Dipercayai untuk menjadi Penyelenggara Munas SARMMI, Mapsa UMP ditunjuk langsung oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah secara resmimemberi rekomendasi atau penunjukan kepada MapalaSatria Universitas Muhammadiyah Purwokerto (MapsaUMP) sebagai penyelenggara Musyawarah Nasional SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (Munas SARMMI).

Surat Keputusan Majelis Diktilitbang nomor0767/REK/1.3/D/2022. Tertanggal 11 Juni 2022. Telahditerima oleh jajaran pengurus Mapsa UMP.

Menanggapi rekomendasi dari Majelis Diktilitbang, KetuaUmum Mapsa UMP Arif Zaenudin Agus mengakubersyukur dan siap menjalankan amanah dari MajelisDiktilitbang secara maksimal.

Tentu kami merasa bersyukur diberi amanah langsungdari Majelis Diktilitbang sebagai tuan rumah MunasSARMMI. Hal ini menunjukkan Mapsa adalah lembagakemahasiswaan yang terpercaya karena prestasi dankemampuannya,” kata Arif.

Arif menjelaskan pula, surat rekomendasi MajelisDiktilitbang sudah disampaikan ke pihak rektorat UMP.

“Kami sudah menghadap Wakil Rektor BidangKemahasiswaan. Menyampaikan rekomendasi MajelisDiktilitbang, serta melaporkan kesiapan Mapsa untukmenjalankannya secara maksimal,” jelas Arif.

Diungkap oleh Arief, pihak rektorat melalui Wakil RektorBidang Kemahasiswaan mendukung penuh Mapsamenjalankan amanah penting Majelis Diktilitbang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan berpesan pula kepada Mapsa agar menjadi tuan rumah yang baik bagipeserta munas SARMMI dan semua pihak yang diundang, serta tetap menjaga nama besar UMP danMuhammadiyah.

Pesan-pesan pihak rektorat tentu menambah motivasianggota dan pengurus Mapsa. Insya Allah Mapsa akanmenjadi tuan rumah yang baik. Mapsa menyadari bahwaMunas SARMMI sangat penting bagi aktivitaskemanusiaan di tanah air,” terang Arif.

Sementara itu, Sekretaris Umum SARMMI Rinantomenyampaikan, Munas adalah pertemuan dua tahunanSARMMI untuk pergantian pengurus dan menetapkanprogram-program kemanusiaan SARMMI.

Munas yang diselenggarakan di Mapsa UMP pada tanggal5-7 Agustus 2022 mendatang, merupakan MunasSARMMI yang ketiga.

Peserta Munas adalah Pengurus SARMMI dan utusanMahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PTM/A seluruhIndonesia

Untuk Munas di Mapsa, pihak SARMMI dan Mapsa jugaakan mengundang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Majelis Diktilitbang. Rektor/Ketua/Direktur PTMA SeIndonesia. MDMC. BASARNAS. BPBD. KomunitasRelawan Bencana Alam Se-Banyumas. Sispala Se-Banyumas, serta Unit kemahasiswaan di UMP.

Mereka diundang di acara pembukaan dan TalkshowNasional yang akan menampilkan putri-putri Mapala PTM yang telah berkiprah di lokasi bencana sebagai relawangaris depan,” pungkas Rinanto. (Ahyar)

(Ahyar Stone & Rani Puspina – SARMMI)

 

 

Saptapala Jakarta Bantu Korban Gempa Pasaman Peralatan Ibadah

Korban gempa seringkali mengalami kesulitan menjalankan sholat lima waktu. Padahal dalam situasi apapun sholat wajib dilaksanakan.

Hal itu disampaikan anggota istimewa Saptapala Jakarta, Adi Nugroho, melalui sambungan jarak jauh terkait bantuan peralatan ibadah berupa mukena dan sarung ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pada Minggu (12/3/202).

“Bantuan pangan, selimut, terpal dan kebutuhan mendesak lain memang dibutuhkan korban bencana. Meski begitu korban gempa juga membutuhkan peralatan ibadah,” kata Adi Nugroho.

Lantaran itulah jelas Adi Nugroho, bantuan Saptapala Jakarta untuk korban gempa di Pasaman Barat fokus pada peralatan ibadah.

“Saptapala berharap bantuan ini turut mengurangi kesulitan yang dialami korban gempa pasaman barat,” jelas Adi Nugroho.

Bantuan Saptapala dikirim ke Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Relawan kemanusiaan yang mengelola Posko kemanusiaan SARMMI adalah anggota Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurniawan menerangkan bantuan peralatan ibadah dari Saptapala didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian dan ke beberapa masjid dan mushola yang rusak karena gempa.

“Sarung dan mukena kami antar ke tenda pengungsi di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. Serta di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai,” terang Reza Kurniawan.

Bantuan Saptapala juga diantar relawan SARMMI ke pengurus mushola Nurul Hikmah Jorong Pasar Lamo, Mushola Nurul Falah Kampung Lubuk Panjang, serta Masjid Raya Kajai.

Beberapa pengungsi mengaku sarung dan mukena dari Saptapala, sangat membantu mereka beribadah.

“Sarung akan saya pakai sholat lima waktu dan untuk Jumatan. Sedangkan Mukena akan dipakai istri sholat di tenda”. Begitu kata seorang dari mereka.

Ahyar Stone & Rani Puspina (SARMMI)

Peduli Gempa Pasaman, Mapala UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Selain mengirim lima orang relawan ke lokasi gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau) menyalurkan pula bantuan kemanusiaan ke korban gempa yang mengungsi di sejumlah titik.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar pengungsi untuk semua tingkatan usia.

Penyaluran bantuan bekerja sama dengan Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Bergabung pula di Posko kemanusiaan SARMMI adalah relawan dari Mapala UMSB (Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat), serta Relawan Mapala UMY (Univ. Muhammadiyah Yogyakarta).

Kordinator tim relawan Mapala UMRI, Raja Alpian, menerangkan, bantuan disalurkan langsung ke korban gempa Pasaman Barat yang tinggal di pengungsian.

Bantuan berasal dari donasi masyarakat Pekanbaru yang digalang Mapala UMRI.

“Bantuan yang kami bawa merupakan bantuan masyarakat Pekanbaru. Hal ini juga menunjukkan masyarakat Pekanbaru sangat peduli terhadap korban gempa Pasaman,” terang Raja Alpian.

Ditambahkan oleh Raja Alpian, dia datang ke lokasi gempa bersama empat rekannya, yakni Ananda Aditia, Marfuad, Muhatir, Ferianth Surya Adha.

Selama di Posko Kemanusiaan SARMMI, mereka melakukan psikososial untuk anak-anak. TPA darurat. Mendirikan hunian darurat. Membangun mushola darurat. Membuat emergency toilet. Menyelenggarakan sekolah darurat dan masih banyak lagi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Mapala UMRI Rusdi Harjo, menjelaskan tiap ada kejadian bencana di tanah air, Mapala UMRI senantiasa turut berpartisipasi meringan beban korban bencana dan membantu memulihkan kehidupan mereka.

Bentuk partisipasi Mapala UMRI mulai dari menggalang donasi, menyalurkan bantuan kemanusiaan, hingga mengirim relawan terlatih ke lokasi-lokasi bencana untuk melakukan pendampingan ke korban bencana alam.

“Tujuan melakukan pendampingan agar kehidupan korban bencana pulih seperti sebelum terjadinya bencana,” tutup Rusdi Hardjo. (AS)

Pulihkan Kegiatan Ibadah Korban Gempa. Relawan SARMMI Dirikan Mushola Darurat.

Di kebencanaan, ada banyak hal yang perlu dipulihkan. Termasuk memulihkan kegiatan ibadah korban bencana.

Demikian kata Raja Alpian, kordinator pembangunan rumah ibadah darurat Posko Kemanusiaan SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah) di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tatkala memulai merobohkan Mushola Nurul Himah yang hancur akibat gempa. (10/3/20222)

Mushola Nurul Himah yang dikerjakan oleh relawan SARMMI berada di Jorong Pasar Lamo. Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Dijelaskan oleh Raja Alpian yang merupakan anggota Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau). Akibat gempa Pasaman yang terjadi beberapa waktu lalu, Mushola Nurul Himah meski belum sepenuhnya roboh tetapi mengalami rusak berat. Berbahaya bila tetap digunakan untuk beribadah.

Padahal masyarat Minang dikenal religius dan aktif melaksanakan ibadah berjamaah di surau-surau.

“Bencana gempa tak menyurutkan semangat masyarakat Minang beribadah. Hanya saja aktifitas ibadah berjamaah mereka terhenti karena mushola atau masjid mereka roboh,” jelas Raja Alpian.

Lantaran itulah tambah Raja Alpian, atas permintaan jamaah Mushola Nurul Himah, relawan SARMMI memulai merobohkan mushola.

Seteleh roboh hingga rata dengan tanah, puing-puing Mushola Nurul Himah dibersihkan.

Lalu di lokasi yang sama didirikan mushola darurat dengan memanfaatkan material yang masih bisa dipakai. Seperti kusen, daun pintu, seng dan kasau.

Raja Alpian mengaku belum dapat memprediksi berapa hari dibutuhkan oleh relawan yang dipimpinnya untuk menuntaskan pekerjaan.

Hal itu terkait dengan masih sering hujan, relawan yang terbatas, serta memerlukan material tambahan. Agar mushola darurat dapat berdiri kokoh dan nyaman dipakai warga untuk sholat jamaah di bulan ramadhan.

“Kami butuh bantuan tenaga relawan dan bantuan dalam bentuk lain. Agar mushola segera selesai. Sehingga aktifitas ibadah warga Jorong Pasar Lamo pulih seperti sebelum gempa,” kata Raja Alpian.

Sementara itu, Tirta Ningsih — jamaah yang rumahnya berhadapan dengan Mushola Nurul Himah – menginfokan, Mushola Nurul Himah dapat menampung sekitar 50 orang.

Selain digunakan untuk sholat lima waktu berjamaah, Mushola Nurul Himah juga digunakan untuk pengajian tiap hari rabu, serta untuk anak-anak Jorong Pasar Lamo mengaji.

“Kami sangat berharap Mushola Nurul Himah dapat berdiri kembali. Walaupun masih darurat. Warga Jorong Pasar Lamo butuh mushola untuk ibadah ramadhan,” kata Tirta Ningsih. (AS) (lebih…)

Selamatkan Pendidikan Siswa Korban Gempa Pasaman. Relawan SARMMI Selenggarakan Sekolah Darurat

Bekerja sama dengan TNI AL Teluk Bayur Padang, relawanSARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia) menyelenggarakan kegiatan belajar darurat untuk anak-anakkorban gempa Pasaman Sumatera Barat.

Relawan SARMMI yang terlibat di kegiatan ini adalah empatanggota Mapala UMSB (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat) yakni Amelia Putri Suktan, Junita Tiara, Maisri YesaPutri, Juni Lestari. Serta Muhatir dari Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau).

Diterangkan oleh Amelia, gempa menyebabkan sekolah formal diliburkan. Sementara semangat belajar siswa perlu dijaga. Pendidikan harus diselamatkan. Lantaran itulah relawanmenyelenggarakan sekolah darurat.

“Yang mengikuti sekolah darurat sebanyak 50 siswa SD danSMP. Mereka adalah anak-anak yang menjadi korban gempaPasaman,” terang Amelia. (8/3/2022)

Sekolah darurat diselenggarakan di halaman SD Negeri 2 Kecamatan Talamau. Pasaman Barat.

Juga di camp pengungsian yang terletak di tengah perkebunansawit di Desa Lubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. NagariKajai. Pasaman Barat. Di kebun sawit ini pula PoskoKemanusiaan SARMMI berada.

“Materi pelajaran sekolah darurat yang kami berikan muatannyayang ringan-ringan, serta ditambah dengan beberapa permainanedukasi yang menyenangkan,” tambah Amelia.

Pelajaran ringan dan fun game jelas Amelia, sengajadigabungkan karena sekolah darurat juga berfungsi sebagaipendampingan psikososial untuk anak-anak yang merupakankelompok rentan pada bencana alam. (AS)

MAPALA UMRI kirim Relawan ke Bencana Gempa Pasaman Barat

Mapala UMRI (Universitas Muhammadiyah Riau) memangdikenal sebagai Mapala yang senantiasa respon cepat terhadapberbagai bencana di tanah air.

Terhadap bencana gempa magnitudo 6,1 yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMRI mengirim lima orang relawan kemanusiaan. Pada kamis. (3/3/2022

Mereka adalah Ananda Aditia, Marfuad, Raja Alpian, Muhatir, Ferianth Surya Adha.

Di Pasaman Barat, relawan Mapala UMRI bergabung di PoskoKemanusiaan SARMMI (SAR Mapala MuhammadiyahIndonesia).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di camp pengungsiankorban gempa yang terletak di tengah perkebunan sawit  di DesaLubuk Panjang. Jorong Kampung Alang. Nagari Kajai. PasamanBarat. Sumatera Barat.

Bergabung pula di Posko Kemanusiaan SARMMI adalahrelawan Mapala UMSB (Universitas Muhamadiyah Sumatera Barat) dan Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. (UMY).

Selain mengirim lima relawan tangguh Mapala UMRI jugamengirim bantuan berbagai kebutuhan dasar pengungsi.

Menurut Ketua Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurniawan, lima orang relawan Mapala UMRI tangguh di lokasigempa. Mereka juga kreatif dan memiliki skill individu yang sangat mendukung pergerakan semua relawan yang bergabungdi Posko Kemanusiaan SARMMI.

“Kehadiran relawan SARMMI sangat membantu kami. Merekaadalah andalan kami,” tambah Reza.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum SARMMI di Jakarta, memberi apresiasi tinggi terhadap Mapala UMRI.

“Mapala UMRI selalu respon cepat bila ada kejadian bencana di tanah air. Termasuk bencana gempa di Pasaman,” kata AdriHendra Febriansyah.

“Hendaknya respon cepat yang ditunjukkan Mapala UMRI menjadi inspirasi bagi Mapala lain di Indonesia,” pungkas AdriHendra.

Dampingi Korban Gempa Pasaman Sumbar, Relawan SARMMI dan Mapala UMSB Dirikan Posko Kemanusiaandi Perkebunan Sawit.

Merespon gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di KabupatenPasaman Barat, Sumatera Barat, Mapala UMSB (UniversitasMuhammadiyah Sumatera Barat), memberangkatkan 17 relawankemanusiaan ke lokasi gempa.

Mereka adalah Reza Kurniawan, Hendra Fajar Quma’at, DefriDeta A., Chaidir Ali, Zena Desvita Putri Nengsi, Hari sabar, Mhd. Alim Saputra, Hasanul Lutfi, Aldi Sofyan, Amelia PutriSuktan, Candra putra, Khori Ik Al ain, Maisri Yesa Putri, Perwira Erlangga, Wendy melandry, Juni Lestari

Di Pasaman Barat mereka mendirikan posko kemanusiaan di Desa Lubuak Panjang Jorong Kampung Alang Nagari Kajai,Kecamatan Talamau. Pada Rabu. (2/03/2022).

Pengoperasian posko kemanusiaan bekerja sama dengan timkemanusiaan dari SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Menurut Kordinator Posko Kemanusiaan SARMMI, Reza Kurnawan, dipilihnya di Desa Lubuak Panjang sebagai lokasiposko karena camp pengungsian di sini berada di perkebunansawit yang tergolong terpencil.

“Warga korban gempa yang mengungsi di sini sebanyak 500 jiwa lebih. Kondisi mereka sangat mengenaskan. Itulah alasankami mendirikan Posko Kemanusiaan, untuk melakukan pendampingan,” terang Reza.

Ditambahkan oleh Reza, sejak hari pertama berada di tengahpengungian, mereka langsung melakukan assessment untukmemutahirkan data. Mendistribusikan bantuan kebutuhan dasarpengungsi. membuat tempat belajar darurat dan pelayananselama masa tanggap darurat, Juga menyelenggarakanpsikososial untuk kelompok rentan.

Senada dengan Reza, Amelia Putri Suktan menjelaskan, selainkegiatan di atas,para relawan juga sedang menyiapan kegiatanlainnya. Yang relevan kondisi pengungsi. Sekaligus menunggukedatangan 5 relawan kemanusiaan dari Mapala UniversitasMuhammadiyah Riau (UMRI) dan relawan SARMMI dariJogjakarta.

“Kami perlu tambahan personil, karena kami merencanakanbanyak kegiatan,” tambah Amel.

Dijelaskan pula oleh Amel, perkebunan sawit tempat korbangempa mengungsi masih banyak hewan berbisa. Salah satunyaadalah ular. Para relawan berencana gotong royong bersamawarga untuk menangkal hewan berbisa.

“Prinsif kerja relawan di posko kemanusiaan adalahmemberikan rasa aman terhadap korban gempa  yang berada di pengungsian di sekitar Posko SARMMI. Memberikan rasa amanterhadap mereka, adalah prioritas utama,” pungkas Amel. (RN)

 

By Rinanto

Mapasanda MRI dan Sispala Melakukan Galang Dana Untuk Korban Erupsi Semeru

Melalui aksi sosial, “Mari Berdonasi Untuk Saudara Kita Korban Erupsi Semeru”. Mapasanda STIE MuhammadiyahKalianda, bersama Sispala SMK Negeri 2 Kalianda danMasyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan penggalangandana untuk dikirim ke Lumajang. Jawa Timur.

Penggalangan dana diselenggarakan selama tiga hari. Dari 10 hingga 12 Desember 2021.

“Cara kami menggalang dana dengan menggelar pertunjukanmusik dan turun ke jalan,” kata Sekretaris Kalianda, RekaIndriani.

Pagelaran musik jelas Reka, diselenggarakan di Pantai KeduWarna Kalianda. Lampung Selatan.

Sementara aksi turun ke jalan dilakukan di beberapa titik lampumerah di Kalianda. Juga di kawasan Pemda, di lokasi wisatakuliner Dermaga Bom, pusat-pusat keramaian. dan secara door to door.

Sebagian hasil penggalangan dana diserahkan ke ACT.

Sebagian lagi dikirim ke Posko Kemanusiaan SAR MapalaMuhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Posko SARMMI berada di Dusun Umbul Sari. Desa SumberMujur. Candipuro. Lumajang. Jawa Timur.

Oleh SARMMI, donasi hasil penggalangan Mapasanda, MRI, Sispala SMK Negeri 2 Kalianda, dibelanjakan kebutuhan dasarpengungsi, peralatan makan, peralatan masak, serta kebutuhan khusus kelompok rentan.

“Mewakili korban erupsi Semeru, saya ucapkan terima kasihkepada Mapasanda, MRI, Sispala SMK Negeri 2 Kalianda, yang telah berjuang luar biasa untuk menggalang donasi,” ucap KetuaPosko SARMMI untuk Erupsi Semeru, Zeni Nurhidayah Rizkia.

Bantuan dari mereka, lanjut Zeni, langsung diserahkan kekorban erupsi Semeru yang tinggal di titik-titik camp pengungsian. (AS)

Pecinta Alam Se-Maluku Utara Peduli Korban Erupsi Semeru

Mengusung semangat mulia, “Peduli Semeru,” seluruh pecintaalam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pecinta AlamSe-Maluku Utara (FKPA-MU). Beramai-ramai menggalangdonasi untuk korban erupsi Semeru.

Aksi simpatik penggalangan donasi, mereka lakukan di beberapatitik lampu merah di Kota Ternate, serta di sejumlah tempatstrategis lainnya.

Menurut Kordinator Lapangan Peduli Semeru, Kasim S Rope, tatkala para pecinta alam di Kota Ternate mendengar kabargunung Semeru erupsi, mereka semua berduka cita.

“Rasa duka cita mendalam, kami ujudkan dengan sama-samaturun ke jalan. Menggalang donasi masyarakat,” terang Kosim.

Diterangkan oleh Kosim yang merupakan anggota KPA KapitaGalela, donasi yang terkumpul lumayan banyak. Hal inimenunjukan warga Maluku Utara juga memiliki kepeduliantinggi terhadap nasib korban erupsi Semeru di Lumajang, JawaTimur.

“Kami pecinta alam berterima kasih kepada warga Maluku Utara, karena telah ikut berpartisipasi langsung meringankankorban Erupsi Semeru,” imbuhnya.

Donasi yang terkumpul dikirim ke Posko Kemanusiaan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Dusun Umbul Sari. Desa Sumber Mujur. Kec. Candipuro. Lumajang. Jawa Timur.

Turut bergabung di posko SARMMI adalah tim relawan dariMapsa Univ. Muhammadiyah Purwokerto. Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. Stacia Univ. MuhammadiyahJakarta. Camp STIE Muhammadiyah Jakarta.

Juga relawan yang berasal dari Mahapala Univ. Mercu BuanaYogyakarta. Himatala Binawan Univ. Binawan Jakarta. Saptapala Jakarta. Santri Ponpes Al Mukmin Kota Solo.

Oleh relawan di Posko kemanusiaan SARMMI, donasi “PeduliSemeru FKPA-MU” Dibelanjakan berbagai kebutuhan dasarpengungsi. Diantaranya sembako dan kebutuhan khususkelompok rentan.

Sebagian lagi dibelanjakan peralatan makan, perlengkapandapur, alat pertukangan dan alat pertanian.

Barang bantuan diantar langsung ke pengungsi korban erupsiSemeru, mulai hari selasa siang (14/12/2021)

Korban erupsi Semeru ada yang mengungsi di rumah saudara, di gedung sekolah, dan di beberapa rumah warga Desa SumberMujur yang dipinjamkan ke pengungsi secara cuma-cuma.

Sekelompok warga yang mendapat bantuan “Peduli SemeruFKPA-MU,” mengaku beryukur sekaligus berterima kasihmendapat perhatian dari warga Maluku Utara.

Senada dengan itu, Ketua Posko Kemanusiaan SAMMI, ZeniNurhidayah Rizkia, memberi respek tinggi terhadap kepedulianrekan-rekan sesama pecinta alam di Maluku Utara.

“Kekompakan pecinta alam di Maluku Utara, layak kita acungijempol. Mereka pantas menjadi teladan bagi kita pecinta alam di tanah air,” tutup Zeni. (AS)

Peduli Erupsi Semeru, Mapsa Purwokerto Kirim Relawan

Mapsa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengirim empat relawan ke Lumajang. Jawa Timur. (8/12/2021)

Mereka dikirim untuk membantu warga yang menjadi korbanerupsi Semeru yang terjadi beberapa waktu lalu.

Empat relawan Mapsa adalah Dimas Bagus, Akhmad HusniAlam, Amar Mubarok, dan seorang putri yakni Safira.

Di Lumajang mereka bergabung di posko SAR MapalaMuhamamdiyah Indonesia (SARMMI). Posko ini berada di Dusun Umbulsari. Desa Sumber Mujur. Candipuro. Lumajang.

Diterangkan oleh Safira, Mapsa mengirim relawan sebagaiimplementasi Tri dharma Perguruan Tinggi.

Dua dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pendidikan danpengajaran, serta pengabdian pada masyarakat.

“Karena itulah, selain totalitas membantu korban erupsi Semeru, tim Mapsa menjadikan pula lokasi bencana sebagai media pembelajaran,” kata Safira.

Maksud pembelajaran terang Safira, adalah belajar menanganibencana pada fase tanggap darurat, meningkatkan skill responcepat sesuai standard, serta untuk mempertebal karakter pedulianggota Mapsa terhadap korban bencana.

Di posko SARMMI, selain tim Mapsa, bergabung pula timrelawan dari Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta. Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta.

Kemudian Saptpala Jakarta. Himatala Binawan Jakarta. Mahapala Univ. Mercu Buana Yogyakarta. Relawan SantriPonpes Al Mukmin Solo.

Bersama mereka, tim Mapsa menyelenggarakan operasi rescueuntuk mencari korban jiwa yang belum ditemukan.

Lalu mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar pengungsi.

Membantu korban gempa di desa Curah Kobokan mengevakuasiharta bendanya.

Melakukan assessment untuk pemutakhiran data. Melaksanakanpsikososial untuk kelompok rentan.

“Kami operasi rescue di wilayah desa Curah Kobokan. Rescue area yang kami pilih adalah ladang yang merupakan tempatkorban berada saat erupsi Semeru terjadi,” tambah Safira.

“Rescue di ladang datar, kami lakukan dengan formasiberbanjar. Lalu melingkari rescue area. Namun korban belumberhasil ditemukan,” imbuhnya.

Terhadap totalitas dan skill relawan Mapsa, ketua PoskoKemanusiaan SARMMI, Zeni Nurhidayah Rizkia mengakumemberi apresiasi tinggi.

Relawan Mapsa terang Zeni, bekerja totalitas, bersikap terbuka, serta semua personil memiliki skill individu yang bermanfaatbagi kinerja tim relawan lain.

“Tim Mapsa dapat kita jadikan sebagai acuan bila ingin tahucara mengimpelentasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lokasibencana,”pungkas Zeni. (AS)

STIE Muhammadiyah Jakarta Peduli Erupsi Semeru

Mengusung semangat “STIE Muhammadiyah Peduli KorbanErupsi Semeru”. Empat unit kegiatan mahasiswa di STIE Muhammadiyah Jakarta (STIEMJ), memberangkatkan relawansambil membawa bantuan ke Lumajang. (11/12/2021)

Empat unit kegiatan mahasiswa dimaksud adalah BadanEksekutif Mahasiswa (BEM). Ikatan MahasiswaMuhammadiyah (IMM). Unit Tapak Suci. Mapala Camp STIEMJ.

Relawan yang mereka utus ke Lumajang merupakan tigapersonil berpengalaman dari Camp, yakni Tuna Muhara, RifaiFauzan, Akmal Fardila.

Di Lumajang, mereka bergabung ke Posko SAR MapalaMuhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Turut bergabung di sana Mapsa Univ. MuhammadiyahPurwokerto. Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta. Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta.

Kemudian Himatala Binawan Jakarta. Mahapala Univ. MercuBuana Yogyakarta. Relawan Santri Ponpes Al Mukmin Solo.

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Dusun Umbulsari. Desa Sumber Mujur. Candipuro. Lumajang.

Kordinator relawan STIEMJ Tuna Muhara menjelaskan, bantuanyang dibawa berupa kebutuhan dasar pengungsi. Bentuknyabermacam-macam.

Bantuan secara simbolis diterima oleh pengurus SARMMI Ahyar dan Slamet Widodo yang berada di lokasi bencana.

Selanjutnya relawan yang bergabung di SARMMI, secarabersama-sama menyalurkannya langsung ke korban erupsiSemeru di beberapa titik pengungsian.

Selama di lokasi bencana erupsi Semeru, tiga personil Camp turut pula melakukan detail assessment. Melaksanakanpsikososial untuk kelompok rentan. Mendirikan emergency toilet.

Juga membantu korban gempa di desa Curah Kobokanmengevakuasi perabotan rumahnya, lalu mengantarnya hinggake tempat pemiliknya mengungsi.

Tiga personil Camp aktif pula pada operasi rescue untukmencari korban jiwa erupsi Semeru yang belum ditemukan. Rescue area mereka berada di tambang pasir Satuhan.

Menurut Tuna Muhara, partisipasi aktif mereka pada operasirescue juga untuk meningkatkan skill mereka di sektor navigasidigital dan pemetaan digital.

Dua hal itu merupakan pendekatan baru di dunia pecinta alamdan aktivitas SAR. Belum banyak orang yang mahirmelakukannya.

“Camp sering belajar aplikasi navigasi digital dan pemetaandigital. Kini saatnya kami mengimplementasikannya di lokasibencana untuk menemukan korban meninggal,” terang Tuna Muhara.

Sementara itu Ketua Operasi Kemanusiaan SARMMI UntukErupsi Semeru, Zeni Nurhidayah Rizkia, mengaku memberiapresiasi tinggi terhadap tiga personil Camp.

“Mereka bertiga menjunjung tinggi nama harum STIEMJ dengan cara totalitas di lokasi bencana. Baik di operasi rescue maupun di kegiatan kemanusiaan lain yang ditujukan untukkorban erupsi Semerunya,” pungkas Zeni. (AS)

Mapala Kompas STKIPM Pagar Alam Galang Donasi untuk Bencana Erupsi Semeru

Warga Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, memiliki kepeduliantinggi terhadap korban bencana alam di tanah air. Termasukpada korban erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa waktulalu.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Mapala Kompas STKIP Muhammadiyah Pagar Alam, Syarifudin Randiansyab SaputraSudarji, saat dihubungi Wartapala melalui sambungan jarakjauh.

Syarifudin menceritakan, untuk meringankan penderitaankorban erupsi Semeru yang tinggal di pengungsian, MapalaKompas STKIP Muhammadiyah Pagar Alam, Sumatera Selatan menggalang donasi dari warga Pagar Alam.

Donasi digalang atau dikumpulkan dari intern civitas akademikaSTKIP Muhammadiyah.

Kemudian di perempatan jalan utama. juga beberapa pasartradisional di Pagar Alam.

“Kami memasang pula pamflet penggalangan donasi di pusat-pusat keramaian. Warga yang jauh bisa berdonasi melaluitransfer ke rekening bank yang kami sediakan,” jelas Syarifudin.

Sejak hari pertama penggalangan donasi, warga Pagar Alamsudah antusias membantu korban erupsi Semeru di Lumajang.

“Mapala Kompas STKIP Muhammadiyah Pagar Alam, sangatberterima kasih kepada warga Kota pagar Alam,” tambahSyarifudin.

Seluruh donasi yang terkumpul, dikirim Mapala Kompas STKIP Muhammadiyah Pagar Alam ke Posko Kemanusiaan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Posko Kemanusiaan SARMMI berada di Dusun Umbul Sari. Desa Sumber Mujur. Candipuro. Lumajang.

Posko kemanusian SARMMI di Lumajang dikelola oleh relawandari Mapsa Univ. Muhammadiyah Purwokerto. Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. Mahapala Univ. Mercu BuanaYogyakarta.

Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta. Camp STIE Muhammadiyah Jakarta. Himatala Binawan Univ. BinaanJakarta. Saptapala Jakarta. Santri Ponpes Al Mukmin Solo. Komunitas Mahasiswa Fotografi Kalacitra UIN Jakarta.

Relawan-relawan di Posko Kemanusiaan SARMMI kemudianmenyalurkan bantuan Mapala Kompas STKIP MuhammadiyahPagar Alam, ke korban erupsi Semeru yang tinggal di pengungsian. (12/12/2021)

Mereka ada yang mengungsi di rumah saudara, di gedungsekolah, dan di beberapa rumah warga Desa Sumber Mujur.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar pengungsi. Juga cangkul, palu, peralatan kebersihan dan sejumlahperlengkapan masak.

Bantuan Mapala Kompas STKIP Muhammadiyah Pagar Alam, menurut ketua Posko Kemanusiaan SARMI, Zeni NurhidayahRizkia, tepat sasaran dan tepat guna. Bantuan seperti itulah yang kini dibutuhkan pengungsi.

Zeni juga memberi aplus tinggi terhadap warga kota Pagar Alamdan Mapala Kompas STKIP Muhammadiyah Pagar Alam.

“Antusias warga Pagar Alam membantu korban erupsi Semerudan gerak cepat Mapala Kompas, patut jadi teladan,” pungkasZeni. (AS)