Author: Mapala SARMMI

SARMMI Dirikan Posko Kemanusiaan di Desa Aek Ngadol untuk Pulihkan Pemukiman

Banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Selatan beberapa hari terakhir meninggalkan kerusakan besar, terutama di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru. Desa ini menjadi salah satu titik terparah akibat luapan Sungai Galoga yang membawa ribuan kayu gelondong dan lumpur tebal. Terjangan banjir menghancurkan organisasi warga, merobohkan rumah, bahkan ada beberapa bangunan yang hilang tanpa jejak. Rumah-rumah yang masih berdiri pun dipenuhi lumpur dengan ketebalan mencapai satu meter, membuat warga tidak dapat kembali menempati kediamannya.

Menangapi kondisi tersebut, SARMMI bergerak cepat dengan mendirikan Posko Kemanusiaan di desa tersebut. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, titik pengumpulan relawan, serta pusat distribusi bantuan bagi warga. Kehadiran posko juga menjadi langkah awal untuk memulai proses pemulihan di wilayah yang paling parah.

Posko SARMMI di Aek Ngadol dikelola oleh gabungan relawan dari berbagai organisasi mahasiswa pecinta alam, antara lain Sapta Pala Jakarta, Mapala UMY, Mapala UMRI, Himdikum UMRI, Kompel UMTS, serta Mapal Stacia UMJ. Kehadiran mereka memperkuat upaya penanganan darurat dan meringankan beban warga yang tengah berjuang menghadapi situasi sulit.

Salah satu program utama di posko tersebut adalah pembersihan rumah warga dari timbunan lumpur. Aktivitas ini dilakukan secara gotong-royong oleh para relawan dan warga setempat. Banyak rumah yang tidak bisa dihuni karena bagian dalamnya dipenuhi lumpur setebal pinggang orang dewasa. Melalui kerja fisik yang intensif, para lawan berupaya mengevakuasi lumpur, memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, serta membersihkan ruangan agar rumah kembali layak ditempati.

Selain membersihkan rumah, relawan juga membantu membuka akses jalan, memperbaiki jalur yang tertutup material banjir, serta mencatat kebutuhan mendesak warga. Kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan perlengkapan kebersihan menjadi prioritas distribusi posko.

Kerja kemanusiaan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi warga yang masih trauma akibat bencana. Kehadiran relawan di desa memberikan harapan baru, terutama bagi mereka yang kehilangan harta benda dan harus memulai kembali kehidupan dari awal.

SARMMI berharap kegiatan pembersihan lumpur dapat mempercepat pemulihan pemukiman. Rumah yang kembali bersih dan layak huni akan membantu warga mengurangi kemandirian di tempat pengungsian serta memungkinkan aktivitas mereka kembali berjalan secara bertahap. Bagi warga yang rumahnya hilang tersapu banjir, pendampingan tetap dilakukan agar mereka mendapatkan bantuan lanjutan.

Melalui posko kemanusiaan ini, SARMMI juga terus mengajak masyarakat luas untuk ikut serta memberikan bantuan. Donasi yang masuk akan disalurkan langsung kepada warga terdampak melalui mekanisme posko agar lebih tepat sasaran. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memperkuat upaya pemulihan di kawasan yang hingga kini masih dalam kondisi darurat.

Aksi SARMMI di Desa Aek Ngadol menunjukkan tingginya solidaritas berbagai pihak dalam membantu korban bencana. Melalui kolaborasi lawan dari berbagai daerah, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif. SARMMI menegaskan komitmennya untuk tetap hadir mendampingi warga hingga kondisi desa dipertahankan tercapai sepenuhnya.

#SARMMI #BanjirBandangSumatera #AksiSosialSARMMI

SARMMI Pusat Kirimkan Relawan ke Lokasi Banjir Bandang Sumatera

Upaya penanganan bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus digencarkan. Pada Senin, 8 Desember 2025, SARMMI Pusat mengirimkan dua relawan tambahan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak. Keberangkatan dilakukan tepat pukul 18.00 WIB dari Jakarta.

Dua relawan tersebut adalah Ahyar Stone dari Mapala UMY dan Muhammad Lutfi Altito dari Sapta Pala. Keduanya berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Pekanbaru sebelum melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Selatan (Tapsel), lokasi yang menjadi salah satu titik parah terdampak banjir bandang. Mereka dijadwalkan singgah terlebih dahulu di Sekretariat Mapala UMRI di Pekanbaru untuk melakukan koordinasi dan persiapan lanjutan.

Setibanya di Tapsel, Ahyar dan Tito akan bergabung dengan tim relawan Mapala UMRI dan Kompel UMTS yang sejak awal kejadian telah berada di lapangan melakukan operasi SAR dan mitigasi terhadap dampak bencana. Kehadiran dua relawan ini menambah kekuatan tim yang telah bekerja menghadapi situasi sulit akibat banjir bandang.

Bencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatera tersebut menimbulkan kerusakan besar dan menyisakan kondisi memprihatinkan. Informasi di lapangan menunjukkan tingginya jumlah korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan aktivitas masyarakat. Di Aceh, empat desa bahkan dilaporkan hilang tersapu banjir, menggambarkan betapa besarnya dampak yang ditimbulkan.

Keberangkatan dua relawan ini dilepas oleh tiga senior Sapta Pala, yakni Isbah Rahman, dan Ida Fitriani, Adin Nugroho dan Nunung dari Stacia dari Bidang Kominfo SARMMI Lita dan Nunung dari Stacia. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya SARMMI untuk memperkuat kehadiran tim di lokasi dan mempercepat pembentukan Posko Kemanusiaan SARMMI di Tapanuli Selatan.

Melalui langkah ini, SARMMI berharap keberadaan para relawan dapat membantu meringankan beban penyintas dan mendukung pemulihan awal di daerah yang terdampak. Donasi yang telah terkumpul dari masyarakat juga akan segera disalurkan langsung kepada penyintas melalui posko kemanusiaan yang sedang dipersiapkan.

SARMMI terus membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini dan berkomitmen melanjutkan pendampingan kemanusiaan di wilayah bencana.

SARMMI Peduli: Aksi Kemanusiaan untuk Sumut, dan Sumbar yang Dilanda Banjir Bandang

Bencana banjir bandang dan longsor telah melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar pada akhir November 2025, menyisakan duka dan kerusakan berat bagi warga di banyak wilayah. Curah hujan ekstrem yang melanda sejak 24 November menyebabkan sejumlah sungai meluap, merendam pemukiman, dan menghancurkan infrastruktur penting.

Di Aceh, curah hujan dan banjir memaksa sembilan kabupaten/kota menetapkan status darurat. Sebanyak 14.235 kepala keluarga — atau sekitar 46.893 jiwa — terdampak, dan 455 KK (±1.497) jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Infrastruktur, jalan, fasilitas umum dan rumah warga rusak, banyak yang terendam hingga tidak bisa terjadi.

Sementara di Sumatera Utara, bencana ini jauh dari enteng. Laporan resmi mencatat 43 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 orang dinyatakan hilang. Akibat longsor dan banjir yang terjadi di 11 kabupaten/kota, lebih dari 1.168 warga harus mengungsi.

Di Sumatera Barat, 12 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor. Sekitar 12.000 jiwa terdampak, termasuk banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan akses kebutuhan dasar. Infrastruktur rusak, rumah terendam — banyak warga kini berjuang keras untuk bangkit kembali.

Melihat skala kerusakan dan penderitaan saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar, kehadiran kepedulian bersama sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, SARMMI membuka pintu donasi bagi siapa saja yang ingin membantu meringankan beban korban. Dana yang dikumpulkan akan difokuskan untuk:

Bantuan darurat: pangan, air bersih, dan kebutuhan mendesak pengungsi.

Pemulihan tempat tinggal dan bantuan perbaikan rumah serta fasilitas umum

Dukungan logistik dan rehabilitasi lingkungan terdampak.

Dengan kontribusi sekecil apapun, Anda sudah membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dari musikbah. Mari buktikan bahwa solidaritas dan kepedulian kita bisa menjadi penolong di saat mereka sangat membutuhkan.

Semoga bantuan kita membawa harapan baru agar mereka bisa kembali bangkit, membangun kembali rumah dan kehidupan, serta pulih dari trauma dan kehilangan. SARMMI peduli, SARMMI hadir untuk kemanusiaan.

 

 

Sumber Informasi :

https://rm.id/

CNN Indonesia

Dan Indonesia

apnews.com

BNPB