhammadiyah”, demikian kata Slamet Widodo. (AS)

AHASS Motor UMS dan SARMMI Bantu Korban Banjir Bengawan Solo

1

Banjir surut tidak berarti persoalan langsung berakhir. Masalah yang diakibatkan banjir sangat banyak. Termasuk kerusakan sepeda motor. Dalam rangka meringankan beban korban banjir Bengawan Solo, AHASS Motor Univ. Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) mengadakan bakti sosial berupa  service gratis sepeda motor, di Wonorejo. Pranan. Polokarto. Sukoharjo. Jawa Tengah.

3

Menurut Ketua AHASS Motor UMS DR. Supriyono, kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian AHASS Motor UMS terhadap problem masyarakat pasca banjir Bengawan Solo.

Senada dengan itu, Ketua pelaksana Bakti Sosial Service Gratis  Amin Sulistyanto, ST. Menerangkan, “Kendati sehari-hari kami di AHASS Motor UMS bergerak di jalur bisnis, namun membantu masyarakat korban bencana alam, juga menjadi prioritas kami”, papar Amin yang juga merupakan dosen Fakultas Teknik UMS.

2

Service gratis yang dilaksanakan pada 20 dan 27 Desember 2016, diakui oleh warga  Pranan, sangat membantu mereka. “AHASS Motor UMS telah meringankan beban kami, semoga lain waktu mereka bisa bakti sosial lagi disini”, harap warga Pranan. (AS)

UMS dan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia Kerjasama Bantu Korban Banjir Garut

“UMS sangat prihatin dengan penderitaan warga Garut korban banjir. UMS memiliki komitmen untuk meringankan penderitaan mereka”, demikian kata Wakil Rektor I UMS. Dr. Muhammad Da’i Msi. Apt. Dalam sambutannya di acara serah terima bantuan UMS untuk Garut yang diselenggarakan di Rektorat UMS (27/9)

Bantuan UMS berbentuk uang tunai Rp. 50 juta dipercayakan kepada Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Muhammadiyah Indonesia untuk menyalurkannya ke Garut. Bantuan diterima langsung oleh Ketua SAR Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia, Slamet Widodo yang didampingi Sekerataris Umum Ahyar Hudoyo, Bendahara Umum Aris Munandar, dan tim Operasonal SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia Edy Setiawan yang berasal dari Mapala Univ. Muhammadiyah Jogjakarta.

1-pr-1-ums

Lebih jauh Muhammad Da’i yang didampingi Kepala Sekretariat Rektorat UMS. Moh. Nafi, mengatakan, bantuan UMS dipercayakan kepada SAR  Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia. “Anggota Mapala memiliki karakter yang tangguh, dapat bergerak cepat, dan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Bantuan UMS yang dsalurkan melalui SAR Mapala Muhammadiyah tentu akan tepat waktu, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akurat”, demikian kata Muhammad Da’i.

Sementara Ketua SAR Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia, Slamet Widodo dalam sambutannya mengatakan, “Sumbangan UMS yang dititipkan pada kami, merupakan amanat yang harus segera disampaikan kepada korban banjir Garut. Sepulang acara ini, kami langsung bergerak agar dapat secepatnya tiba di Garut”.

Disampaikan pula oleh Slamet Widodo, Tim dari Solo yang akan dikirim ke Garut membawa bantuan UMS, secara Nasional merupakan tim ketiga SAR Mahasiswa Mapala Muhammadiyah Indonesia.

6

“Tim pertama berasal dari potensi SAR Mapala di perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta, Tangerang, dan Sukabumi. Tim pertama dikordinir oleh Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta, dan Camp STIEM Jakarta. Tim kedua dari Lampung yang dikordinir oleh Mapasanda STIEM Kalianda Lampung Selatan,” kata Slamet.

“Bantuan UMS bertepatan dengan selesainya status tanggap darurat bencana tahap pertama.  Sesuai dengan pengumuman Pemerintah, tahap kedua dimulai hari ini hingga 5 Oktober 2016. Bantuan UMS sangat dibutuhkan untuk mengisi tahap kedua karena sebagian tim rescue dan relawan sudah berangsur-angsur meninggalkan Garut. Bantuan UMS berada di moment yang tepat”, demikian kata Slamet Widodo.