Author: admin

Relawan SARMMI Sudahi Operasi Kemanusiaan di Posko Bual

Relawan SARMMI Sudahi Operasi Kemanusiaan di Posko Bual
Relawan SARMMI Sudahi Operasi Kemanusiaan di Posko Bual

Lombok(25/.09/2018), Pada hari Senin, 23 September SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) resmi menyudahi kegiatan operasi kemanusiaan posko pertama di dusun Bual. Desa Bayan. Kecamatan Bayan. Lombok Utara.

Selanjutnya SARMMI beserta mitra sinerginya, pindah ke posko kedua yang berada di dusun Soloh Atas. Desa Rempek. Kecamatan Gangga. Lombok Utara.

Mitra sinergi SARMMI adalah HW UMS. Erdam UMJ. Camp STIE Muh. Jakarta. Stacia UMJ. Mapsa UM Purwokerto. Mapala UMY.

Mapala Salawat UM Parepare. Hiwata UM Palu. Mapasanda STIEM Lampung Selatan. Mapala UMSB. Mapala UMSU.

Posko pertama dusun Bual didirikan 15 September 2018.

Selama 8 hari di dusun Bual SARMMI dan mitra sinerginya telah melakukan serangkaian kegiatan yang sangat bermanfaat. Tak saja bagi warga dusun Bual, tetapi juga dusun-dusun sebelahnya.

1. Penyuluhan Kesehatan

Fokus utama tim medis pada operasi kemanusiaan fase pemulihan lombok ini, adalah menjaga kesehatan warga.

Caranya dengan melakukan penyuluhan kesehatan terhadap semua warga. Baik secara individu, maupun berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur.

Meski demikian tim medis tetap melakukan siaga medis 24 jam, untuk melayani warga yang memerlukan pengobatan.

Penyuluhan ini telah membuat warga sadar perlunya menjaga kesehatan, paham pola hidup sehat, serta pengetahuan lain yang bermanfaat bagi keberlangsungan kesehatan warga.

2. Siaga Medis 24 Jam

Teknis kerjanya adalah tim medis menunggu warga di posko dan _door to door_ menemui warga di rumahnya.

Kedua teknis itu sangat efektif untuk mengecek kesehatan warga, dan mengobati warga yang sakit.

Melalui teknis itu pula, tim medis menemukan seorang wanita penderita TB Paru di dusun Bual.

Tim medis kemudian mendampingi penderita berobat di dua Puskesmas terdekat.

Temuan juga dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

3. Pembuatan Emergency Toilet

Dibuat di RT 1 dan RT 2 dusun Bual. Masing-masing 1 unit.

Kerangka bilik terbuat dari baja ringan. Dinding berbahan spandek. Pintu dari terpal. Kloset jongkok berbahan plastik.

Emergency toilet ini mudah dirakit. Gampang dipindah-pindahkan.

Tiap unit terdapat 3 bilik. Terdiri dari 2 kamar mandi, dan 1 toilet sistem septic tank.

4. Perbaikan Sanitasi

MCK warga tak memenuhi standar layak. Slang air bocor. Kran air tak bisa ditutup. Tak ada bak penampung air. Saluran pembuangan tidak ada, sehingga air buangan meluber ke jalan dan halaman warga.

Tim relawan memperbaiki saluran air, mengganti kran, menyediakan tandon kapasitas 1200 lt, serta membuat saluran pembuangan.

Yang dikerjakan hanya 1 unit. Sekaligus sebagai contoh. Selanjutya warga akan memperbaiki sanitasi sendiri dengan berpedoman pada contoh yang disediakan.

5. Membangun TPA Darurat Al Haedar

Sebelum gempa, anak-anak dusun Bual belajar membaca Al Quran di rumah seorang warga.

Lantaran rumah itu juga roboh karena gempa, kegiatan mengaji langsung terhenti.

Relawan SARMMI dan mitra sinerginya lantas membangun Taman Pendidikan Al Qur’an  (TPA) darurat. Berbahan bambu. Dirancang anti gempa. Mudah dipindah-pndahkan.

Atapnya terpal. Dinding sistem pagar bambu setinggi 1 m. Lantai papan. Tangga dari papan dan balok kayu.

TPA dilengkapi dengan tendon untuk wudhu, serta perlengkapan mengaji dan ibadah yakni : Iqra, Juz Ama dan terjemahannya. Al Qur’an. Mukena. Sajadah. Tikar.

TPA darurat ini diberi nama Al Haedar. Diambil dari nama depan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si

Harapannya, melalui TPA ini, kelak dari dusun yang terpencil ini lahir tokoh hebat yang berkontribusi besar terhadap bangsa Indonesia seperti Haedar Nashir.

Dengan selesainya pembangunan TPA Al Haedar yang dikerjakan relawan SARMMI bergotong royong dengan warga dusun Bual, kini anak-anak dusun Bual tiap sore kembali dapat belajar mengaji dengan nyaman, dan suara merdu mereka kembali memenuhi jagad dusun bual yang sunyi karena terpencil.

6. Mengaktifkan TPA

Lantaran rumah seorang warga tempat anak-anak dusun Bual tiap sore belajar mengaji roboh kena gempa, kegiatan mengaji terhenti. Padahal anak-anak dusun Bual sangat bersemangat belajar mengaji.

Relawan SARMMI kemudian mengaktifkan kembali kegiatan mengaji anak-anak dusun Bual.
MRelawan SARMMI bertindak selaku ustad dan ustazah. Selain diajarkan cara membaca iqra dan juz ama, diajarkan pula cara wudhu, sholat, berdoa dan sebagainya.

Lokasinya di reruntuhan rumah yang aman. Pelaksanaannya tiap sore. Pesertanya berjumlah 53 anak dusun Bual.

Sebelum gempa, yang mengajari anak-anak dusun Bual adalah seorang warga Bual yang masih belia.

Namanya Feri. Siswa kelas 3 SMP Negeri Bayan.

Menjelang posko kemanusiaan SARMMI di Bual disudahi, bertepatan dengan selesainya pembangunan TPA darurat Al Haedar, Feri dilibatkan mengajar.

Selanjutnya Feri yang akan kembali menjadi ustad tunggal di TPA ini.

Untuk mengapresiasi dedikasi Feri terhadap aktivitas mengaji di dusunnya, serta untuk meningkatkan kemampuan Feri mengajar ngaji di TPA, relawan SARMMI menghubungi Lembaga Zakat Nasional (Laznas) Dewan Dakwah.

Pihak Laznas bersedia mendampingi Feri mengajar di TPA Al Haedar, serta akan memberi Feri bea siswa untuk belajar di Jawa.

7. Menghidupkan PLTMH

Sumber penerangan di desa Bayan dan sekitarnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Sejak kena gempa PLTMH ini rusak.

Padahal PLTMH menerangi 1055 rumah warga tujuh dusun yakni Dasan Tutul, Nangka Rempek, Teres Genit, Bual. Tiga dusun ini berada di kawasan desa Bayan.
Kemudian tiga dusun di desa Loloan yakni dusun Torean Idek, Torean Atas, dan Tanjung Biru.

PLTMH juga menerangi lima masjid, dua SD, SMP Negeri Bayan. Puskesmas Pembantu. Rumah bersalin di tiap dusun, lampu jalan, serta fasilitas umum lainnya.

Relawan SARMMI dan mitra sinerginya kemudian memperbaiki PLTMH. Mengganti AVR yang terbakar. Menata ulang koneksi kabel agar sesuai standar, dan sebagainya.

PLTMH berhasil dihidupkan.

Arus listrik yang dihasilkan juga stabil.

Selama ini nyala listrik berkedip-kedip. Warga sering komplain. Sekarang nyalanya stabil. Warga tujuh dusun tadi sangat puas.

Agar PLTMH berumur panjang dan daya listik yang dihasilkan senantiasa stabil, Relawan SARMMI menyelengarakan pelatihan singkat untuk semua operator  PLTMH.

Materinya meliputi cara membaca panel listrik. Cara praktis membaca debit air. Teknis membaca sensor AVR. Cara mengecek arus dan frekwensi yang keluar dari generator, serta beberapa pengetahuan praktis lainnya.

Para operator PLTMH juga dikenalkan dengan supplier spare part di Surabaya. Sehingga ke depan mereka tak lagi menemui kendala saat membutuhkan suku cadang. Mereka juga akan dilayani khusus dengan harga khusus pula.

Kendati operasi SARMMI di dusun Bual berakhir dan semua relawannya pulang, SARMMI tetap komitmen mendampingi pengelola PLTMH melalui konsultasi jarak jauh.

Bahkan jika PLTMH mengalami kerusakan parah, relawan SARMMI siap ke Lombok.

Hal ini dilakukan karena listik merupakan kebutuhan dasar, dan PLTMH adalah listrik murah untuk rakyat.

Apabila PLTMH berjalan lancar, kebututuhan rakyat akan listrik murah, terpenuhi.

 

By : Ahyar Stone. Kord. Relawan.

Tim Relawan

1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.

2. Zena Desvita Putri Nengsi. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang

3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang

4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta

5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta

6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta

7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta

8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta

9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda

10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh. Purwokerto/Purwokerto

11..Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja

12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja

13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja

14. Fafa. SARMMI/Ungaran

15. Slamet BG. SARMMI/Solo

16. Anshori.SARMMI/Solo

17. Azhar Fathoni SARMMI/Solo

18. Imam Jaelani. SARMMI/Solo

19. Aris Munandar. SARMMI/Solo

20. Ahmad Jaelani. SARMMI/Boyolali

21. M. ‘Afifi Fauzi. HW Univ. Muh Surakarta/Solo

22. Monica. HW Univ. Muh Surakarta/Solo

23. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu

24..Sirman Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu

25. Zwaeb Laibe. SARMMI/Palopo

26. Nasrul. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare

27..Asri. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare

28. Elsa Fitriani. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare

Relawan SARMMI Berhasil Menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Di Lombok Utara

Relawan SARMMI Berhasil Menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Di Lombok Utara

Lombok(25/09/2018), Ribuan warga desa Bayan dan desa Loloan. Kecamatan Bayan. Lombok Utara. Benar-benar merasakan “Habis gelap terbitlah terang” dalam arti yang sebenarnya.

Sejak gempa 7,0 SR menghantam Lombok awal Agustus lalu, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) rusak parah, semua rumah warga dua dusun tadi langsung dilanda gelap berkepanjangan.

Kegelapan sirna saat relawan SARMMI bersama mitra sinerginya yang membangun posko kemanusiaan di dusun Bual – salah satu dusun yang terdampak gelap – berhasil memperbaiki PLTMH yang merupakan satu-satunya sumber penerangan warga.

Mitra sinergi SARMMI adalah HW UMS, Erdams FKM UMJ, Mapala UMSU, Mapala UMSB, Mapasanda STIEM Lampung Selatan, Stacia UMJ, Camp STIEM Jakarta, Mapsa Univ. Muh. Purwokerto, Mapala UMY, Hiwata Univ. Muh. Palu, Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare, Serta personil SAR DIY.

Keberhasilan relawan SARMMI beserta mitra sinerginya disambut suka cita sekaligus takjub oleh segenap pengurus PLTMH, dan ribuan warga yang kini rumahnya terang benderang.

“Kami nyaris tak percaya, PLTMH yang mangkrak pasca gempa, berhasil dipulihkan oleh relawan SARMMI,” kata Ketua Pengelola PLTMH, Riadi.

“Sebagai bentuk syukur, pengurus PLTMH akan menggratiskan biaya listrik mulai hari ini hingga enam bulan ke depan,” lanjut Riadi bersemangat.

Riadi dan jajarannya layak bersuka cita dengan sedikit berapi-api. Pasalnya sejak PLTMH mati total karena gempa, berbagai langkah telah mereka upayakan. Terutama menghubungi pihak yang terkait langsung dengan keberlangsungan hidup PLTMH.

Namun segala upaya tak membuahkan hasil menggembirakan.

“Seminggu usai gempa, saya lapor Ke Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB. Tetapi hingga PLTMH dihidupkan tim relawan SARMMI, laporan kami belum ditindaklanjuti pihak dinas,” kata Riadi.

Dijelaskan oleh Riadi, PLTMH sumbangan pemerintah RI dan GIZ Jerman yang kini dikelolanya, menerangi 1055 rumah warga tujuh dusun.

Dusun itu adalah Dasan Tutul, Nangka Rempek, Teres Genit, Bual. Tiga dusun ini berada di kawasan desa Bayan.

Kemudian tiga dusun di desa Loloan yakni dusun Torean Idek, Torean Atas, dan Tanjung Biru.

PLTMH juga menerangi lima masjid, dua SD, SMP Negeri Bayan. Puskesmas Pembantu. Rumah bersalin di tiap dusun, lampu jalan, serta fasilitas umum lainnya.

Adalah Azhar Fathoni dan Slamet Widodo yang dipercaya oleh semua relawan SARMMI untuk memperbaiki PLTMH.

Menurut Azhar dan Slamet, ada beberapa kerusakan yang menyebabkan PLTMH tak berfungsi.

Diantara adalah AVR terbakar. Koneksi kabel yang dipasang tak sesuai standar.

“AVR saya ganti baru. Koneksi arus listrik dan pengaturan mesin, saya tata ulang sesuai standard. Beberpa kerusakan lain karena gempa, saya perbaiki,” jelas Azhar.

Ternyata hasil pekerjaan Azhar dan Slamet memang luar biasa. Diluar dugaan Riadi dan jajarannya.

“Selama ini nyala listrik berkedip-kedip. Warga sering komplain. Sekarang nyalanya stabil. Warga sangat puas. Benar-benar mantap” kata Riadi senang.

Agar PLTMH berumur panjang dan daya listik yang dihasilkan stabil. Azhar dan Slamet kemudian mengadakan pelatihan singkat untuk semua operator PLTMH.

“Materinya meliputi cara membaca panel listrik. Cara praktis membaca debit air. Teknis membaca sensor AVR. Cara mengecek arus dan frekwensi yang keluar dari generator, serta beberapa pengetahuan praktis lainnya,” terang Azhar.

Azhar juga mengenalkan mereka dengan supplier spare part di Surabaya. Sehingga ke depan para operator PLTMH tak lagi menemui kendala saat membutuhkan suku cadang.

“Selama ini mereka kebingunan mau cari spare part. Sekarang jika Riadi dan para operatornya membutuhkan spare part, mereka akan dilayani khusus dengan harga khusus pula oleh suplier spare part koneksi saya di Surabaya,” lanjut Azhar.

Kepada pengelola PLTMH, Azhar juga mengatakan, kendati operasi SARMMI di dusun Bual berakhir dan semua relawannya pulang, SARMMI tetap komitmen mendampingi pengelola PLTMH melalui konsultasi jarak jauh.

Jika PLTMH mengalami kerusakan parah, relawan SARMMI siap ke Lombok.

“Semua itu kami lakukan karena listrik merupakan kebutuhan dasar, dan PLTMH adalah listrik murah untuk rakyat,” kata Slamet.

“Tentu saja dengan senang hati kami siap membantu pengelola PLTMH agar rakyat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan biaya murah,” demikian kata Slamet Widodo yang merupakan Ketum Umum SARMMI. (*)

_By Ahyar Stone. Kord. Relawan_

*Tim Relawan*
1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.
2.Zena Desvita Putri Nengsi. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta
5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda
10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh. Purwokerto/Purwokerto
11. Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja
12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja
13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja
14. Fafa. SARMMI/Ungaran
15. Slamet BG. SARMMI/Solo
16. Anshori.SARMMI/Solo
17. Azhar fathoni SARMMI/Solo
18. Imam Jaelani. SARMMI/Solo
19. Aris Munandar. SARMMI/Solo
20. Ahmad Jaelani. SARMMI/Boyolali
21. M. ‘Afifi Fauzi. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
22. Monica. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
23. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
24. Sirman Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
25. Zwaeb Laibe. SARMMI/Palopo
26. Nasrul. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
27. Asri. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
28. Elsa Fitriani. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare

SARMMI Dirikan “TPA Al Haedar” di Dusun Terpencil Lombok Utara

SARMMI Dirikan “TPA Al Haedar” di Dusun Terpencil Lombok Utara

Lombok (24/09/2018), Suara merdu 53 anak melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an kembali terdengar di dusun Bual.

Dusun Bual berada di wilayah desa Bayan. Kecamatan Bayan. Lombok Utara.

Saat gempa 7, 0 SR menghajar Lombok awal Agustus lalu, dusun terpencil yang hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua ini porak-poranda.

Semua bangunan permanen di dusun Bual roboh. Termasuk bangunan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA).

Sejak TPA-nya rata dengan tanah dan ustadz pengajar di TPA juga menjadi korban gempa, aktivitas mengaji anak-anak dusun Bual langsung terhenti.

Di dusun yang dihuni 238 jiwa ini SARMMI membangun base camp relawan kemanusiaan fase pemulihan Lombok.

Berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan ini adalah Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara, Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat, Mapasanda STIEM Lampung Selatan, Erdams FKM UMJ, Stacia Univ. Muh. Jakarta, Camp STIEM Jakarta, Mapsa Univ. Muh. Purwokerto, Mapala UMY. Hizbul Wathan Univ. Muh. Surakarta, Hiwata Univ. Muh. Palu, Mapala Salawat Univ. Parepare, serta personil SAR DIY.

Mendirikan TPA darurat dan mengaktifkan kembali kegiatannya adalah salah satu prioritas utama relawan SARMMI saat memulai focus area di dusun Bual (15/10).

Dipercaya sebagai pelaksananya adalah Zena Desvita Putri Nengsi, Monica, dan Elsa Fitriani.

“TPA darurat yang kami dirikan berbahan bambu, tahan gempa, dan mudah dipindah-pindah. Konstruksinya adalah rancangan orisinil relawan kami Farich Fauzi,” kata Slamet Widodo Ketua Umum SARMMI.

Diterangkan pula oleh Slamet Widodo, TPA diberi nama Al Haedar. Diambil dari nama depan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si

“Harapan kami, melalui TPA darurat yang kami dirikan, dusun terpencil Bual kelak melahirkan tokoh hebat yang berkontribusi besar terhadap bangsa Indonesia seperti pak Haedar,” lanjut Slamet Widodo.

Dengan selesainya pembangunan TPA Al Haedar (22/9) yang dikerjakan relawan SARMMI bergotong royong dengan warga dusun Bual, kini anak-anak dusun Bual tiap sore dapat belajar ngaji dengan nyaman dan kontinyu.

Suara merdu mereka kembali memenuhi jagad dusun bual yang sunyi karena terpencil. (*)

By : Ahyar Stone. Kord. Relawan.

Tim Relawan :
1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.
2. Zena Desvita Putri Nengsi. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta
5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda
10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh. Purwokerto/Purwokerto
11. Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja
12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja
13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja
14. Fafa. SARMMI/Ungaran
15. Slamet BG. SARMMI/Solo
16. Anshori.SARMMI/Solo
17. Azhar Fathoni SARMMI/Solo
18. M. Afifi Fauzi. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
19. Monica. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
20. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
21. Sirman Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
22. Zwaeb Laibe. SARMMI/Palopo
23. Nasrul. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
24. Asri. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
25. Elsa Fitriani. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
26. Imam Jaelani. SARMMI/Solo
27. Achmad Jaelani /SARMMI/Boyolali
28. Aris Munandar. SARMMI/Solo.

Jama’ah Nur Jaya Sidoarjo Bantu Korban Gempa Lombok

Lombok (23/09/2018), Warga dusun Bual sangat terharu dikunjungi bapak-bapak dari Jamaah Nur Jaya yang sudah jauh-jauh dari Sidoarjo datang ke dusun terpencil ini untuk membantu kami yang menjadi korban gempa.

Demikian kata Kepala Dusun Bual, Mulyana, saat menerima bantuan yang diantar oleh tujuh orang perwakilan Jamaah Nur Jaya Sidorajo yakni Abdul Ghofar, Abdul Hamid, Samil, Badrul Munir, Mubin, M. Lutfi, Agus Sahputra.

Bantuan yang diserahkan tim Jamaah Nur Jaya berupa terpal, sajadah, Al Qur’an, Iqra, mukena anak dan dewasa, kain sarung, sembako, terpal dan lain-lain.

Pemberian Bantuan difasilitasi oleh tim relawan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Dusun Bual yang berada di kawasan desa Bayan. Kecamatan Bayan. Lombok Utara merupakan dusun yang rusak parah karena gempa 7,0 SR yang menghantam Lombok awal Agustus lalu.

Lantaran terisolir, bantuan yang masuk ke dusun ini sangat sedikit.

Di dusun yang dihuni 238 jiwa ini SARMMI membangun base camp relawan kemanusiaan fase pemulihan Lombok.

Berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan ini adalah Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara, Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat, Mapasanda STIEM Lampung Selatan, Erdams FKM UMJ, Stacia Univ. Muh. Jakarta, Camp STIEM Jakarta, Mapsa Univ. Muh. Purwokerto, Mapala UMY. Hizbul Wathan Univ. Muh. Surakarta, Hiwata Univ. Muh. Palu, Mapala Salawat Univ. Parepare, serta personil SAR DIY.

Lebih jauh Mulyana mengatakan bantuan yang diberikan Jamaah Nur Jaya, sangat berguna karena memang dibutuhkan warga untuk mengaktifkan kembali kegiatan beragama yang terhenti karena gempa.

“Kehadiran Jamaah Nur Jaya ke dusun kami juga menambah semangat kami untuk selekasnya bangkit dari keterpurukan pasca gempa,” terang Mulyana.

Sementara itu, ketua tim Jamaah Nur Jaya, Lutfi dalam sambutannya mengatakan sangat terenyuh melihat kondisi warga dusun Bual yang sangat minim mendapat bantuan.

Lutfi berharap, bantuan Jamaah Nur Jaya dapat mengurangi penderitaan warga dusun Bual.

Dikatakan pula oleh Lutfi
“Semoga warga dusun Bual tetap optimis, bersyukur, sabar dan senantiasa tabah menghadapi cobaan yang diberikan Allah SWT,” demikian kata Lutfi di penghujung sambutannya. (*)

By : Ahyar Stone. Kord. Relawan.

Tim Relawan :
1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.
2. Zena Desvita Putri Nengsi. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta
5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda
10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh. Purwokerto/Purwokerto
11. Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja
12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja
13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja
14. Fafa. SARMMI/Ungaran
15. Slamet BG. SARMMI/Solo
16. Anshori.SARMMI/Solo
17. Azhar Fathoni SARMMI/Solo
18. M. ‘Afifi Fauzi. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
19. Monica. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
20. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
21. Sirman Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
22. Zwaeb Laibe. SARMMI/Palopo
23. Nasrul. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
24. Asri. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare
25. Elsa Fitriani. Mapala Salawat Univ. Muh. Parepare/Parepare.

26. Jaelani Kurik SARMMI/Solo

27. Imam Jaelani SARMMI/Solo

28. Aries Munandar SARMMI/Solo

Optimis di Ujung Bayan

Lombok(20/09/2018), Sekarang Maulana (25 th) dapat tersenyum lebar. Ia tak lagi dipusingkan oleh aneka masalah yang silih berganti menghampirinya.

Sebelumnya Kepala Dusun Bual ini memang selalu direpotkan oleh sejumlah masalah yang mendera 238 jiwa warga dusunnya, dan itu membuat kepalanya berdenyut-denyut.

Dusun Bual berada di wilayah dusun Bayan. Kecamatan Bayan. Lombok Utara.

Saat gempa 7, 0 SR menggoyang Lombok awal Agustus lalu, dusun paling ujung di Bayan ini porak-poranda.

Lantaran posisi dusun Bual yang terpencil dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, bantuan yang masuk ke dusun Bual sangat sedikit.

Diceritakan oleh Maulana, sejak fase tanggap darurat hingga fase pemulihan Lombok saat ini, bantuan yang masuk ke dusun Bual hanya dari pihak kepolisian berupa beras dan mie instan.

Puskesmas setempat juga cuma datang sekali mengecek kesehatan warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Selebihnya hanya bantuan dari segelintir pihak yang datang spontanitas membawa bantuan sambil meninggalkan bendera organisasinya. Tetapi tak pernah kembali ke dusun Bual.

Untuk MCK warga dusun Bual memanfaatkan air parit yang mengairi sawah mereka.

Listrik di dusun Bual juga padam, karena Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi andalan penerangan dusun Bual rusak kena gempa.

“Syukurlah relawan SARMMI datang dan tinggal membaur bersama kami di dusun terpencil yang gelap ini. Kehadiran mereka membuat kami optimis bangkit lebih cepat” ujar Maulana saat menerima kedatangan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) dan mitra sinerginya. (15/9)

Dusun Bual merupakan titik yang menjadi _focus area_ SARMMI pada operasi kemanusiaan fase pemulihan Lombok. Pada fase tanggap darurat lalu, SARMMI bersama Hizbul Wathan Univ. Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) _focus area_ di tiga dusun di Kecamatan Gangga. Lombok Utara.

Di operasi kemanusiaan jilid dua ini, selain HW UMS, berpartisipasi pula Mapala UMSU, Mapala UMSB, Mapasanda STIEM Kalianda, Erdams FKM UMJ, Stacia UMJ, Camp STIEM Jakarta. Mapsa Univ. Muh. Purwokerto, Mapala UMY, Hiwata Univ. Muh. Palu. Serta personil SAR DIY dan relawan Individu.

“Kami optimis karena sekarang kami tidak sendirian lagi menghadapi segala masalah yang muncul akibat gempa,” kata Maulana.

“Para relawan itu selain membantu dan mendampingi kami 24 jam, juga memotivasi, memberi inspirasi, dan mencerdaskan kami dalam mencari solusi,” lanjutnya.

“Kami berharap relawan ini tinggal lebih lama di dusun Bual, karena kehadiran mereka benar-benar bermanfaat,” demikian kata Maulana. (*)

_By : Ahyar Stone. Kord. Relawan._

Tim Relawan

1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.
2. Zena Desvita Putri Nengsi. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta
5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda
10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh. Purwokerto/Purwokerto
11. Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja
12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja
13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja
14. Fafa. SARMMI/Ungaran
15. Slamet BG. SARMMI/Solo
16. Anshori.SARMMI/Solo
17.  Azhar Fathoni SARMMI/Solo
18. M. ‘Afifi Fauzi. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
19. Monica. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
20. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
21. Sirman Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
22. Zwaeb Laibe. SARMMI/Palopo
23. Jaelani Kurik/SARMMI/Boyolali
24. Aris Munandar/SARMMI/Solo
25. Imam Jaelani/SARMMI/Solo

Relawan Medis SARMMI Temukan TB Paru Di Salah Satu Dusun Wilayah Lombok Utara

Relawan Medis SARMMI Temukan TB Paru Di Salah Satu Dusun Wilayah Lombok Utara

Lombok(19/09/2018), Relawan medis SARMMI yang dipimpin Aditya Jaka Laksana dari _Emergency Respons in Disaster and Medical Servuce_ (ERDAMS) FKM Univ. Muhammadiyah Jakarta. Telah menemukan penderita TB Paru di salah satu dusun, Lombok Utara, NTB (17/10). Hal ini membuat kaget banyak pihak.

TB Paru adalah penyakit menular, yang  menjadi perhatian Nasional dan bahkan Internasional.

Diceritakan oleh Aditya, awalnya ia bersama anggota ERDAMS Fajar Pamungkas, dan Rahmad Fauzi dari Mapala UMSB, sedang _door to door_ mengecek kesehatan semua warga di salah satu dusun tersebut.

Dusun tersebut merupakan dusun terpencil yang porak poranda dihajar gempa 7,0 Agustus lalu.

Di dusun yang hanya bisa diakses kendaraan roda dua inilah SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) _fokus area_ pada operasi kemanusiaan jilid duanya di Lombok Utara.

Selain ERDAMS, bergabung pula di tim operasi tersebut adalah Mapala UMSU. Mapala UMSB. Mapasanda STIEM Kalianda. Stacia UMJ. Camp STIE Muh. Jkt. Mapala UMY. SAR DIY. Hiwata Univ. Muh. Palu.

Disamping siaga medis 24 jam dan penyuluhan kesehatan, mengecek kesehatan warga dengan mendatangi rumah-rumah warga menjadi agenda tiap hari tim medis yang dipimpin Aditya.

Di saat kunjungan itulah Aditya bersama dua rekannya tadi, mendapat informasi dari warga jika di dusun tersebut ada yang sakit, dan belum diketahui penyakitnya

Informasi tadi kemudian di telusuri. Hingga sampailah mereka di kediaman warga berinisial M. Pasien yang sedang berbaring lemah tersebut segera di cek. Ternyata pasien adalah penderita TB.

“Setelah melakukan _anamnesis_ terhadap M, serta mengecek riwayat berobat M empat bulan terakhir di Puskesmas, akhirnya saya menyimpulkan M memang menderita TB Paru dan harus dilakukan upaya medis untuk menyelamatkannya,” terang Aditya.

Menurut Aditya, upaya tersebut harus dilakukan sekarang. Karena warga dusun yang saat ini tinggal di tenda pengungsian dan hunian darurat, sangat rentan tertular.

Selain itu, lanjut Aditya tempat tinggal M yang kurang pencahayaan sinar matahari, sering dimasuki asap perapian, serta perekonominan keluarga M yang minim sehingga M mendekati gizi buruk, dapat membuat M bertambah parah.

Aditya yang didampingi kepala dusun, serta anggota keluarga M, lantas membawa M ke Puskesmas yang biasa dia berobat.

Pihak Puskesmas sangat kaget, karena M bisa lepas dari pengawasan seksama mereka.

Ternyata petugas yang dulu menangani M, sudah pindah. Data tentang M tidak ditinggalkannya.

Padahal pasien seperti M tidak boleh lepas dari pengawasan pihak medis.

Selanjutnya, Aditya membawa M untuk tes dahak ke Puskesmas.

Meski begitu, upaya Aditya menyelamatkan M tak berhenti disitu.

“Menyelamatkan M adalah sekaligus menyelamatkan semua warga dusun dari potensi tertular. Saya akan menghubungi beberapa pihak agar M mendapat perhatian maksimal,” pungkas Aditya. (*)

_By : Ahyar Stone (Kord. Relawan)

*Tim Relawan Posko Dusun Bual. Bayan. Lombok Utara.*

1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.
2. Zena. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta
5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda
10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh . Purwokerto/Purwokerto
11. Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja
12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja
13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja
14. Fafa. SARMMI/Ungaran
15. Slamet BG. SARMMI/Solo
16. Anshori.SARMMI/Solo
17. Azhar fathoni SARMMI/Solo
18. M. ‘Afifi Fauzi. HW Univ. Muh  Surakarta/Solo
19. Monicha. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
20. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
21. Sirman Hiwata Unis. Muh. Palu/Palu
22. Sueb Laibe. SARMMI/Palopo

SARMMI Selalu Melakukan Kordinasi dan Evaluasi Dalam Setiap Gerakan Kemanusiaan Di Lombok

Lombok,(16/09/2018), Setiap akan melakukan kegiatan dan setelah kegiatan. Tim Relawan SARMMI selalu melakukan diskusi, briefing dan evaluasi agar semua dapat berjalan lancar dan sukses.
********************************************
.
.
Bakti Kami Untuk Lombok

Salurkan bantuan anda ke nomor rekening BCA : 7850610121 an/ Aries Munandar (Bendahara Umum SARMMI)
.
.
Konfirmasi Donasi :
Aries Munandar (081325291853)
M. Jaelani (081548550797)
.
.
Alamat Kantor Pusat
SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia
Jl. Dr. Wahidin no 15 Laweyan, Surakarta, Jateng. .

#PrayForLombok #HelpLombok #TolongLombok #donasi #SARMMIBersamaLombok

Tim Relawan SARMMI Jilid II Tiba Di Lombok

 

Lombok,(15/09/2018) Alhamdulillah, akhirnya Tim Relawan SARMMI Jilid II tiba di negeri 1000 Masjid Lombok yang kita cintai.
.
.
Dan mereka langsung bergerak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Lombok yang sedang di timpa kesusahan karena gempa yang datang. .
.
Berikut adalah DAFTAR RELAWAN yang mengikuti operasi kemanusiaan jilid 2 SARMMI di Lombok :
1. Ferry Sandrya. Mapala Univ. Muh. Sumatera Utara/Medan.
2. Zena. Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
3. Rahmad Fauzi Mapala Univ. Muh. Sumatera Barat/Padang
4. Aditya Jaka Laksana. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta/Jakarta
5. Fajar Pamungkas. ERDAMS FKM Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
6. Fikran. STACIA Univ. Muh. Jakarta /Jakarta
7. Topik Nugroho. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
8. M. Nurus Salam. CAMP STIE Muh. Jakarta/Jakarta
9. Zulfahmi Sengaji. Mapasanda STIE Muh. Lampung Selatan/Kalianda
10. Handi Abdullah M. Mapsa Univ. Muh . Purwokerto/Purwokerto
11. Kustanto Gendut SAR DIY/Jogja
12. Badarudin. Mapala UMY/Jogja
13. Ahyar Stone. SARMMI/Jogja
14. Fafa. SARMMI/Ungaran
15. Slamet BG. SARMMI/Solo
16. Anshori.SARMMI/Solo
17. Azhar fathoni SARMMI/Solo
18. M. ‘Afifi Fauzi. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
19. Monicha. HW Univ. Muh Surakarta/Solo
20. Syahrawan. Hiwata Univ. Muh. Palu/Palu
21. Sirman Hiwata Unis. Muh. Palu/Palu
22. Sueb Laibe. SARMMI/Palopo
****************************
.
.
Bakti Kami Untuk Lombok

Salurkan bantuan anda ke nomor rekening BCA : 7850610121 an/ Aries Munandar (Bendahara Umum SARMMI)
.
.
Konfirmasi Donasi :
Aries Munandar (081325291853)
M. Jaelani (081548550797)
.
.
Alamat Kantor Pusat
SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia
Jl. Dr. Wahidin no 15 Laweyan, Surakarta, Jateng. .
.
#PrayForLombok #HelpLombok #TolongLombok #donasi
@umsurakarta.official @umsurakarta @mdmcindonesia @lazismupusat @diktilitbang

Bual Di Ujung Bayan

Lombok, 12 September 2018. Namanya Dusun Bual, secara administrasi masuk dalam wilayah Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Dusun yang dihuni sebanyak 69 KK yg terdiri dari 236 jiwa ini letaknya paling timur di ujung Desa Bayan, berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur.

Dari Kota Mataram, ibukota Nusa Tenggara Barat (NTB) jaraknya sekitar 89 KM, dengan waktu tempuh kendaraan sekitar 2,5 jam lebih. Dari kota Tanjung, ibukota Kecamatan Bayan berjarak sekitar 41 KM.

Kondisi jalannya sebagian diaspal, sebagian dibeton. Namun masih ada beberapa kilometer yg masih jalan tanah dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki untuk tiba di RT-1 dan RT-2 Dusun Bual.

Berada pada ketinggian 1.157 Mdpl (di atas permukaan laut) pada punggungan Gunung Rinjani, suhu udara di dusun Bual bisa mencapai angka 19 derajat celcius di malam hari.

Ada tiga kampung yang berada di Dusun Bual ini. Dari tiga kampung tersebut rata rata rumah warga rusak berat saat gempa bumi mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, 05 Agustus lalu. “Ada 20 rumah yang ambruk ratah tanah, sementara 60 rumah lainnya rusak berat dan rusak sedang”, ungkap Mulyana, Kepala Dusun Bual saat ditemui di tempat pengungsiannya, Rabu, 12/09, sore.

Semua warga, baik bayi, balita, anak-anak, orang dewasa hingga orang tua, kini bertahan hidup di pengungsuan. Bahkan, ada seorang nenek yang sudah berusia 100 tahun lebih, juga ikut merasakan dinginnya cuaca pegunungan Rinjani di tenda pengungsian.

Warga korban gempa di dusun ini mengungsi di lahan persawan yang tak jauh dari rumah-rumah mereka yang rubuh. Mereka mendirikan tenda tenda darurat yang terbuat dari terpal beralaskan tikar seadanya yang dibuat secara swadaya. “Kita masih butuh tenda atau terpal, juga alas tidur. Sejak gempa, kami hanya menggunakan tenda terpal dan tikar seadanya untuk tidur”, kata Mulyana.

Selain tenda, alas tidur, dan selimut, pengungsi korban gempa di Dusun Bual ini juga membutuhkan makanan bayi, susu bayi, popok, dan kebutuhan bayi lainnya, serta obat-obatan. Pengungsi juga masih sangat butuh bahan makanan seperti beras dan lauk pauk.

Menurut Mulyana, sejak gempa berskala 7,0 SR melululantahkan pemukiman mereka, warganya baru menerima bantuan berupa beras dan mie instan, itupun dari aparat Kepolisian. Selain itu, warga juga baru satu kali mendapat pelayanan medis dari petugas kesehatan Puskesmas setempat. Tak ada relawan yang stay di dusun ini. Kalaupun ada, hanya datang mendata, membawa bantuan ala kadarnya, lalu pergi tak kunjung datang lagi.

Untuk kebutuhan air bersih, cuci dan mandi, mereka memanfaatkan air yang mengalir di sepaniang parit yang mengairi lahan persawahan. “Pipa air yang dari gunung sebagian besar hancur saat gempa”, tandas Mulyana. Sebelum gempa melanda, warga setempat mengkomsumsi air bersih yang bersumber dari pegunungan yang dialirkan melalui pipa sejauh tujuh kilometer.

Dimalam hari warga hanya menggunakan penerangan seadanya. Listrik padam total. Sebuah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang selama ini menjadi satu-satunya sumber tenaga listrik warga, tak luput dari kerusakan akibat guncangan gempa yang melanda…(ZL)

SARMMI Berangkatkan Tim Operasi Kemanusiaan Fase Pemulihan Lombok

SARMMI Berangkatkan Tim Operasi Kemanusiaan Fase Pemulihan Lombok

Solo, 12 September 2018. SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) bersama HW Univ. Muhammadiyah Surakarta kembali mengirim tim relawan ke Lombok Utara.

Operasi kemanusiaan kali ini merupakan tindak lanjut dari operasi kemanusiaan yang mereka lakukan pada fase tanggap darurat, bulan Agustus lalu.

Bergabung pula dalam tim relawan adalah Mapala Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat. Mapala Univ Muhammadiyah Yogyakarta. Erdam dan Stacia dari Univ. Muhammadiyah Jakarta. Camp STIE Muhammadiyah Jakarta. Serta beberapa orang relawan individu dari Jogjakarta dan Solo.

Mereka adalah kloter pertama. Berangkat dari Sekretariat SARMMI di Solo menuju Lombok Utara pada rabu, 12 September 2018.

Kelompok pertama ini juga membawa bantuan dari warga Jogja dan Jawa Tengah. Berupa tikar, terpal, karpet, peralatan dapur, peralatan pertukangan, obat-obatan, perlengkapan ibadah untuk anak-anak, serta barang kebutuhan khusus wanita, balita dan lansia.

Kloter berikutnya menyusul pada 17 September 2018. Terdiri dari beberapa Mapala di Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia, serta lembaga lain dari intern dan di luar Muhammadiyah. Mereka berangkat ke Lombok dari masing-masing kotanya.

Daerah yang akan menjadi fokus area tim relawan, adalah yang terpencil, terjauh, sukar diakses, minim bantuan, serta belum ada tim relawan dari kelompok manapun.

Selama operasi kemanusiaan digelar, tim relawan akan tinggal bersama warga korban gempa di pengungsian di daerah tersebut.

Memilih daerah yang “tidak biasa” karena karena dalam pemahaman tim relawan ini, operasi SAR juga mencakup upaya mencari (search) daerah terpencil, terjauh, terisolir dan belum disentuh relawan lain. Lalu menyelamatkan (rescue) semua warganya.

Sebagai garda depan Muhammadiyah di setiap bencana alam, tim relawan yang diinisiasi SARMMI senantiasa tinggal dan membaur bersama korban bencana alam di pengungsian, karena pusaran dampak gempa ada di pengungsian di daerah terpencil yang belum disentuh relawan. Bukan pengungsi di perkotaan yang lebih cepat mendapat bantuan karena lebih mudah direspon publik.

Agenda yang akan dilakukan pada operasi kemanusiaan fase pemulihan Lombok ini adalah : membuka akses jalan yang putus. Perbaikan sarana ibadah dan pengaktifan kembali kegiatan keagaamaan. Trauma healing. Mendirikan sekolah darurat. Layanan medis 24 jam. Mendirikan hunian darurat. Perbaikan sanitasi. Penyambungan pipa saluran air bersih di titik-titik ekstrim. (*)

Ahyar Stone. Sekretaris Umum SARMMI.

 

Mengapa SARMMI Kembali ke Lombok dan Ke Daerah Terpencil Lagi?

Mengapa SARMMI Kembali ke Lombok dan Ke Daerah Terpencil Lagi?
Mengapa SARMMI Kembali ke Lombok dan Ke Daerah Terpencil Lagi?

Solo,(10/08)USAI MENGGELAR operasi kemanusiaan di Lombok Utara pada fase tanggap darurat, 8 Agustus – 1 September 2018, SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI), akan kembali ke Lombok. Melaksanakan operasi kemanusiaan pada fase pemulihan Lombok.

Kembali bergabung sebagai mitra sinergi SARMMI pada opersai kali ini adalah relawan-relawan _smart_ dari HW Univ. Muhammadiyah Surakarta. Mapala Univ Muhammadiyah Yogyakarta, Mapsa Univ. Muhammadiyah Purwokerto.

Kemudian Stacia Univ. Muhammadiyah Jakarta. Camp STIE Muhammadiyah Jakarta. Mapala Univ. Muhammadiyah Sumatera Barat. Sapta Pala Jakarta.

Serta lembaga lain dari intern dan di luar Muhammadiyah. Juga beberapa orang relawan individu.

Fase tanggap darurat _(emergency respon)_ adalah tahap awal dari siklus penanganan dampak bencana alam. Tahap selanjutnya adalah pasca bencana yakni fase pemulihan. Kemudian rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Dengan kata lain, masalah kemanusiaan di Lombok yang porak poranda karena diguncang gempa 7,0 SR awal Agustus lalu, belum usai.

Itulah alasan utama SARMMI dan tim di atas akan operasi bersama lagi pada 12 – 30 September 2018.

Sama halnya pada operasi kemanusiaan fase tanggap darurat, di fase pemulihan, mereka tetap _focus area_ di daerah terpencil, terjauh, terisolir, dan belum didatangi relawan manapun.

Mereka memilih daerah “tidak biasa” sebagai ladang amal kolektif, karena dalam pemahaman mereka, operasi SAR juga mencakup upaya mencari _(search)_ daerah terpencil, terjauh, terisolir dan belum disentuh relawan lain. Lalu menyelamatkan _(rescue)_ semua warganya.

Menyelamatkan disini memiliki dimensi yang luas. Tak cuma menyangkut persoalan fisik yang berbentuk pertolongan medis, bantuan pemenuhan kebutuhan makan-minum, dan tindakan preventif untuk menyelamatkan korban gempa dari gangguan hujan, dingin, dan gempa susulan.

Tetapi juga menjangkau penanganan masalah psikologis, sosial, religius, dan menjaga karakter positif individu para pengungsi agar tak tergelincir menjadi mentalitas ‘pengemis’.

Setelah menemukan daerah yang dimaksud, para relawan SARMMI dan mitra sinerginya akan _stay_ disana. Hidup membaur bersama korban gempa di pengungsian.

Bencana alam – lebih-lebih gempa bumi – senantiasa menyisakan banyak masalah yang harus dituntaskan secepat-cepatnya dengan pendekatan multi disiplin ilmu, serta melibatkan banyak pihak yang saling sinergi secara berkesinambungan.

Aneka rupa masalah tersebut, muaranya ada di pengungsian di daerah terpencil yang belum disentuh relawan. Bukan pengungsi di perkotaan yang lebih dulu mendapat bantuan karena lebih mudah direspon semua pihak.

Dengan _full time_ berada di tengah pusaran dampak gempa, SARMMI dan mitra sinerginya lebih cepat menguraikan setiap masalah yang mendera para pengungsi, lantas mencari solusi praktisnya, kemudian mengajak pengungsi gotong royong melaksanakannya.

Menggerakan (Sekali lagi : menggerakan. Bukan menyuruh) pengungsi untuk proaktif mengentaskan masalah mereka, bukan perkara sepele.
Dibutuhkan pendekatan tertentu dengan teknik-teknik yang simpatik.

Situasi itu merupakan tantangan tersendiri bagi para relawan garis depan ( _front line_ ), yakni relawan yang _stay_ bersama pengungsi di daerah paling ujung.

Tantangan lainny adalah siap hidup jauh dari rasa nyaman tanpa mengeluh.

Menjadi relawan garis depan, memang pilihan yang tidak main-main.

Seorang _front line_ harus mempunyai kepekaan sosial level tinggi, memiliki kemampuan _leadership_, manajerial, _team work_ kreatif, bervisi ke depan, serta mempunyai segudang keberanian yakni berani capek, berani lapar, berani tidak mandi berhari-hari, serta berani malu alias tidak jaim.

Meski tergambar sukar, sebenarnya siapa pun bisa menjadi relawan garis depan dan bergabung ke tim relawan yang memiliki filosofis, _“makin terisolir terpencil makin mantap”_ ini. Yang penting ia memiliki garis tegas dalam dirinya bahwa :

_”Daerah bencana bukan tempatku meraih prestasi. Tetapi tempat dimana aku melaksanakan ajaran agamaku”._

Kata-kata itu pula yang menjadi “rahasia sukses” relawan SARMMI dan relawan mitra sinerginya saat menggelar operasi kemanusiaan episode pertama di tiga dusun terisolir yang menjadi _focus area_ mereka di Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Sukses disini tak cuma dalam definisi menuntaskan masalah pengungsi korban gempa pada fase _emergency respon_, tetapi menginspirasi pihak lain melakukan hal-hal yang jauh lebih hebat dari yang pernah dilakukan SARMMI dan mitra sinerginya selama di Lombok Utara. (*)

By : _Ahyar Stone_. Sekjen SARMMI

Sekeping ucapan apresiasi dan terima kasih Buat Kinerja SARMMI Pada Gempa Lombok

 

 

Yang kami banggakan, teman-teman Tim Relawan Peduli Gempa Lombok dari
SARMMI Yogya, SARMMI Mataram, Stacia UMJ/Jkt, HW UMS/Solo, Camp STIEM/Jkt, Sapta Pala/Jkt, SARMMI Palopo, Mapala UMSB/Kota Padang…

Great Team. Komplit. Ada kemampuan kerjasama yang baik, mental yang tahan banting, stamina prima, peka terhadap masalah, kemauan peningkatan wawasan, dan kemampuan berbagi informasi lewat tulisan, foto dan video yang sangat baik. Semua elemen yang dibutuhkan dalam tim sosial yang baik ada semua pada kalian. Secara tim, semua ikatan persaudaraan dan irama kerja yang bagus itu terbentuk secara singkat, karena niat tulus yang sama, ingin meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Lombok. Niat yang tulus itulah yang membuat adik-adik kita yang sekolahnya hancur tetap bisa belajar, mental mereka bangkit karena perhatian kalian, sekolah darurat kalian bangun, perintisan tenaga pengajar kalian bina. Anak-anak korban gempa itu akan terus belajar. Dan mereka takkan lupa sampai dewasa nanti bahwa kepedulian sesama itu butuh pengorbanan. Mereka akan tumbuh dengan nilai yang telah teman-teman tanamkan. Wajah-wajah kalian akan selalu terekam dalam benak mereka sebagai orang yang mengajarkan kebijakan dan kepedulian.

Saat tak semua tangan dan kaki bisa mencapai tempat-tempat terpencil, kalian usahakan obat-obatan, makanan, tenda bahkan masjid darurat. Suplai air yang menjadi kebutuhan banyak orang kalian perjuangkan. Dan banyak lagi.

Garis bawahi, kalau bukan karena *niat yang tulus* mungkin kalian tak jauh meninggalkan rumah, tak mau bergabung dengan pengungsi yang dalam kondisi yang prihatin di Lombok, atau sampai Lombok tapi memotret-motret diri sendiri di pinggir pantai sambil sedikit memonyongkan bibir memanipulasi hidung yang tak mancung.

Terima kasih atas bakti sosial kalian semua. Terima kasih telah menunaikan pesan Nabi, Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi sesama. Semoga Allah SWT memberi keberkahan bagi kalian dan keluarga. Semua itu takkan sia-sia. Lihatlah ke depan bagaimana Yang Maha Kuasa membalas kebaikan kalian semua dengan cara yang luar biasa, baik ketika kita masih di alam fana dan juga kehidupan kemudian yang kekal selamanya.

Sekeping ucapan apresiasi dan terima kasih. Ditulis dari Madinah Al Munawwarah, 3 September 2018. Ridwan. Sapta Pala. 94.00026.S

Sekeping ucapan apresiasi dan terima kasih. Ditulis dari Madinah Al Munawwarah, 3 September 2018. Ridwan. Sapta Pala. 94.00026.S